
"Iya sayang." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
Kata sayang yang di ucapkan Haikal tersebut membuat hati Yeni berbunga - bunga.
"Ah... melelehnya dipanggil sayang." Kata Yeni di dalam hatinya.
Tiba - tiba terdengarlah suara seseorang, hingga membuat Yeni kembali tersadar.
"Kakak cantik itu ice cream nya meleleh." Kata Ryan yang ternyata seseorang tersebut.
"Ah... apa? meleleh, kamu denger suara kakak." Kata Yeni yang refleks saat membalas ucapan Ryan.
Ryan yang tak paham dengan ucapan Yeni tiba - tiba mengerutkan alisnya.
"Maksudnya kakak cantik apa? Ryan kan hanya tanya." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Em... lupain Ryan, kakak kaya nya salah bicara." Kata Yeni meminta Ryan untuk melupakan ucapan nya.
"Baiklah kakak cantik Ryan akan lupain." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Oke Ryan." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Em... yank, kamu meleleh karena apa? ayo coba ngaku." Kata Haikal yang saat ini berbisik di dekat telinga Yeni karena ia penasaran saat Yeni berkata mengenai meleleh.
"Em... itu anu kak, aku makan ice cream harus cepet - cepet biar gak meleleh. Itu maksudnya kak." Kata Yeni sengaja berbohong pada Haikal.
"Yakin hanya karena ice cream." Kata Haikal yang mulai curiga.
"Iya kak beneran ko. Ini coba kakak liat, ice cream punya Yeni udah meleleh." Kata Yeni sambil meminta Haikal untuk melihat ice cream yang ia pegang saat ini. Kebetulan ice cream miliknya memang dalam keadaan meleleh.
Hal ini membuat Yeni merasa lega. Karena secara otomatis ucapannya tak sepenuhnya bohong bukan, walau sebenarnya ia memang berbohong.
"Hem... iya, ice cream kamu memang meleleh. Tapi, ko kakak masih tak percaya dengan ucapan kamu." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Udahlah kak lupain aja. Lagi pula Yeni kan gak bohongin kakak. Buktinya ice cream punya Yeni aja beneran meleleh." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Iya deh biar cepet. Walau kakak masih belum begitu yakin." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
__ADS_1
"Hem... oke tak masalah." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Kakak cantik liat ice cream punya Ryan udah abis. Ayo cepet punya kakak cantik juga abisin. Ntar, kalau gak kakak abisin Ryan bisa makan loh punya kakak." Kata Ryan seketika membuat Yeni dan Haikal berhenti berbicara.
"Em... Ryan mau ice cream punya kakak." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Nggak ko kakak cantik, Ryan kan udah makan ice cream. Tapi, kalau kakak cantik gak mau boleh deh ice cream nya buat Ryan." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Sama aja kali Ryan. Kalau kamu mau juga ice cream punya pacar kakak. Kamu gimana sih." Kata Haikal tiba - tiba mengeluarkan suaranya.
"Beda dong kak, kalau Ryan mau. Ryan udah minta langsung ke kakak cantiknya. Ini kan Ryan hanya bilang kalau kakak cantik gak mau bisa buat Ryan. Itu kan Ryan gak minta hanya saranin aja." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.
"Ya tetep aja intinya sama. Kalau kamu mau juga ice cream itu." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Hem... beda kak." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.
"Sama." Kata Haikal yang tak mau kalah.
"Beda kak, beda." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.
"Sama Ryan, sama. Gak ada yang beda masih tetep sama." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.
"Dan udah kakak bilangin beberapa kali juga kalau itu tuh sama yang artinya sama aja." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.
Yeni yang hanya bisa melihat dan mendengar ucapan mereka kini hanya bisa liat kiri dan kanan saat Haikal dan Ryan berbicara kepada nya, lalu tengok ke arah kiri yang terdapat Haikal dan tengok ke kanan yang terdapat Ryan.
Sehingga saat ini tiba - tiba kepala nya menjadi pusing karena melakukan hal tersebut berulang - ulang.
"Kak, Ryan sebentar deh ini ko kepala Yeni sama kakak jadi pusing ya. Ada yang bisa jawab Yeni sama kakak sebenernya kenapa." Kata Yeni memberitahukan apa yang ia rasakan saat ini pada Ryan dan Haikal.
"Kamu sakit yank." Kata Haikal yang mulai khawatir.
"Kakak cantik lagi sakit apa gimana kak?" Kata Ryan yang sama ikut khawatir juga.
"Yeni gak tau Yeni kenapa kak? tapi kalau boleh jujur Yeni seperti ini setelah liat ke arah kakak dan ke arah Ryan secara berulang - ulang sekarang rasanya jadi pusing." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Sepertinya iya Ryan, kakak mendadak jadi sakit." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
__ADS_1
"Itu artinya penyebab kamu sakit seperti ini. Kita berdua orangnya, yank maafin kakak ya sama Ryan udah buat kamu sakit." Kata Haikal yang merasa bersalah.
"Em... iya kak gak papa, tapi kalau boleh Yeni minta kakak sama Ryan jangan pada berdebat lagi ya. Biar pusing yang Yeni rasakan cepet ilang." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Iya yank gak akan di ulangi lagi berdebat nya." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Maafin Ryan juga ya kakak cantik." Kata Ryan pada Yeni.
"Iya Ryan, tapi Ryan janji ya sama kakak jangan di ulangi lagi." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Iya kak janji." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.
"Kakak pegang ya janjinya Ryan." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Iya kak." Kata Ryan membalas ucapan Yeni sambil mengagukkan kepalanya.
"Ya sudah kalau gitu ayo Ryan bantu kakak habisin ice cream nya ya. Mau nggak." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
Mendengar kata tersebut Ryan pun dengan cepat langsung menjawab ucapan Yeni.
"Mau kak, ayo kita habisin sama - sama." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Ayo." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
Kemudian mereka berdua pun kini sedang sibuk menghabiskan ice cream. Sementara Haikal yang melihat itu seketika menjadi iri.
"Ko kakak gak kamu ajak juga yank makan ice cream bersama. Kenapa hanya Ryan aja? kalian berdua ko mendadak kompakan sama kakak." Kata Haikal pada Yeni.
Yeni yang tak bermaksud seperti apa yang di ucapkan oleh Haikal. Kini mulai menjelaskan pada Haikal.
"Bukan gitu kak, barusan Yeni gak ajakin kakak makan ice cream ke kakak karena saat ini ice cream kakak belum abis. Jadi, Yeni gak tawari ke kakak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Hem... kalau misal nya udah abis. Kamu mau ajakin kakak juga yank." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Em... tergantung kak, kalau ice cream punya Yeni masih banyak dan memungkin kan untuk di makan bertiga. Yeni tentu akan ajakin kakak tapi kalau sebalik nya. Sepertinya Yeni juga gak akan ajakin kakak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Kalau gitu masih ada kemungkinan dong kakak gak akan di ajakin." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
__ADS_1
Bersambung...