
"Kakak kan sudah bilang, jangan dulu penasaran. Ayo kita berangkat boy." Kata Haikal kemudian menarik tangan Ryan.
Selain itu, ia pun tak lupa menarik juga tangan Yeni untuk ikut bersamanya.
"Bentar deh kak, nama Ryan kan bukan boy kak. Kenapa kakak panggil Ryan dengan sebutan boy." Kata Ryan yang baru menyadari bahwa Haikal salah memanggil dirinya.
"Tak apa, sekarang kakak panggil kamu dengan sebutan boy saja. Ini lebih nyaman." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.
"Not kak, Ryan gak suka." Kata Ryan menolak.
"Kalau kakak sih yes." Kata Haikal seolah - olah sengaja ingin membuat Ryan emosi.
"Ah... gak mau kak, gak mau." Kata Ryan dengan memberontak karena bisa di lihat dengan tingkah Ryan saat ini.
Tangan yang di genggam Haikal pun, ia goyang - goyang kan dengan cepat dan kencang.
"Bisa diem gak boy." Kata Haikal yang lagi dan lagi mengatakan Ryan dengan boy.
Ryan yang mendengar kata itu, bukan nya berhenti menggoyangkan tangan tersebut. Melainkan ia menambah goyangan tersebut.
"Gak akan, gak akan diem. Kecuali kakak gak akan panggil Ryan dengan nama boy." Kata Ryan merajuk pada Haikal.
"Hem... memangnya kenapa kalau kakak panggil kamu boy. Apa jangan - jangan kamu lebih suka kakak panggil girl." Kata Haikal membalas ucapan Ryan dengan curiga.
"Argh... bukan kaya gitu kak." Kata Ryan yang sekarang menjadi emosi.
"Lalu kaya gimana?" Kata Haikal membalas ucapan Ryan.
"Kakak tau kan temen Ryan yang suka main di rumah." Kata Ryan kini mulai memberitahu Haikal mengapa ia tak ingin di panggil boy.
"Hem... iya kakak tau." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.
"Dia itu nama nya boy." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.
"Terus apa hubungannya sama kamu." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.
"Hadeh... kakak nih gimana sih. Kalau ntar Ryan main sama boy. Terus kakak bilang boy ke Ryan bukannya nanti Ryan sama boy akan melihat ke arah kakak secara bersamaan. Itu kan aneh kak. Iya kan kakak cantik." Kata Ryan membalas ucapan Haikal dan bertanya juga pada Yeni.
__ADS_1
Dengan cepat Yeni pun langsung menganggukkan kelapanya sambil mengucapkan satu kata dengan tersenyum manis.
"Iya." kata Yeni saat membalas ucapan Ryan.
Tak lama setelah itu Haikal pun menjawab ucapan Ryan.
"Jadi karena itu kamu gak mau kakak panggil boy. Baik lah kalau kamu mau nya kaya gitu kakak tidak akan memanggil kamu dengan nama itu lagi." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.
"Iya lah kak, ntar kan kasihan boy. Dia kira kakak panggil dia. Tapi kenyataannya kakak malah panggil Ryan." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.
"Hem... iya deh kakak gak akan panggil kamu dengan nama boy." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.
"Baik kak, Ryan pegang ya ucapan kakak. Kalau sampai kakak bohong, kakak cantik jadi saksi buat Ryan hukum kak Haikal, oke." Kata Ryan membalas ucapan Haikal sambil meminta persetujuan Yeni.
"Iya Ryan, kakak setuju." Kata Yeni membalas ucapan Ryan sambil memegang pipinya.
"Oke, kakak cantik." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Em... sepertinya ada yang aneh deh." Kata Ryan melanjutkan lagi ucapannya lalu ia pun menghentikan langkah kakinya tersebut.
"Aneh gimana?" Kata Haikal yang langsung cepat membalas ucapan Ryan.
Haikal yang belum menyadari hanya menurut saja ucapan Ryan tersebut.
Lalu tanpa bicara ia pun melepas kedua gegaman tangannya, baik di tangan Ryan maupun di tangan Yeni.
"Nah, kalau kaya gini kan sudah benar kak. Iya kan kakak cantik. Sini tangan kakak cantiknya biar Ryan genggam." Kata Ryan membalas ucapan Haikal sambil berbicara pada Yeni.
Yeni pun kemudian mengulurkan tangannya pada Ryan. Ryan dengan senang hati langsung menggenggam tangan Yeni.
"Ayo kak, kita berangkat." Kata Ryan dengan wajah yang ceria.
"Berangkat kemana?" Kata Haikal yang tiba - tiba mendadak lupa.
"Hadeh... kakak kan tadi yang ajakin Ryan sama kakak cantik. Kenapa harus tanya ke Ryan. Ryan mana tau mau kemana." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.
"Oh iya, maaf kakak lupa. Abis nya kamu sih, malah minta tangan nya di lepas. Eh... tunggu, tunggu ini kenapa kamu jadi di tengah seperti ini posisinya. Dan itu, gegaman tangan kamu ko erat gitu." Kata Haikal membalas ucapan Ryan sambil menujuk genggaman tangan Ryan pada tangan Yeni.
__ADS_1
"Oh yang ini ya kak. Ryan kan sengaja pengen genggam tangan kakak cantik." Kata
Ryan membalas santai ucapan Haikal.
"Apa - apaan seperti itu. Lepas coba. Ntar kamu malah macam - macam sama pacarnya kakak." Kata Haikal yang lagi dan lagi malah mengakui Yeni sebagai miliknya.
"Masa iya sih, kakak cantik mau sama kakak. Hem... sepertinya kakak berbohong ya sama Ryan. Gak mungkin kan kakak cantik jadi pacar nya kakak." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.
"Kenapa bicara seperti itu. Kakak beneran pacaran. Kamu gak percaya memangnya." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.
"Nggak kak, bahkan Ryan sangat gak percaya." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.
"Ya sudah tak masalah kalau kamu tak percaya." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.
"Hem... bentar deh, Ryan tanya saja pada kakak cantiknya." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.
"Kakak cantik apa yang di bilang sama kak Haikal apa itu memang keneran nya atau kak Haikal hanya berandai saja." Kata Ryan seperti layaknya orang dewasa langsung bertanya pada Yeni.
"Em... anu... itu kakak sebenernya..." Kata Yeni yang kebingungan saat membalas ucapan Ryan.
Karena semakin bingung ia juga takut jika sampai ia membenarkan ucapan Haikal tapi kenyataannya ini hanya sekedar pura - pura.
Sehingga saat ini ia pun mulai melihat ke arah Haikal. Berharap agar Haikal bisa membatu dirinya untuk memberikan jawaban pada Ryan.
Beruntung saat ia melihat ke arah Haikal, ia pun langsung mendapat kode dari Haikal.
Dengan cepat lalu ia mulai menjawab ucapan Ryan.
"I... ya, kakak pacar nya kak Haikal. Kamu adik nya kak Haikal ya." Kata Yeni melanjutkan lagi ucapannya sambil bertanya pada Ryan.
"Ryan kira kak Haikal berbohong, ternyata nggak. Em... iya kakak cantik Ryan adik nya kak Haikal." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Ko jawaban Ryan kaya yang lemes kaya gitu. Kenapa hem..." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Gak kenapa - Kenapa ko kakak cantik. Ryan hanya sedih aja. Ko bisa gitu kakak mau jadi pacar nya kak Haikal." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Memang nya kenapa kalau kakak pacaran sama kak Haikal." Kata Yeni yang mulai penasaran dengan ucapan Ryan. Sehingga ia pun mulai bertanya pada Ryan.
__ADS_1
Bersambung...