
"Lagian kenapa gue harus merasa bersalah." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Entahlah males gue jelasinnya juga. Udah sekarang gue mau telpon Rindi, siapa tau dia terima telponnya. Coba sini hanphone lo, gue mau masukin nomor Rindi ke hanphone gue. Biar gak ketipu lagi." Kata Bagas membalas ucapan Haikal sambil meminta hanphone Haikal untuk ia pinjam beberapa saat.
"Tenang kali lagian gue gak akan bohongin lo lagi. Sekarang lo masukin nomornya. Biar gue sebutin lagi." Kata Haikal menolak permintaan Bagas.
"Kenapa sih, gue gak akan lama ko liat hanphone lo. Tapi, lo udah keliatan takut banget." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Gue gak takut, tapi gue..." Kata Haikal membalas ucapan Bagas. Namun, harus berhenti karena Bagas, kini telah mengambil handphone milik nya.
"Udah lah gue liat sebentar ko. Siapa nama Rindi di hanphone lo. Em... maksud gue, lo namain Rindi apa di hanphone lo." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Cari aja sendiri. Kenapa harus lo tanyain lagi. Lagi pula gue tawarin gue yang sebutin, lo ga mau. Em... ya udah sekarang lo cari tau sendiri aja tuh di hanphone gue." Kata Haikal membalas ucapan Bagas sambil menujuk hanphone miliknya yang ada di tangan Bagas.
"Hem... percuma kalau gitu gue tanya ke lo." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Udah tau kaya gitu, kenapa masih harus tanya." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Karena butuh makan nya gue tanya. Tapi, setelah gue tanya, gue malah nyesel karena dengar jawaban lo seperti barusan." Kata Bagas membalas ucapan Haikal apa adanya.
"Ternyata lo butuh juga ke gue. Kirain gak butuh apa - apa dari gue." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Tapi, lo tenang aja. Gue udah gak butuh lo ko. Karena gue udah nemuin nomornya Rindi. Nih, hanphone lo. Makasih udah kasih liat hanphone lo ke gue dan udah kasih nomor Rindi ke gue." Kata Bagas membalas ucapan Haikal sambil memberikan kembali hanphone Haikal pada Haikal.
"Lah, ko bisa. Nomor atas nama siapa yang lo ambil." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Nomor terakhir kali yang lo hubungi. Namanya si cerewet. Ko kasih nama Rindi kaya gitu." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Hahahaha... kirain lo salah ambil nomor. Hem... males gue kalau harus ketik nama Rindi. Tapi, kalau ketik si cerewet sih. Gue jadi semangat. Hahahaha..." Kata Haikal yang malah tertawa saat menjawab ucapan Bagas.
"Parah lo kasih nama Rindi kaya gitu. Padahal kan namanya bagus. Kenapa harus jadi si cerewet." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Suka - suka gue dong mau kasih nama kaya gimana. Kenapa lo yang repot." Kata Haikal yang malah emosi.
"Santai bro, gue hanya kasih saran aja. Em... ngomong - ngomong katanya kan tadi lo telpon Yeni juga ya. Tapi, barusan waktu gue liat hanphone lo. Ko hanya satu nomor aja yang lo hubungi. Gue jadi curiga, jangan - jangan lo sebenarnya..." Kata Bagas membalas ucapan Haikal dengan rasa curiga.
"Gawat nih, Bagas malah tanya kaya gitu lagi. Ayo Haikal jawab apa ucapan Bagas." Kata Haikal di dalam hatinya sebelum menjawab ucapan Bagas.
Beberapa detik kemudian Haikal pun kembali mengeluarkan suaranya di dalam hati.
__ADS_1
"Em... gue bilang gini aja deh." Kata Haikal yang melanjutkan lagi ucapan nya di dalam hati.
Lalu setelah selesai, ia pun mulai menjawab ucapan Bagas.
"Jangan berpikiran aneh - aneh, di telpon gue gak ada nomor Rindi. Karena gue udah hapus panggilan nya biar lo gak ambil sekalian nomor Yeni." Kata Haikal yang menemukan jawaban nya yang di rasa cukup untuk menjawab ucapan Bagas.
"Kapan lo hapus nya, perasaan ko nggak keliatan hapus apapun." Kata Bagas yang tak percaya dengan ucapan Haikal.
"Ya, karena gue gak mau liatin secara jelas apa yang gue lakuin di hanphone gue. Udah, lo gak usah banyak tanya. Sekarang telpon Rindi nya." Kata Haikal membalas ucapan Bagas dengan mengalihkan pembicaraan.
"Hem... gue kan masih penasaran." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Jangan penasaran ntar bisa gila." Kata Haikal yang malah berbicara asal.
"Sejak kapan penasaran jadi gila." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Sejak dulu, dulu dan dulu." Kata Haikal yang mulai malas menjawab ucapan Bagas.
"Ko gue baru tau." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Karena lo kurang update, makannya gak tau. Udah, bro telpon Rindi sana." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Oke kalau gitu." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
Tut... Tut...
Dering telpon Bagas pun mulai berbunyi. Sambungannya memang terhubung. Namun, belum ada yang terima telpon darinya itu.
"Argh... gak ada jawaban." Kata Bagas memberitahu Haikal.
"Sabar kali bro, bentar lagi pasti ada jawaban. Coba li telpon kembali." Kata Haikal membalas ucapan Bagas dengan memberikan solusi untuk Bagas kembali menghubungi Rindi.
"Oke, gue telpon lagi. Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
Tut... Tut...
Suara deringan telpon yang kedua kembali terdengar.
Orang yang Bagas hubungi ternyata hanya melihat hanphone miliknya saja. Sambil meminta solusi dari Yeni.
__ADS_1
"Yen, ini udah dua kali nomor yang sama telpon aku. Menurut kamu lebih baik aku terima atau nggak." Kata Rindi pada Yeni.
"Nomor nya kamu tau gak. Nomor siapa itu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
Dengan menggelengkan kepalanya Rindi pun berkata "Nggak, tapi aku curiga sih nomornya kak Bagas. Soalnya kan aku di hubungi kak Haikal gak di jawab - jawab itu sih menurut aku."
"Em... ya udah kalau gitu kamu terima aja." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Tapi, Yen kalau ini bukan nomor kak Bagas gimana?" Kata Rindi yang masih ragu untuk menerima telpon dari Bagas.
"Em... Kalau gitu tunggu aja. Kalau dia telpon kamu ketiga kalinya baru kamu terima." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Oke, kalau gitu Yen." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Masih belum ada jawaban bro. Gimana nih, gue telpon lagi atau nunggu dulu bentar. Baru gue telpon lagi." Kata Bagas pada Haikal.
"Tunggu dulu aja. Kalau udah dua menit baru lo telpon lagi." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Baik lah, gue akan tunggu dulu." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
Dua menit kemudian Bagas pun kembali menghubungi Rindi.
Tut... Tut...
Suara dering handphone Bagas yang ketiga kalinya.
Karena refleks mendengar suara nada dering handphone. Rindi pun langsung menerima telpon itu.
"Hallo Rindi, ini kak Bagas." Kata Bagas setelah sambungan telpon itu terhubung.
Sebelum menjawab, Rindi pun berbisik pada Yeni dan menutup dulu hanphone nya agar suara ia tak terdengar oleh Bagas.
"Bener tebakan gue Yen, ini nomornya kak Bagas." Kata Rindi yang berbisik pada Yeni
"Ya udah kamu terima aja. Terus tanyain ke kak Bagas mau ngapain telpon kamu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Oke." Kata Rindi hanya membalas ucapan Yeni dengan satu kata saja.
Bersambung...
__ADS_1