Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 174 Memastikan Kembali


__ADS_3

Tak berselang lama kini mereka bertiga pun telah selesai mengantri. Ryan yang tak sabar langsung memesan ice cream.


"Aku mau ice cream rasa coklat nya satu." Kata Ryan pada penjual ice cream.


"Tunggu sebentar ya, adik kecil." Kata penjual ice cream pada Ryan.


"He'em... baik, jangan lama ya." Kata Ryan sambil mengagukkan kepalanya.


"Iya adik kecil." Kata penual ice cream membalas ucapan Ryan.


"Loh, ko pesen satu. Kakak sama pacar kakak gak kamu pesenin juga." Kata Haikal bertanya pada Ryan.


"Nggak." Kata Ryan sambil menggelengkan kepalanya.


"Ko nggak, kenapa gak sekalian kamu pesenin?" Kata Haikal bertanya lagi pada Ryan.


"Em... Ryan takut salah pesen kak, jadi Ryan pesen buat Ryan aja. Hehehe..." Kata Ryan membalas ucapan Haikal sambil menujukkan deretan giginya di akhir kalimat yang ia ucapkan.


"Kamu ya, masa lupa sama ice cream yang sering kakak makan." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.


"Ryan bukan lupa kak, ntar kalau kakak malah pengen rasa yang lain, kan Jadi nya ntar Ryan pesen dua. Itu kan gak sesuai sama perjanjian kita. Ryan gak mau hal itu terjadi." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.


"Paling bisa ya jawab ucapan kakak. Hem... ya sudah biar kakak pesen sendiri saja." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.


"Oke kak." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.


"Yank, mau ice cream rasa apa?" Kata Haikal sebelum memesan ice cream bertanya terlebih dahulu pada Yeni.


"Rasa strawberry kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Oke, tunggu bentar ya. Kakak pesen dulu." Kata Haikal membalas ucapan Yeni dan meminta Yeni untuk menunggu.


"Iya kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Em... bentar deh, yank kamu mau ice cream nya berapa banyak?" Kata Haikal kembali bertanya lagi pada Yeni karena ia lupa menanyakan jumlah ice cream nya.


"Satu aja kak." Kata Yeni sambil menujukkan satu jari miliknya pada Haikal.

__ADS_1


"Yakin hanya satu yank, gak mau dua, tiga atau empat gitu." Kata Haikal menanyakan kembali kepastian ucapan Yeni sambil memberikan beberapa pilihan.


"Nggak kak, satu saja." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Baiklah kalau kamu mau nya seperti itu." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


Tak ada lagi percakapan di antara mereka berdua. Kini giliran Haikal yang berbicara pada penjual ice cream.


"Tambah dua ice cream lagi ya. Satu rasa strawberry dan satunya lagi rasa vanila." Kata Haikal pada penjual ice cream.


"Baik kak tunggu sebentar ya." Kata penjual ice cream pada Haikal.


"Iya." Kata Haikal membalas singkat ucapan penjual ice cream tersebut.


"Adik kecil ini pesanan ice cream nya sudah siap." Kata penjual ice cream pada Ryan sambil memberikan satu cup berukuran sedang pada Ryan.


Ryan dengan senang hati langsung mengambil ice cream tersebut.


"Terimakasih banyak pak. Nanti yang bayar ice cream nya kak Haikal ya pak." Kata Ryan membalas ucapan penjual ice cream nya.


"Yey... Ryan makan ice cream juga. Em... pasti enak dan akan meleleh di mulut nya Ryan. Kakak cantik mau gak." Kata Ryan begitu bahagia karena telah mendapatkan ice cream yang ia mau.


Tak hanya itu, ia pun tak lupa menawari Yeni sebelum memakan ice cream tersebut.


"Nggak Ryan, kakak nunggu pesanan kakak aja. Ryan bisa habisin ice cream nya sendiri." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.


"Yakin kakak gak mau cicipi dulu ice cream punya Ryan nya." Kata Ryan memastikan kembali ucapan Yeni takutnya Yeni berubah pikiran.


"Iya kakak yakin. Kamu habisin aja ice cream nya ya." Kata Yeni sambil mengusap rambut Ryan.


"Baik kalau gitu kakak cantik. Ryan makan ice cream nya dulu ya." Kata Ryan kemudian memasukan satu sendok ice cream ke dalam mulutnya.


Haikal yang menunggu Ryan menawari hal yang sama pada dirinya. Namun tak kunjung ada sama sekali membuat ia kini mulai bertanya pada Ryan.


"Ehem... kakak ko gak di tawarin juga." Kata Haikal pada Ryan sambil berdehem.


"Sengaja Ryan gak tawarin kakak." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.

__ADS_1


"Ko sengaja." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.


"Takut kalau nanti saat Ryan tawarin kakak terus kakak jawab mau. Bukannya nanti jatah ice cream Ryan akan berkurang. Jadi, Ryan gak tawarin kakak." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.


"Ya ampun Ryan, kamu ko sampai berpikiran kaya gitu." Kata Haikal yang kaget saat mendengar jawaban Ryan.


"Jaga - jaga aja kak. Kalau beneran kan nanti yang rugi juga Ryan. Jadi Ryan inisiatif aja langsung putusin gak tawarin kakak." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.


"Lagian kamu inisiatif ko berlebihan sih. Kakak juga gak akan minta punya kamu. Lagi pula kakak juga lagi nunggu pesanan kakak." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.


"Hem... tapi tetep aja kak, kakak kan suka minta ice cream punya Ryan. Waktu itu aja saat Ryan tawarin kakak ice cream buat di cicipi. Terus, kakak malah habisin ice cream punya Ryan. Makannya sekarang Ryan gak mau tertipu lagi." Kata Ryan membalas ucapan Haikal sambil mengingatkan Haikal mengenai kejadian waktu itu saat memakan ice cream juga.


"Kalau waktu itu karena ice cream nya hanya tersisa satu. Makannya kakak habisin aja punya kamu." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.


"Tapi tetep aja kak, sekarang kan kalau Ryan tawarin kakak ice cream punya Ryan. Terus kakak makan ice cream Ryan sampai habis. Ryan jadinya gak akan makan ice cream lagi. Kan itu namanya Ryan mengalami hal yang sama untuk kedua kalinya. Ryan kan gak mau kak seperti itu." Kata Ryan membalas ucapan Haikal cukup panjang.


"Hem..." Kata Haikal membalas ucapan Ryan dengan deheman saja.


Ryan yang baru saja akan menjawab ucapan Haikal. Tak jadi ia keluarkan ucapannya karena terdengar suara dari penjual ice cream.


"Ini kak ice cream pesenannya. Satu rasa strawberry dan satu nya lagi rasa vanila." Kata penjual ice cream pada Haikal.


Haikal pun dengan cepat menerima kedua ice cream tersebut.


"Iya pak, terimakasih. Semuanya jadi berapa pak?" Kata Haikal membalas ucapan penjual ice cream.


Dengan cepat penjual ice cream pun memberitahukan semua harga yang harus Haikal bayar.


"Ini pak uangnya, untuk kembaliannya buat bapak saja." Kata Haikal memberikan uang pada penjual ice cream tersebut.


"Terimakasih banyak kak." Kata penjual ice cream membalas ucapan Haikal.


"Iya pak, yank ini ice cream strawberry punya kamu." Kata Haikal membalas ucapan penjual ice cream sambil memberikan ice cream pada Yeni.


"Iya kak, makasih." Kata Yeni membalas ucapan Haikal dengan mengambil ice cream rasa strawberry tersebut.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2