
Telpon kemudian di tutup saat Rindi sudah mengerti mengenai rencana nanti malam dan memberikan beberapa saran juga.
"Oke, rencananya seperti itu. Jadi nanti kamu tunggu di luar kamar kamu ya. Maksudnya di pintu belakang." Kata Haikal yang telah selesai memberitahu Rindi.
"Iya kak, siap." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Ya sudah kamu tidur dulu sekarang. Nanti kakak telpon kamu lagi kalau waktunya udah pas dan sesuai rencana." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Oke." Kata Rindi membalas ucapan Haikal hanya dengan satu kata saja.
Kemudian mereka berdua pun saling menjauhkan hanphone karena sambungan itu telah terputus.
Di rebahkan lah tubuh Rindi ke tempat tidur miliknya saat ini.
Kemudian ia pun mulai tertidur. Tak terasa malam hari telah tiba. Rindi yang masih bergeming dengan selimut serta alam mimpinya.
Mulai terbangun karena mendengar suara hanphone yang berdering.
Tut... Tut...
"Hua... siapa sih malam, malam kaya gini malah telpon." Kata Rindi yang mulai kesal pada seseorang yang menelpon dirinya.
"Mana jam sepuluh lewat lagi. Nggak tau apa, kalau aku lagi tidur." Kata Rindi melanjutkan ucapannya.
Walau dalam keadaan mengomel bahkan menyalahkan orang yang menelpon nya itu. Rindi masih tetep menerima telpon itu.
Di dekatkan lah benda pipih itu di dekat telinga miliknya. Sementara matanya masih ia tutup.
"Hallo." Kata Rindi saat telpon itu telah ia terima.
"Hallo, Rindi kenapa lama sih jawab telponnya. Di sini banyak nyamuk, kamu dimana?" Kata seseorang itu menjawab ucapan Rindi.
"Lagian siapa suruh nunggu, kaya yang nggak punya kerjaan aja."
"Em... aku di kamar lagi tidur. Ada apa sih? tau waktu dong telpon di jam tidur kaya gini lagi. Argh... bikin kesal." Kata Rindi langsung meluapkan emosinya karena tidur cantiknya harus terganggu.
"Woy... lo enak, enak tidur. Sementara gue sama Yeni harus nunggu lo di sini dan sudah di gigit nyamuk. Bagus ya lo." Kata Haikal yang sudah geram dan emosi. Bahkan suaranya tersebut sengaja ia keraskan. Karena dia yakin Rindi masih belum ingat tentang rencana ini.
__ADS_1
"Buset... kenapa jadi nyolot sih. Lo siapa sebenarnya?" Kata Rindi yang tak kalah sengit saat menjawab ucapan Haikal.
Bahkan karena ucapan Haikal yang keras itu. Rasa kantuk yang masih ia rasakan, seketika hilang entah kemana.
Mata yang awalnya masih tertutup kini melek dan sangat tajam.
"Lo yang duluan kurang ajar. Makannya gue teriakin." Kata Haikal menjawab ucapan Rindi.
"Kurang ajar gimana sih. Argh... lo siapa? jawab coba jangan muter - muter kaya gini. Lama - lama gue jadi pusing." Kata Rindi sedikit memaksa agar Haikal memberitahu dirinya.
"Lo liat aja hanphone lo, ntar juga lo tau siapa gue." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
Tanpa banyak bicara lagi. Kini Rindi mulai melihat hanphone miliknya. Tertera nama kakak jahat di telponnya sedang terhubung dengan telpon.
"Ya ampun kak, gue kira siapa. Kenapa nggak bilang dari awal sih kalau ini kakak. Rindi bahkan sampai bilang lo tadi ke kakak. Maaf ya kak." Kata Rindi yang langsung merasa bersalah.
"Makannya lain kali buka dulu tuh mata, abis itu kamu baru terima telponnya. Malu sendiri kan jadinya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Hehehe... kakak ko bisa tau sih. Rindi memang belum buka mata Rindi tadi soalnya masih ngantuk. Terus langsung Rindi terima aja telponnya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Udah kebiasaan kamu kalau di telpon malam pasti akan kaya gitu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Udah nggak perlu terlalu banyak bicara. Sekarang cepat turun. Kakak sama Yeni udah nunggu kamu. Jangan lama." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
Tanpa menunggu jawaban dari Rindi telpon itu langsung di tutup oleh Haikal begitu saja.
"Iy... hallo, hallo kak, hallo kak. Ih... malah di tutup lagi telponnya. Belum juga di jawab. Sebel deh." Kata Rindi membalas ucapan Haikal namun tak jadi karena telpon itu telah terputus.
"Aku cuci muka dulu deh, biar agak fresh dikit." Kata Rindi kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
Di basuh lah muka nya tersebut sebanyak tiga kali dengan air. Setelah itu ia langsung mengeringkan wajahnya terlebih dahulu.
Kemudian keluar dari kamar mandi setelah ia selesai mencuci muka.
"Sekarang udah jauh lebih baik, aku siapin apa dulu ya. Em... apa koper itu dulu ya."
"Iya deh koper itu dulu."
__ADS_1
Lalu Rindi mulai mendekati koper yang ia maksud itu. Setelah koper telah ia genggam, ia pun mulai menyimpan koper tersebut di tengah kamar nya.
Setelah selesai menyimpan, ia pun mengambil barang - barang lain dan mendekatkannya ke koper tersebut.
Sekitar tiga menit semuanya sudah terkumpul di tengah. Rindi kini mulai menepuk kedua telapak tangannya.
"Prok, prok akhirnya beres juga. Sekarang aku pake jaket dulu biar nggak terlalu kedinginan saat keluar malam kaya gini." Kata Rindi sambil menepuk telapak tangannya.
Dua menit berlalu, jaket yang Rindi maksud kini telah melekat sempurna di tubuhnya.
Berjalanlah ia secara perlahan ke arah pintu balkon kamarnya. Kemudian ia mulai melihat situasi dengan menengok kiri dan kanan memastikan bahwa keadaan di bawah baik - baik saja.
"Sial kenapa bodyguard itu belum tidur sih, mana terus liat ke arah kamar gue lagi. Gue harus kasih tau kak Haikal nih." Kata Rindi yang merasa kesal karena salah satu bodyguard sedang mengawasi kamar nya.
Tut... Tut...
"Hallo, gimana kamu udah bisa keluar?" Kata Haikal langsung mejawab telpon dari Rindi.
"Belum kak, Rindi terjebak nggak bisa keluar. Gimana dong?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan menggelengkan kepala. Padahal Haikal tak bisa melihat dirinya menggelengkan kepala. Namun ia tetep melakukan itu.
"Ya sudah, tunggu beberapa menit lagi. Siapa tau kamu bisa keluar." Kata Haikal mejawab ucapan Rindi.
"Iya kak, nanti Rindi telpon lagi." Kata Rindi menjawab ucapan Haikal dengan lesuh.
"Iya, jangan lupa tetap nyalain hanphone kamu." Kata Haikal menjawab ucapan Rindi.
"Iya kak, kalau gitu Rindi tutup dulu ya telponnya." Kata Rindi menjawab ucapan Haikal.
"Iya." Kata Haikal menjawab ucapan Rindi hanya dengan satu kata saja.
Telpon itu kemudian di tutup oleh Rindi. Dan saat ini Rindi masih terus memandangi arah luar, berharap ada kesempatan untuk ia bisa pergi tanpa di ketahui oleh bodyguard ayahnya.
"Apa kata Rindi kak?" Kata Yeni yang sedari tadi sudah penasaran.
"Kata nya dia nggak bisa keluar saat ini. Jadi harus tunggu situasi aman dulu baru keluar." Kata Haikal menjawab ucapan Yeni.
"Pasti akan susah sih kak, kakak bisa liat sendiri kan di pagar luar aja udah ada tiga satpam sama dua bodyguard. Di ujung sana ada dua bodyguard. Di sana ada tiga bodyguard. Belum lagi di arah belakang. Yeni kalau jadi Rindi pasti akan bingung juga." Kata Yeni menjawab ucapan Haikal.
__ADS_1
Bersambung...