Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 104 Gak Akan Bisa


__ADS_3

"Kalau di jelasin itu akan lama. Jadi, ya kakak jawab simple aja. Lagi pula kalau misalnya kakak jelasin ke kamu. Kamu akan langsung paham." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


Dengan tersenyum Rindi pun menjawab ucapan Haikal.


"Hehehehe... gak langsung paham deh kak, soalnya kan kakak bilang pasti panjang. Sepertinya Rindi rasa akan butuh waktu juga untuk memahaminya. Karena kan kalau terlalu panjang ntar takutnya keliru saat menyimpulkan inti masalahnya. Jadi, gak akan bisa satu kali paham." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan cukup panjang.


"Nah, itu dia masalahnya. Kakak takut kamu malah minta kakak ualngi lagi, terus ulangi lagi. Capek dong, lama - lama kalau terus di ulang - ualng bicaranya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Hem... ya udah deh, gak usah di jelasin. Sini coba sepatu Rindi. Rindi mau gunain biar tambah tinggi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil meminta sepatu yang Haikal pegang sedari tadi.


"Nah, ini jauh lebih baik. Ini sepatu kamu nya. Awas jatuh." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dan memberikan sepatu yang Rindi minta tersebut.


"Bentar deh kak, kenapa kakak bilang kaya gitu. Maksud nya Rindi kenapa kakak bilang awas jatuh." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan sebuah pertanyaan.


"Ya, biar kamu hati - hati aja. Lagian kalau kamu gak hati - hati. Ntar, kamu jatuh salahin kakak lagi karena nggak ingetin kamu sebelumnya. Makannya sebelum kamu bilang seperti itu. Kakak udah ingetin kamu. Bagus kan ide nya kakak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil bertanya juga pada Rindi.


"Bagus sih bagus kak, tapi yang tetep aja buat Rindi bingung. Lain kali jangan seperti ini kak. Kalau mau ingetin Rindi kasih penjelasnya biar Rindi langsung paham." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Kamu nya aja yang lemot, masa nggak bisa bedain." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Bukan gitu kak, Rindi sebenernya tau. Tapi, ya pengen kakak jelasin aja. Takut salah artikan. Jadi, berabe kan kalau seperti itu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Hem... ya udah lain kali kakak kasih tau kamu nya pake penjelasan atau bisa juga langsung kakak kasih spanduk besar biar kamu bisa baca." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Hahahaha... gak sampai kaya gitu juga kali kak. Udah kak, Rindi sama Yeni mau temuin tante. Kakak siapin kamera nya aja sana." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil meminta Haikal untuk pergi.


"Nggak tau terimakasih banget sih kamu Rindi, udah di bantuin pegangin baju sama bawain sepatu. Eh... malah di suruh pergi. Tanpa bilang makasih lagi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.

__ADS_1


"Maaf kak, Rindi lupa bilang makasih. Makasih ya kakak Rindi yang ganteng kalau di liat dari sedotan. Oopppss maaf Rindi gak lagi bercanda itu memang faktanya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal. Kemudian ia pun menutup mulutnya dengan salah satu tangan saat kata Oopppss ia ucapkan.


"Apa? kamu gak salah bicara. Masa iya gak bisa liat wajah kakak yang fakta nya memang ganteng." Kata Haikal begitu terkejut saat mendengar ucapan Rindi. Kemudian ia pun melanjutkan ucapannya dengan penuh percaya diri.


"Hahaha... siapa yang bilang kaya gitu kak. Ko Rindi baru tau ya, kalau kakak itu ganteng karena faktanya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan tertawa.


Yeni yang terdiam pun kini refleks langsung mengeluarkan suaranya.


"Yang kak Haikal bilang itu bener Rindi. Kalau kak Haikal memang ganteng." Kata Yeni pada Rindi.


"Tuh kamu denger sendiri kan Yeni aja bilang ganteng. Kamu aja yang bilang kaya gitu. Mata kamu gak bisa bedain apa?" Kata Haikal pada Rindi.


"Ya ampun Yeni, kak Haikal itu jelek. Gak ada ganteng - ganteng nya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Rindi bukan gak bisa bedain kak. Tapi, kakak itu memang jelek. Apalagi sikap nya ke Rindi. Udah deh itu udah beneran jelek." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Yeni kan udah di butakan. Makannya bilang kaya gitu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan ambigu.


"Maksudnya di butakan apa?" Kata Haikal yang aneh dengan ucapan Rindi. Sehingga ia pun bertanya pada Rindi.


"Em... di butakan sama cin.." kata Rindi yang baru saja mengucapkan tiga huruf di ujung kalimat yang ia ucapkan. Namun, harus di potong oleh Yeni secara tiba - tiba.


"Oh iya Rindi, kita kan mau ke temuin tante Ratna. Ayo jangan lama, ntar di marahin, kan jadi nggak enak rasanya." Kata Yeni yang memotong ucapan Rindi.


Ucapan Yeni ini lah akhirnya membuat Rindi tidak jadi meneruskan ucapannya.


Kemudian ia pun mulai memberitahu Haikal bahwa ia akan temui tante Ratna.

__ADS_1


"Kak, sepertinya Rindi gak jadi bicara deh. Lain kali aja Rindi kasih taunya. Rindi pergi temuin tante Ratna ya sama Yeni. Dah kak dan terimakasih udah mau pegangin baju belakang Rindi sama bawa sepatu Rindi." Kata Rindi pada Haikal. Kemudian menarik tangan Yeni dan pergi meninggalkan Haikal untuk menemui tante Ratna.


"Kebiasaan sih kamu Rindi. Udah buat orang penasaran malah gak jadi di lanjutin. Tadi kata Rindi itu cin.. maksudnya apa ya. Apa mungkin cin itu cinta. Kalau itu benar artinya aku udah punya poin plus dong. Seneng nya kalau sampai semua itu benar." Kata Haikal pada dirinya sendiri.


Bahkan setelah ia berbicara seperti itu. Senyum di bibirnya pun mulai terlihat. Bahkan seperti salah tingkah.


"Seneng banget kalau kamu cinta sama saya." Kata Haikal melanjutkan lagi bicaranya.


"Apalagi kalau kita udah ada hubungan."


"Pasti malah semakin seneng. Kalau itu yang kamu rasa Yeni. Maka sebentar lagi kamu akan jadi milik saya. Tunggu aja kamu pasti kaget." Kata Haikal kemudian mengakhiri ucapannya.


Setelah itu, Haikal pun mulai menyiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk pemotretan.


Tak lama setelah peralatan selesai di siapkan. Ia kemudian mulai menemui tante Ratna, ibu, Rindi dan Yeni untuk memberitahu bahwa semua telah siap.


Tak, menunggu lama kini Haikal telah sampai di tempat mereka.


"Mah, semuanya telah siap. Mau di mulai sekarang atau nanti?" Kata Haikal pada tante Ratna.


"Em... sekarang aja deh. Biar cepet beres. Iya kan Rindi, Yeni." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal dan berbicara pada Rindi dan Yeni juga.


"Iya tante boleh." Kata Rindi dan Yeni hampir bersamaan.


"Oke, kalau gitu. Ayo langsung ke tempat pemotretan aja." Kata tante Ratna membalas ucapan mereka berdua.


"Siap." Kata mereka membalas ucapan tante Ratna.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2