
"Hiks... hiks... Rindi mau pulang, ibu jahat sama Rindi. Hiks... hiks... hiks..." Kata Rindi pada ibu yang masih dalam keadaan berpura - pura menangis.
Membuat Ryan menjadi tertawa melihat Rindi yang menangis seperti itu.
"Hehehehe... hehehehe... Hahaha... hahaha... Mamah, onti lucu ya. Udah gede masih nangis. Apalagi nangisnya kaya gitu. Hahaha... hahaha..." Kata Ryan awalnya tersenyum. Namun, lambat laun ia pun tertawa keras saat melihat Rindi yang sedang sedih.
Rindi kemudian melihat kearah Ryan yang masih menertawakan dirinya. Lalu setelah Ryan menikmati tertawanya itu. Rindi pun mulai mengeluarkan suara pada Ryan.
"Gitu ya, aunty lucu. Iya Ryan, aunty Ryan ini lucu kalau lagi nangis. Ko Ryan jahat sih sama aunty. Aunty ini lagi nangis, masa Ryan malah ketawa kaya gitu. Sedih nya auty. Hiks... hiks... hiks..." Kata Rindi pada Ryan kemudian menangis lagi setelah ia selesai berbicara.
"Bu... bu... kan... gitu onti. Ryan... Ryan... gak jahat. Tapi, liat onti yang nagis Ryan jadi pengen ketawa. Soal nya kan, yang Ryan tau nangis itu ada air matanya. Hehehehe... tapi Ryan liat onti, ko gak ada air mata. Onti lagi pura - pura nangis ya." Kata Ryan yang awalnya gugup saat membalas ucapan Rindi. Namun, kemudian Ryan pun tak menjadi gugup lagi.
Karena tak percaya dengan yang di ucapkan Ryan. Rindi pun sempat mengerjap - ngerjapkan matanya selama tiga kali dengan cepat.
Lalu menatap Ryan dengan tatapan yang sulit dipercaya. Anak sekecil Ryan bisa membongkar kebohongannya. Membuat Rindi ingin teriak saat itu juga.
Tapi, kalau ia sampai teriak apa kata orang nanti. Sehingga akhirnya ia pun tak jadi berteriak.
"Em... Aunty gak mengeluarkan air mata bukan gak nangis Ryan. Tapi, nangisnya aunty ini seperti ini, gak ada air matanya. Jadi, aunty gak lagi pura - pura nangis. Tapi, beneran nangis Ryan." Kata Rindi membalas ucapan Ryan.
"Gitu ya onti, tapi onti kalau onti nangis ngeluarin air mata itu artinya onti lagi pura - pura nangis ya." Kata Ryan membalas ucapan Rindi sambil bertanya juga.
"Iy... bukan gitu juga Ryan, aunty kalau nangis ngeluarin air mata ya tetep nangis juga." Kata Rindi membalas ucapan Ryan.
"Udah lah sayang, kamu nih jangan buat Ryan makin kebingungan. Kamu akui aja kalau lagi pura - pura nangis." Kata ibu yang ikut dalam pembicaraan Rindi dan Ryan.
"Apa sih bu, Rindi gak lagi pura - pura nangis. Rindi tuh beneran lagi nangis. Kecewa sama ucapan ibu." Kata Rindi membalas ucapan ibu.
"Ibu kan udah minta maaf sama kamu. Kenapa masih kecewa?" Kata ibu membalas ucapan Rindi dan bertanya juga pada Rindi.
"Entahlah Rindi gak tau penyebab nya karena apa Rindi masih kecewa sama ibu. Ibu seperti yang sudah setuju kalau Rindi akan nikah. Jadi, Rindi bener - bener kecewa sama ibu." Kata Rindi membalas ucapan ibu.
__ADS_1
"Jangan berpikiran kaya gitu sayang. Ibu gak setuju kamu nikah secepat ini. Tapi, ibu juga gak bisa berbuat banyak. Ayah mu itu susah banget kalau udah ambil keputusan di ubah nya. Jadi, maafin ibu gak bisa bantu kamu." Kata ibu membalas ucapan Rindi.
"Baik lah bu, Rindi udah lupain ucapan yang tadi. Kalau gitu Rindi pamit dulu ya." Kata Rindi membalas ucapan ibu dengan sedikit kurang jelas.
Sehingga ibu kemudian bertanya lagi pada Rindi.
"Kamu mau pamit kemana sayang?" Kata ibu bertanya pada Rindi.
"Keliling butik tante bu, memangnya ibu kira Rindi mau pamit kemana." Kata Rindi membalas ucapan ibu.
"Oh keliling butik, ibu kira pamit pulang." Kata ibu membalas ucapan Rindi.
"Bukan bu, kalau gitu Rindi pamit ya. Tante Rindi keliling butik tante dulu ya. Dah Ryan." Kata Rindi membalas ucapan ibu. Kemudian berkata pada tante Ratna dan Ryan juga.
Ryan kemudian menjawab ucapan Rindi.
"Tunggu onti, Ryan mau ikut." Kata Ryan membalas ucapan Rindi.
"Aunty gak salah dengarkan Ryan. Ryan beneran mau ikut sama aunty." Kata Rindi bertanya untuk memastikan bahwa ucapan yang ia dengar tidak salah sama sekali.
"Gak onti, onti gak salah dengar. Ryan pengen ikut sama onti." Kata Ryan membalas ucapan Rindi.
Kemudian Ryan pun mulai melepas pelukannya itu dari tubuh tante Ratna. Lalu ia pun mulai berdiri dan menghampiri Rindi.
Setelah berada di dekat Rindi tanpa pikir panjang, Ryan kemudian menggandeng tangan Rindi dan menarik tangan Rindi.
"Ayo onti, kita keliling." Kata Ryan saat ia telah menarik tangan Rindi.
"Bu, tan ini Rindi gak salah liat dan dengar kan." Kata Rindi yang masih tak percaya dengan apa yang ia dengar dan lihat saat ini. Sampai ia pun bertanya pada ibu dan tante Ratna.
"Kamu gak salah sayang, apa yang kamu dengar dan liat itu beneran. Sana gih kalian keliling." Kata ibu membalas ucapan Rindi.
__ADS_1
"Iya Rindi, kamu gak salah dengar dan salah liat. Itu beneran Ryan pengen ikut sama onti nya. Sana kalian keliling aja." Kata tante Ratna yang tak jauh berbeda jawaban nya sama ibu.
"Baik lah itu artinya Ryan sudah mulai..." Kata Rindi yang tak meneruskan ucapannya karena tiba - tiba ucapan ia di potong oleh Ryan.
"Onti ayo onti kita keliling. Ryan mau kasih liat sama onti. Mamah kemarin selesai buat baju yang bagus banget onti. Terus kata mamah itu buat onti. Jadi, yuk onti kita liat." Inilah kata yang membuat Rindi tak meneruskan ucapannya karena di potong oleh Ryan.
"Oh ya Ryan, tante buat baju buat onti. Dimana baju nya Ryan. Onti jadi pengen liat." Kata Rindi membalas ucapan Ryan.
"Di sana onti. Ayo kita kesana." Kata Ryan menujuk kebagian kanan butik tante Ratna.
"Bentar Ryan, aunty pamit dulu sama ibu dan tante." Kata Rindi membalas ucapan Ryan untuk menunggu sebentar.
"Baiklah onti." Kata Ryan membalas ucapan Rindi.
"Bu, tan, Rindi pamit keliling dulu ya sama Ryan." Kata Rindi berpamitan pada ibu dan tante Ratna.
Ibu dan tante Ranta pun menjawab ucapan Rindi hampir bersamaan dengan kata yang sama.
"Iya" kata mereka berdua membalas ucapan Rindi.
Rindi yang mendengar ucapan mereka pun mulai pergi bersama Ryan mengelilingi butik tante Ratna.
"Ayo Ryan." Kata Rindi pada Ryan.
"Ayo onti." Kata Ryan membalas ucapan Rindi.
Kemudian mereka berdua pun mulai melangkahkan kaki untuk mengelilingi butik. Satu persatu di setiap sudut pun kini mulai di lihat oleh Rindi dan Ryan.
Sampai pada akhirnya mereka sampai di tempat yang di tunjuk Ryan tadi.
Bersambung...
__ADS_1