Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 172 Suara Yang Kecil


__ADS_3

Dengan melambai - lambaikan tangannya Ryan pun meminta Yeni untuk menunduk pada dirinya.


"Ryan mau apa memangnya?" Kata Yeni sebagai jawaban dari lambaian tangan Ryan.


"Em... kakak cantiknya nunduk dulu sini. Ryan mau kasih tau kakak cantik dengan berbisik takut ntar kak Haikal denger." Kata Ryan dengan suara yang kecil.


"Em... jadi kaya gitu. Baiklah kakak nunduk." Kata Yeni kemudian menunduk.


"Sudah, sekarang ayo Ryan kasih tau kakak." Kata Yeni yang sudah penasaran.


Dengan cepat Ryan kemudian mendekatkan bibirnya ke telinga Yeni. Tak lama setelah jaraknya sudah dekat, Ryan langsung berbisik pada Yeni.


"Kak Haikal itu jelek kak, suka gak nyambung kalau bicara, terus mudah emosi. Ko kakak suka sama kak Haikal." Kata Ryan membuat Yeni menahan tawa ingin sekali rasanya ia meledakkan suara tawanya saat kata pertama mengenai Haikal keluar dari bibir Ryan.


Bisikan Ryan yang terdengar samar - samar oleh Haikal membuat Haikal pun penasaran.


"Ryan, kamu bicara apa mengenai kakak sama pacar kakak, hem... awas ya kalau yang bukan, bukan kamu bilang ke pacar kakak." Kata Haikal pada Ryan sambil memberikan sebuah ancaman.


"Tuh kan kakak cantik baru aja Ryan bilangin. Kak Haikal itu mudah emosi. Kakak denger sendiri bukan barusan kak Haikal malah langsung ancam Ryan. Kakak coba pikir - pikir lagi deh." Kata Ryan bukannya menjawab ucapan Haikal ia malah berkata pada Yeni.


"Hem... kamu bener Ryan, kakak kamu ini mudah emosi ya. Tapi, gimana dong kakak gak bisa putus sama kakak kamu." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.


"Sebelum terlambat kak, lebih baik kakak pikirkan saja oke." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.


"Aduh gemesnya nih adiknya kak Haikal. Masa iya malah saranin gue buat putus. Putus apa coba jadian aja kagak. Ngelus dada deh gue jadinya. Lagian kak Haikal apa - apaan sih malah bohong segala. Sekarang kan jadinya gue yang pusing. Hadeh... puyengnya gue." Kata Yeni di dalam hatinya.


"Baiklah akan kakak pikirkan." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.


"Oke." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.


"Lah ucapan kakak ko gak kamu jawab sih. Kakak kan tanya ke kamu." Kata Haikal pada Ryan kembali karena ia tak mendapatkan jawaban dari Ryan.

__ADS_1


"Ini rahasia Ryan sama kakak cantik. Kakak gak boleh tau. Iya kan kakak cantik." Kata Ryan membalas ucapan Haikal sambil bertanya pada Yeni.


"Iya Ryan." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.


"Hem... gitu banget sih sama kakak." Kata Haikal yang merasa kecewa dengan jawaban yang ia dengar dari Ryan.


"Biarin kakak juga suka kaya gitu ke Ryan." Kata Ryan yang kini malah membalikkan keadaan.


"Kaya gitu gimana? kakak gak seperti itu ko." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.


"Sudahlah kak ini gak perlu di bahas lagi. Ryan pengen beli ice cream boleh kan." Kata Ryan membalas ucapan Haikal dengan mengalihkan pembicaraan.


"Hem... kebiasaan banget sih udah buat orang penasaran. Eh... malah nggak mau jelasin. Terus pindah topik. Ckckck... ckckck... kamu adik siapa sih." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.


"Entah lah kak, Ryan gak tau adik siapa. Mau akui kakak adalah kakak Ryan takut gak mau terima. Ya sudah Ryan lebih baik bilang seperti itu aja." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.


"Ya ampun Ryan, bicaranya ko kaya gitu. Maaf ya yank, Ryan kalau bicara suka kaya gitu. Barusan kamu juga jangan kepancing sama bisikan dia." Kata Haikal membalas ucapan Ryan sambil mengingatkan Yeni.


"Iya kak namanya juga anak kecil." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Iya, iya sekarang kita beli ice cream." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.


"Hore... kalau gitu ayo kakak cantik kita langsung pergi." Kata Ryan kemudian menarik tangan Yeni.


Lalu ia pun berjalan bersama Yeni dan meninggalkan Haikal sendiri di tempat tadi. Karena ia lupa menarik tangan Haikal.


"Hadeh tuh bocah malah gue di tinggal lagi. Ckckck... kalau bukan adik gue udah gue bikin perkedel kaya si Bagas. Beruntung dia adik gue, kan mana tega gue buat dia jadi perkedel." Kata Haikal berbicara pada dirinya sendiri.


"Ryan tunggu dulu. Kak Haikalnya ketinggalan." Kata Yeni memberiahu Ryan tentang Haikal.


"Ah... iya kakak cantik Ryan lupa tarik tangan kak Haikal tadi. Kita tunggu di sini aja ya kakak cantik. Soalnya kalau gak di tunggu Ryan saat ini gak bawa uang kan nanti beli ice cream harus pake uang, jadi tunggu bentar kak Haikal nya ya kakak cantik." Kata Ryan membalas ucapan Yeni dan meminta Yeni untuk menunggu Haikal bersamanya.

__ADS_1


"Iya Ryan lebih baik kita tunggu saja." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.


"Oke." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.


Beberapa menit kemudian Ryan pun melihat Haikal kini mulai menghampiri mereka. Setelah berda di dekat mereka. Haikal yang akan berbicara kini tak jadi ia keluarkan. Karena Ryan lebih dulu mengeluarkan suara nya.


"Kakak ko lama sih, Ryan sama kakak cantik kan nunggu kakak." Kata Ryan pada Haikal.


"Lagian siapa juga yang suruh tunggu dan malah tinggalin kakak." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.


"Hem... maaf deh Ryan lupa tarik tangan kakak tadi. Harusnya kan kakak juga ikut susul Ryan sama kakak cantik." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.


"Kakak sebenernya malas karena kamu juga gak ajakin kakak. Jadi buat apa kakak susul." Kata Haikal sengaja ingin buat Ryan semakin bersalah.


"Kakak ko kaya gitu bicaranya. Maafin Ryan deh, ya, ya." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.


"Males kakak maafin kamu nya juga kecuali satu syarat." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.


"Ko pake syarat sih kak. Hem... ya udah syaratnya apa?" Kata Ryan membalas ucapan Haikal.


"Gampang ko syarat nya. Kamu memangnya akan setuju setelah kakak kasih tau syaratnya." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.


"Tergantung syaratnya kak, kalau beneran mudah dan sesuai dengan ucapan kakak. Ryan akan setuju." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.


"Baiklah kalau kaya gitu kakak gak akan kasih tau kamu syaratnya." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.


"Ko gitu sih kak, hem... ya udah sekarang beli ice cream aja yuk kak." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.


"Kakak kan belum maafin kamu ko masih berani ajakin beli ice cream." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.


"Habisnya kan Ryan gak punya uang buat beli ice cream. Kalau ajakin kakak kan nanti Ryan di traktir beli ice cream sama kakak. Jadi ayo kak beli ice cream." Kata Ryan membalas ucapan Haikal apa adanya.

__ADS_1


"Apa? jadi karena itu kamu ajakin kakak. Ckckck... ckckck..." Kata Haikal yang terkejut dan tidak habis pikir dengan ucapan yang ia dengar dari Ryan barusan, bahkan ia pun sempat nggelengkan kepala di ujung kalimat yang ia ucapkan saat membalas ucapan Ryan tersebut.


Bersambung...


__ADS_2