Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 156 Mulai Panik


__ADS_3

"Hem... tapi pake cara apa?" Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Em... langsung bicara mungkin atau langsung marah, em... bisa juga dengan langsung mengebrak meja itu. Kamu tinggal pilih aja." Kata Yeni memberikan beberapa cara pada Rindi sambil Yeni pun menunjukan meja.


"Hem... kaya yang mau nagih utang dong. Harus teriak dan gebrak - gebrak meja kalau yang utangnya susah buat bayar." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Hehehe... iya juga ya kalau aku pikir - pikir lagi. Em... tapi sepertinya kalau kamu mau coba juga gak masalah." Kata Yeni membalas ucapan Rindi sambil tersenyum.


"Malah tersenyum lagi. Mana ada aku coba cara itu. Ntar bukannya pada berhenti berdebat tapi malah semuanya pada berdebat. Yen, Yen gimana sih." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Terus pake cara apa dong?" Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Entahlah bingung." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


Kemudian mereka berdua pun malah sama - sama terdiam. Selang beberapa menit mereka pun mulai mengeluarkan suaranya.


"Rindi kita mau tetep berdiri aja di sini. Tapi mau sampai kapan ya?" Kata Yeni orang yang pertama kali mengeluarkan suaranya.


"Em... ke sana aja deh. Pegel juga kalau berdiri terus." Kata Rindi menunjukan tempat Haikal dan Bagas yang masih berdebat.


"Oke, let's go." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hem..." Kata Rindi membalas ucapan Yeni hanya dengan deheman saja.


"Bentar deh Yen, kita kejutkan mereka aja gimana. Siapa tau dengan mengejutkan mereka. Mereka bisa berhenti debatnya. Gimana menurut kamu Yeni?" Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil bertanya pada Yeni.


"Sepertinya boleh di coba tuh Rindi. Oke, kita kejutkan aja mereka." Kata Yeni setuju dengan ucapan Rindi.


"Oke." Kata Rindi membalas ucapan Yeni hanya dengan satu kata saja.


"Tapi, bentar yen." Kata Rindi lagi dan lagi menghentikan langkah mereka.


"Hem... apalagi." Kata Yeni yang mulai bosan.


"Eh... gak jadi deh." Kata Rindi membalas ucapan yeni.

__ADS_1


"Hadeh bikin emosi aja sih." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Maaf." Kata Rindi hanya membalas ucapan Yeni dengan kata maaf saja.


Setelah Rindi selesai berbicara. Mereka berdua kini mau mempercepat langkahnya untuk mengagetkan Bagas dan Haikal.


Saat jarak mereka berdua tersisa beberapa cm saat itulah langkah kaki mereka mulai di pelan kan. Bahkan sampai tak terdengar ada suara langkah kaki.


Semakin dekat dan sangat dekat kini tangan mereka berdua bahkan sudah siap untuk mengagetkan mereka berdua.


Dengan kompak mereka berdua pun menghitung mundur.


"Satu..., dua..., tig...a..." Kata mereka berdua saat menghitung mundur dengan menunjukkan ketiga jari mereka di bagian tangan kanan.


"DAR..." Kata mereka dengan suara yang tinggi.


Hal ini membuat Haikal dan Bagas terdiam untuk beberapa saat lamanya.


Barulah setelah itu mereka berdua pun mulai berbicara.


"Aduh jantung gue berasa mau copot. Bener - bener kaget gue." Kata Bagas yang ternyata sama, ia pun sedang berbicara di dalam hatinya ketika dalam terdiam nya.


"Eh... kalian ko udah dateng." Kata Haikal pada Yeni dan Rindi setelah menormalkan rasa kagetnya.


"Jangan dulu bahas itu kak, sekarang Rindi mau tanya. Barusan kakak kaget gak saat Rindi sama Yeni kagetin kakak sama kak Bagas." Kata Rindi ingin mengetahui apakah Haikal merasa kaget atau nggak sama sekali setelah ia mengagetkannya.


"Kamu bisa liat sendiri kan. Kakak terlihat tenang. Bukannya itu artinya kakak gak kaget. Kenapa harus kamu tanyain lagi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Hem... bisa aja kan kakak pura - pura. Walau pada kenyataannya kakak beneran kaget." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Nggak sampai gitu juga kali. Udah, sekarang kamu jawab kenapa kalian datang lebih cepat kesini nya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Kakak gak seneng emangnya kalau kita berdua datang lebih cepat. Tau kaya gini, tadi Rindi sama Yeni gak jadi aja kesini nya atau gak, di tambahin satu jam." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Bukannya gitu Rindi. Kakak heran aja kamu bilang kan mau datang sekitar 30 menit. Ini baru 10 menit udah sampai. Makannya kakak tanya. Kalian datang lebih awal kakak malah seneng jadi gak terlalu lama nunggu. Kamu tau sendiri kan nunggu itu gak enak. Apa lagi nunggu kepastian. Iya gak Yen." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil berkata juga pada Yeni.

__ADS_1


Yeni yang sedang terdiam. Kemudian terkejut saat mendengar ucapan Haikal sehingga dengan refleks ia pun menjawab dengan lantang ucapan Haikal.


"Iya kak itu sangat gak enak." Ini lah kata yang Yeni keluarkan dengan lantangnya.


"Gak enak apa?" Kata Haikal sengaja memancing ucapan Yeni yang ia rasa. Yeni hanya mendengar beberapa kata saja ucapannya.


"Em... itu tadi ucapan kakak nunggu katanya gak enak." Kata Yeni yang ternyata benar dugaan Haikal ia hanya mendengar sebagian ucapan Haikal.


"Nunggu apa?" Kata Haikal yang kemudian bertanya lagi pada Yeni.


"Em... itu nunggu. Rindi nunggu apa sih? Kasih tau dong." Kata Yeni membalas ucapan Haikal sambil bertanya pada Rindi.


"Lah ko masih tanya ke aku. Harusnya kan kamu udah tau jawabannya. Tadi aja kamu langsung jawab kan ucapan kak Haikal dengan lantang." Kata Rindi yang aneh saat Yeni bertanya pada dirinya.


"Em... barusan aku refleks aja Rindi. Makannya langsung jawab." Kata Yeni memberitahukan pada Rindi yang sebenarnya terjadi.


"Hem... jadi karena itu. Terus sekarang kamu masih ingin tau jawabannya. Apa yang kamu tanyain itu ke aku." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Kalau kamu mau kasih tau sih. Boleh banget tapi kalau nggak juga gak masalah." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Oke, aku kasih tau kamu aja. Barusan kak Haikal bilang nunggu kepastian itu gak enak. Terus kamu jawab bener banget gak enak. Kamu lagi nunggu kepastian siapa?" Kata Rindi memberitahukan jawaban nya yang Yeni pertanyakan pada dirinya itu.


"Jadi maksud nya kak Haikal itu nunggu kepastian, aku kira nunggu kita berdua yang datang. Aduh... gimana dong mana aku lantang banget lagi tadi jawaban nya. Bantuin aku dong Rindi harus jawab apa?" Kata Yeni yang mulai panik karena salah berbicara.


"Bilang aja kamu salah denger kan gampang apa susah nya coba." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Em... tapi Rindi kalau nanti kak Haikal malah tanya lagi gimana. Aku jawab apa ntar." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Lagi pula belum kamu coba kan jawab kaya gitu. Siapa tau aja kak Haikal gak tanya - tanya lagi. Udah jawab aja kaya yang aku bilang barusan." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Hem... iya deh aku jawab kaya gitu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Kak... sebelumnya Yeni minta maaf ya. Barusan Yeni nggak terlu denger ucapan kakak. Makan nya langsung bicara aja kaya gitu. Maafin Yeni ya kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal sambil meminta maaf.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2