Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 81 Sangat Setuju


__ADS_3

"Lagi pula baru niat kan kak, jadi masih belum pasti lah. Udah kak, Rindi mau ke sana." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Bentar, bentar kakak belum selesai bicara. Jangan main pergi - pergi aja. Kamu tau kan kalau pergi pas lagi bicara itu gak baik. Jadi, tunggu bentar." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan cepat.


"Kak Haikal kalau mau tetep bicara sama Rindi. Kakak ikutin Rindi aja, beres kan. Dah kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan melanjutkan kembali langkah nya.


"Eh... ko gitu sih, em... jangan di tinggal dong. Iya, deh iya kakak ikutin kamu. Tapi, kakak ko masih penasaran, kenapa kamu pake baju kaya gini. Kamu mau nikah?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil bertanya juga pada Rindi.


Jawaban nyebelin Rindi pun kembali ia berikan pada Haikal.


"Menurut kakak gimana?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan sebuah pertanyaan.


"Mana kakak tau, kamu juga belum kasih tau kakak. Ayo cepat kasih tau kakak. Kamu gak beneran nikah kan. Kalau sampai beneran, itu artinya kakak di langkahin dong. Karena kamu nikah duluan." Kata Haikal membalas ucapan nyebelin dari Rindi itu.


"Hahaha... hahaha... ada - ada aja sih kak. Sampai bilang di langkahin segala lagi. Tapi, kalau ucapan kakak barusan ke Rindi itu benar gimana?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal dan bertanya juga pada Haikal.


"Tunggu, tunggu maksudnya kamu benar. Kamu akan nikah gitu maksudnya." Kata Haikal bertanya untuk memastikan apa yang ia simpulkan itu pada Rindi benar adanya.


"Ya, bisa di bilang kaya gitu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Kapan? sama siapa? dan ko bisa nikah secepat itu. Jangan bilang kalau kamu lagi..." Kata Haikal memberikan berbagai macam pertanyaan pada Rindi.


Bahkan tak hanya itu, Haikal pun sempat melihat perut Rindi saat ucapan yang terakhir nya seketika di potong oleh Rindi.


"Apaan sih kak, Rindi gak mungkin kaya gitu kali kak. Jangan aneh, aneh deh. Rindi nikah cepat bukan karena itu penyebabnya." Kata Rindi yang memotong ucapan Haikal.


"Leganya kakak, kakak kira kamu beneran kaya gitu. Makannya mau nikah." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Gak lah kak, yang ada Rindi di paksa nikah kali kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Siapa yang paksa kamu nikah?" Kata Haikal yang mulai penasaran.

__ADS_1


"Siapa lagi kalau bukan ayah." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Ayah, ko bisa. Kamu ngelakuin kesalahan sampai ayah harus nikahin kamu. Karena gak mungkin kalau tanpa sebab ayah nikahin kamu di usia muda. Apalagi kamu anak ayah satu - satu nya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Ya begitulah, aku kira hukumannya akan seperti dulu lagi. Eh, ternyata kali ini beda. Ayah langsung mau nikahin aku." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Memangnya kesalahan kamu apa?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Aku ingkar janji sama ayah. Makannya sekarang kena hukum buat nikah secepatnya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Terus udah tau calonnya siapa? sama kapan nikahnya?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan sebuah pertanyaan.


Dengan menggelengkan kepala Rindi pun menjawab ucapan Haikal.


"Belum, Rindi bahkan gak tau siapa calon Rindi, kapan Rindi nikah. Tapi, yang pasti Rindi akan secepat nya nikah. Itu yang Rindi tau kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Lah ko gitu, masa kamu yang nikah. Tapi kamu gak tau calon kamu dan hari pernikahan kamu itu kapan. Ini ko aneh ya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Kakak yang denger nya aja aneh. Sementara Rindi yang mau di nikahin lebih aneh lagi kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Mau gak mau ya harus mau. Gak ada pilihan lain kak, Rindi udah bujuk ayah juga tetep aja jawabnya ayah mau nikahin Rindi. Sedih nya Rindi kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal. Kemudian Rindi pun menujukkan ekspresi sedih nya pada Haikal.


"Kalau ada peluang buat menghindari pernikahan kamu ini. Kamu akan lakuin peluang itu atau masih tetap melanjutkan pernikahan." Kata Haikal memberikan dua pilihan pada Rindi.


"Kalau hal itu terjadi, Rindi pasti akan lakuin peluang itu. Walau hasilnya tidak mencapai 50 % Rindi akan lakuin." Kata Rindi membalas cepat ucapan Haikal.


"Oke, kalau gitu. Kakak bantu kamu buat kabur dari pernikahan kamu itu. Kamu mau gak kakak bantu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


Ucapan Haikal tersebut pun memberikan Rindi sedikit kebahagiaan karena Haikal mau membantu dirinya.


"Kakak yakin mau bantu Rindi." Kata Rindi yang memastikan ucapan Haikal bener adanya.

__ADS_1


"Yakin 100 % pasti akan kakak bantu. Tapi, kamu nya mau gak kakak bantu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Kalau hal itu gak perlu di tanya lagi kak. Rindi bahkan sangat setuju. Kapan kakak mau bantu Rindi kabur nya?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil bertanya juga pada Haikal.


"Kalau bisa sih secepat nya. Tapi, kakak kembaliin lagi ke kamu. Kamu mau nya kapan kakak bantu kamu buat kabur." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengna sebuah pertanyaan.


"Kalau Rindi, gimana kakak aja. Kakak mau bantu Rindi secepatnya juga boleh atau nanti juga boleh." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Hem... ya udah malam ini kakak bantu kamu buat kabur. Gimana menurut kamu?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Boleh banget kak, jam berapa kakak mau bantu Rindi nya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Sekitar jam 10. Gimana menurut kamu?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Oke jam segitu aja." Kata Rindi menyetujui ucapan Haikal.


"Sip, nanti kakak hubungi kamu kalau udah jam sepuluh. Habis ini kamu siap - siap dulu aja kemasi barang - barang kamu, oke." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Oke kak" kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Lagi pula kak, Rindi gak perlu kemasi lagi


barang - barang nya. Karena udah Rindi siapin kak. Jadi, ntar malem tinggal pergi aja deh." Kata Rindi berbicara di dalam hatinya.


"Semoga aja gak ketahuan sama ayah atau ibu. Kalau sampai ketahuan mati aku. Bisa - bisa di percepat nikah nya. Makin runyam deh kalau kaya gitu." Kata Rindi melanjutkan kembali ucapan nya.


"Ya udah yuk, kamu mau pergi kemana. Biar kakak ikutin kamu aja." Kata Haikal pada Rindi membuat Rindi yang sedang berbicara di dalam hatinya. Kini menghentikan bicaranya dan kemudian menjawab ucapan Haikal.


"Ke sana kak, Rindi mau duduk di sana aja." Kata Rini menunjuk sebuah kursi pada Haikal.


"Oh, mau kesana. Ya udah yuk." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.

__ADS_1


"Iya kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan singkat.


Bersambung...


__ADS_2