Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 181 Senjata Makan Tuan


__ADS_3

"Em... setelah Rindi pikir - pikir ternyata ucapan kakak ada benernya juga ya. Kebayang kalau misalnya kakak tanya seperti itu ke ayah. Tapi, ujungnya malah senjata makan tuan. Em... ekspresi wajah kakak akan jadi kaya gimana ya. Penasaran Rindi, coba deh kak nanti kakak bilangin ke ayah. Rindi jadi pengen liat." Kata Rindi yang tak tahu dirinya malah meminta Haikal langsung melakukan apa yang akan Haikal bicarakan pada ayah. Sementara sebelumnya ia bahkan marah karena ucapan Haikal namun saat Haikal telah menjelaskan, ia malah berubah pikiran. Benar - benar di luar dugaan.


"Ck... tadi aja sampai marah ke kakak. Sekarang malah semangat pengen kakak bilang ke ayah. Sepertinya kamu mau liat kakak terdiam seperti batu saat lontaran kapan nikah kakak dapatkan dari ayah nanti. Ckckck... jahat banget." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Hihihi... Rindi bercanda ko kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil tersenyum.


"Kakak juga tau ko, santai aja. Lagi pula kakak barusan hanya menguji kamu aja. Eh... malah kebablasan jawaban kamu ke kakak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Kebablasan gak ada rem maksudnya kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan sebuah pertanyaan.


"Iya remnya udah blong dan gak baik buat di gunain." Kata Haikal membalas asal ucapan Rindi.


"Bisa sampai kaya gitu ya kak. Em... Rindi rasa gak kaya gitu deh." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Terus kaya gimana?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Em... sepertinya kita lupain aja deh kak. Itu liat Yeni sama Ryan lagi pada ngapain ko pada jongkok gitu. Mereka lagi apa? ah... Rindi ingin cepat temuin mereka." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil mengalihkan pembicaraan dengan menunjuk Yeni dan Ryan yang sedang berjongkok.


Secara otomatis Haikal pun langsung melihat ke arah telunjuk Rindi yang mengarah ke Yeni dan Ryan.


"Em... Kakak gak tau, mungkin lagi pada cari sesuatu atau menemukan sesuatu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Rindi juga tau kalau itu kak, maksudnya Rindi lagi lakuin apa liat bunga kah atau apa." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Mana kakak tau, kakak kan belum temuin mereka. Gimana sih kamu?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Siapa tau gitu kakak bisa liat mereka lagi apa dari kejauhan. Kan gak ada yang gak mungkin bukan di dunia ini. Semua hal bisa jadi mungkin kalau udah seharusnya kaya gitu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Iya sih, tapi tetep aja ucapan kamu terlalu berlebihan. Kakak mana bisa liat mereka lagi ngapain sementara punggung mereka aja yang kakak liat. Bukannya kamu juga melihat hal yang sama seperti kakak hanya bisa melihat bagian belakang tubuh Ryan dan Yeni. Jadi harusnya kamu gak perlu tanya lagi ke kakak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.

__ADS_1


"Lagian Rindi kan udah bilang tadi siapa tau kakak bisa liat. Gimana sih kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Kamu yang gimana." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Argh... pusing lama - lama bicara sama kakak bukannya langsung ngerti atau apa. Eh... malah kaya gini responnya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Kamu yang buat kakak pusing malah kakak yang di salahin." Kata Haikal yang tak terima dengan ucapan Rindi sehingga ia pun protes pada Rindi.


"Ih... kakak aneh." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Kamu yang aneh." Kata Haikal membalikan lagi ucapan Rindi.


"Aku aneh apanya coba, jelas - jelas kakak yang aneh ko. Rindi kan gak pernah berbuat aneh - aneh." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Gak pernah kamu bilang, ck... nggak sadar apa selama ini kan setiap ucapan yang kamu keluarkan memang aneh semua. Bahkan sepertinya mirip bahasa planet lain." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Memangnya kakak bisa gitu bicara bahasa planet lain. Sampai bilang ucapan Rindi kaya gitu segala." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Ya tentu bisa makannya langsung kakak bilang kaya gitu." Kata Haikal dengan bicara sangat cepat.


Dengan mengerutkan alis pertanda bahwa Rindi sedikit kurang yakin dengan ucapan Haikal tersebut. Kini menemukan ide untuk membuktikan ucapan Haikal dengan bertanya lagi pada Haikal.


"Coba kasih tau Rindi kaya gimana bahasa planet lain itu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Itu barusan kamu udah denger sendiri. Bahasa planet lainnya kaya gimana?" Kata Haikal membuat Rindi kebingungan.


"Maksudnya gimana? suara apa? Rindi gak denger ada suara ko sedari tadi. Selain suara Rindi sama..." Kata Rindi yang langsung di potong oleh Haikal.


"Nah itu barusan ada lagi suaranya dan udah kamu bilang juga suara siapa tadi." Kata Haikal yang memotong ucapan Rindi.

__ADS_1


Lalu Rindi pun mulai terdiam dan berpikir keras. Apa sebenarnya yang dimaksud Haikal itu.


Sampai satu menit berlalu, barulah ia paham maksud dari ucapan Haikal tersebut.


"Apa - apaan sih kak, maksud kakak suara planet lainnya itu berasal dari Rindi. Iya gitu maksud kakak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Kakak gak bilang kaya gitu ya, itu kamu yang simpulin sendiri." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Jawab kak, iya kaya gitu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Em... tentu, suara kamu kan memang mirip suara dari planet lain yang gak pernah nyambung. Hahahaha... Hahahaha..." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil tertawa terbahak - bahak di ujung kalimat yang ia ucapkan.


"Jahat banget sih kak, awas ya ntar Rindi balas ucapan kakak itu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Balas dengan cara apa hem..." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Kakak gak perlu tau, tapi intinya kakak tunggu aja tanggal mainnya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Hem... jadi mau main rahasia - rahasiaan ya. Baik lah kalau kamu maunya seperti itu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


Tak ada jawaban dari Rindi melainkan kini Rindi telah melanjutkan kembali berjalannya setelah tadi ia dan Haikal sempat terdiam dulu.


"Dasar nih anak bikin emosi aja. Udah di Jawab bukannya langsung jawab lagi. Malah pergi gitu aja. Kalau bukan adik sendiri udah gue benturin deh kepalanya ke tembok. Berdarah - berdarah sekalian." Kata Haikal meluapkan amarahnya di dalam hati.


"Kak Haikal makin ke sini ko makin buat aku tambah naik darah. Argh... sebel banget aku kalau deket sama kak Haikal. Em... tapi kalau jauh ntar gak akan di traktir kan gak banget gitu." Kata Rindi saat di dalam perjalanan berbicara pada dirinya sendiri.


Bahkan ucapannya tersebut membuat pengunjung dan pelanggan butik ketakutan karena Rindi berbicara sendiri layaknya seperti orang sedikit kurang kewarasannya.


"Ya ampun jeng barusan jeng liat wanita cantik yang bicara sendiri kan. Takut saya jeng, jangan - jangan butik jeng Ratna ini kemasukan sama orang seperti ini." Kata salah satu pengunjung pada teman nya sambil menujukkan tanda miring dengan telunjuk nya di dahi pada kalimat terakhir yang ia ucap kan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2