
"Hehehe..." Kata Yeni hanya membalas ucapan Haikal dengan senyuman saja.
"Ya udah, lain kali jangan lupa." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Iya kak, tapi gimana nanti juga kak. Soalnya Yeni..." Kata Yeni membalas ucapan Haikal yang kini malah terdiam tak melanjutkan lagi ucapannya.
Membuat Haikal yang menunggu, mulai merasa bosan karena Yeni tak kunjung melanjutkan lagi ucapannya itu. Sehingga Haikal pun bertanya pada Yeni.
"Loh ko diem, kakak nunggu loh kelanjutan ucapan kamu. Ini malah gak di lanjutin. Kenapa?" Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Em... itu kak, sepertinya Yeni gak jadi lanjutin ucapan Yeni deh." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Ko kaya gitu, kenapa gak mau di lanjutin? udah lanjutin aja, kakak udah terlanjur penasaran nih." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Maaf kak, sepertinya lebih baik gak Yeni lanjutin." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Kenapa?" Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
Dengan ragu Yeni pun mulai membalas ucapan Haikal.
"Em... kerena, karena Yeni bingung mau lanjutin ucapan Yeni. Jadi lebih baik gak Yeni lanjutin. Hehehe..." Kata Yeni membalas ucapan Haikal sambil tersenyum di akhir kalimat yang ia ucapkan.
"Hem... kakak udah penasaran. Tapi kalau dengar ucapan kamu itu. Kakak jadi gak penasaran lagi deh. Kalau kamu lanjutin ucapan kamu, tapi kamu gak tau apa yang kamu ucapkan, malah aneh nanti saat kakak tanya lagi. Jadi, benar juga ucapan kamu gak perlu dilanutin lagi." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Itu juga yang Yeni takutin kak. Jadi Yeni gak lanjutin deh ucapan Yeni itu." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Lebih baik seperti itu. Hem... ya udah sekarang kakak mau bangunin Yeni eh... maksudnya Rindi." Kata Haikal membalas ucapan Yeni sampai salah memanggil Rindi dengan nama Yeni.
"Iya kak silahkan." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
Setelah mendengar ucapan Yeni. Kini Haikal pun mulai membangunkan Rindi.
Hal pertama yang ia lakukan adalah memanggil nama Rindi.
__ADS_1
"Rindi... Rindi... bangun." Kata Haikal pertama kali memanggil Rindi dengan suara pelan.
Tak ada respon apapun dari Rindi atas panggilan nya tersebut. Membuat Haikal mulai melihat ke arah Yeni.
"Gak ada jawaban, kakak panggil lagi apa gimana?" Kata Haikal setelah ia melihat ke arah Yeni.
"Iya kak coba panggil lagi aja." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Ya udah, kakak coba lagi ya." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Iya kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
Di panggil lah nama Rindi untuk yang ke dua kalinya. Suara Haikal pun mulai ia naikan sedikit sehingga suara itu terdengar cukup keras.
"Rindi... Rindi... bangung udah mau malam loh ini. Kamu gak mau bangun." Kata Haikal yang memanggil Rindi untuk yang kedua kali nya.
Namun, respon Rindi masih tak menjawab ucapan Haikal, ia hanya menggerakkan sedikit tangan nya. Setelah itu tak ada pergerakan lagi.
"Hem... masih tidur Yeni. Gimana lagi? apa kakak panggil Rindi lagi. Tapi kalau gak ada jawaban terus, mau sampai kapan kakak panggil Rindi." Kata Haikal pada Yeni setelah melihat Rindi yang hanya menggerakkan tangannya. Tanpa mau membuka mata.
"Baik lah kalau gitu, kakak sambil tepuk tangannya kali ya. Biar cepat bangun juga kalau di tepuk tangannya." Kata Haikal membalas ucapan Yeni sambil bertanya juga pada Yeni.
"Boleh tuh kak, coba aja seperti itu kak." Kata Yeni setuju dengan ucapan Haikal.
"Baik, kalau gitu kakak coba sekarang ya." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Iya kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
Haikal pun mulai menarik napas sebanyak tiga kali. Setelah itu ia pun mulai memanggil Rindi dengan suara yang tinggi membuat Yeni yang berada di sampingnya sampai memegang dadanya karena terkejut.
"RINDI... BANGUN, RINDI... BANGUN, JANGAN TIDUR TERUS. AYO BANGUN... BANGUN....
BANGUN..." Kata Haikal dengan suara tingginya sambil menepuk tangan Rindi beberap kali.
__ADS_1
"Aduh kaget nya aku. Kak Haikal bangunin Rindi sampai kaya gitu. Mana suaranya tinggi banget lagi. Rindi bangun gak ya?" Kata Yeni di dalam hatinya.
"Ya ampun kak, Yeni sampai kaget." Kata Yeni pada Haikal yang kini Yeni sedang memegang dadanya.
Haikal pun kemudian menoleh ke arah Yeni kemudian ia melihat Yeni yang sedang memegang dadanya. Ia pun mulai merasa bersalah karena mengagetkan Yeni.
"Maaf, kakak udah buat kamu kaget. Kakak emosi soalnya, Rindi gak bangun - bangun dari tadi. Jadi kakak tinggi in aja suaranya." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Iya kak gak papa, lagi pula Yeni gak sampai di bawa ke rumah sakit ko. Barusan lagi kebetulan aja, Yeni lagi diam terus dengar suara kakak yang seperti itu. Akhirnya buat Yeni terkejut. Jadi ini gak sepenuhnya salah kakak ko. Yeni juga salah di sini kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal dan memberitahu Haikal mengenai ia yang terkejut.
"Tapi tetap aja. Kakak yang salah. Maaf ya." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Udah kak jangan minta maaf terus. Ntar Yeni punya banyak kata maaf loh dari kakak. Mau Yeni simpan dimana coba kata maaf nya?" Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Dimana aja yang penting bisa kamu simpan. Mau di dalam hati kamu juga boleh, sekalian aja simpan nama kakak juga ya di hati kamu." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Argh... demi apa, kak Haikal malah bilang kaya gitu lagi. Tau gak kak, aku sampai seneng dengernya. Udah dari dulu kali kak aku simpan nama kakak. Tapi, kakak nya aja yang gak tau. Hem... beneran gak sih kak Haikal ini bilang kaya gitu atau karena asal bicara aja. Jadi sedih dong kalau beneran hanya asal bicara." Kata Yeni yang kini malah sibuk berbicara di dalam hatinya.
Membuat Haikal yang menunggu jawaban dari Yeni mulai merasa bosan. Sehingga Haikal mulai bertanya lagi pada Yeni.
"Ko ucapan kakak gak di jawab." Kata Haikal pada Yeni. Sehingga ucapan Haikal ini pun membuat Yeni mulai tersadar bahwa ia lupa menjawab ucapn Haikal.
"Aduh aku ko bisa lupa sih. Kak Haikal kan pasti nunggu jawaban dari aku. Aku jawab apa ya? bingungnya aku." Kata Yeni di dalam hatinya.
"Jawab asal aja deh. Kalau aku tetap diam gak jawab - jawab ucapan kak Haikal kan kasian." Kata Yeni melanjutkan lagi ucapannya.
Setelah itu ia pun mulai menjawab ucapan Haikal.
"Em... kakak bisa aja bicaranya. Yeni pikirkan dulu aja deh kak. Mau di simpan dimana nya." Kata Yeni yang akhirnya membalas ucapan Haikal.
"Ya udah, tapi jangan lama - lama ya di pikirannya. Gak baik kalau harus dilamain." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Yeni pertimbangkan lagi nanti." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
__ADS_1
"Baik lah kalau seperti itu." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
Bersambung...