
"Udah, udah jangan bahas itu lagi. Kita serahkan saja rencana nya ntar malam. Mau berhasil ataupun tidak gimana nanti saja. Oke, cantik sekarang jangan lesuh lagi." Kata Yeni mengalihkan pembicaraan.
Dengan menghela napas, Rindi akhirnya mau tak mau menyetujui ucapan Yeni.
"Baiklah kalau itu menurut kamu." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
Di tempat lain, tepat nya di tempat Haikal dan Bagas saat ini. Mereka berdua pun baru menyadari bahwa Rindi dan Yeni sudah tidak ada di sekitar mereka.
"Bentar, bentar bro. Yeni sama Rindi pada kemana?" Kata Haikal orang pertama yang menyadari keberadaan Yeni dan Rindi sudah tidak ada.
Dengan cepat Bagas yang posisi nya membelakangi Yeni dan Rindi. Kini mulai membalikan tubuh nya melihat ke arah belakang.
Dengan terkejut ia pun kemudian menjawab ucapan Haikal.
"Bener bro, mereka berdua gak ada. Kemana mereka ya?" Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Kalau gue tau, gue gak akan tanya ke lo. Gimana sih lo." Kata Haikal yang tak habis pikir dengan jawaban dari Bagas tersebut.
"Hehehe... gue lupa, mungkin karena kaget melihat mereka yang beneran gak ada. Maaf bro, sensian amat sih. Lama - lama ntar lo bisa berubah jadi cewe loh. Cewe kan identik dengan sensian, di singgung sedikit aja langsung berubah mood nya." Kata Bagas membalas ucapan Haikal cukup panjang.
"Jawaban lo barusan kepanjangan. Sampai bilang gue kaya cewe lagi." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Lagian ucapan gue tuh ada benernya tau. Lo kalau kaya gitu memang mirip banget kaya cewe." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Jangan bilang lo, mulai..." Kata Haikal yang mulai curiga dengan Bagas.
"Jangan aneh - aneh bro, gue gak mungkin mulai suka sama lo. Lo mau bilang itu kan." Kata Bagas yang tiba - tiba memotong ucapan Haikal.
"Lah lo ko bisa tau isi pikiran gue. Lo hebat ternyata bisa tebak sesuai sasaran." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Bukan hebat dan bisa baca pikiran. Tapi, gue curiga lo pasti mau bilang kaya gitu." Kata Bagas langsung dengan cepat menjawab ucapan Haikal.
__ADS_1
"Jangan bohong lo, di sana lo belajar ilmu kaya gini kan. Gue curiga." Kata Haikal dengan penuhi rasa curiga.
"Apaan sih, gue gak belajar ilmu kaya gitu. Udah jangan bahas itu lagi. Lebih baik kita cari Yeni sama Rindi aja." Kata Bagas membalas ucapan Haikal sambil mengalihkan pembicaraan.
"Gak bisa gitu. Kita harus tuntas kan ini. Lo jawab jujur gak, kalau lo beneran belajar ilmu kaya gitu." Kata Haikal yang tak mau menghentikan pembicaraan mereka.
"Terserah lo aja, kalau lo mau tetep bahas ini. Gue yang cari mereka sendiri. Bye..." Kata Bagas kemudian pergi meninggalkan Haikal yang saat ini masih berdiri mematung.
Saat Bagas telah masuk ke dalam butik, baru lah Haikal mulai tersadar dari diam nya tersebut.
"Brengsek lo, bro main tinggal - tinggal aja. Kalau gue masih bahas lo nya pergi. Terus gue bahas hal ini sama siapa. Bener, bener agak gila tuh orang." Kata Haikal setelah ia tersadar dari diamnya.
Tak lama setelah itu, ia pun melangkahkan kaki memasuki butik.
Sesampainya di dalam butik, ia pun mulai pergi mencari Rindi, Yeni dan Bagas.
"Dimana sih mereka?" Kata Haikal saat mencari mereka.
Sampai pada akhirnya ia bertemu dengan mamah dan tante Ratna.
"Lah sayang, ko kaya orang yang kebingungan. Lagi cari apa? Rindi dan Yeni nya pada kemana?" Kata tante Ratna bertanya pada Haikal.
"Em... justru karena mereka mah, sekarang Haikal jadi kebingungan. Mereka mendadak ilang tanpa jejak bagai di telan bumi dan tak ada sisa jejak yang tersisa." Kata Haikal membalas ucapaan tante Ratna secara berlebihan.
"Hahaha... sampai bisa kaya gitu. Hebat dong ya mereka berdua." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal dengan tertawa.
"Mana ada hebat mah, yang ada mereka malah buat Haikal pusing tujuh keliling. Sudah di cari ke sana ke sini tak kunjung ketemu tuh batang hidungnya." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.
"Kamu nih sebenernya cari mereka berdua atau cari batang hidung mereka." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal dengan sebuah pertanyaan.
"Kedua - dua nya aja lah mah. Biar gak ribet kalau Haikal jawab salah satunya." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.
__ADS_1
"Serakah amat kamu sayang. Di suruh pilih eh malah mau keduanya. Ckckck... Ckckck..." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal.
"Hehehe... biar gak ribet aja mah. Oh ya bun, bunda lihat mereka berdua gak. Haikal bingung dan capek mau cari mereka kemana lagi. Masa Haikal harus cari mereka sampai ke lubang semut. Kan gak mungkin, badan Haikal aja gak akan masuk, jangan kan badan telunjuk Haikal aja gak akan masuk semua ke lubang semut nya. Iya kan." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna sambil bertanya juga pada ibu.
"Lagian nih ya, buat apa juga kamu cari ke lubang semut kaya yang gak punya kerjaan lain aja." Kata tante Ratna yang malah lebih dulu membalas ucapan Haikal.
"Stop deh mah, Haikal kan tanyanya ke bunda bukan ke mamah. Jadi, tolong diem dulu ya mah." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.
"Hem... suka - suka mamah dong mau bicara ataupun nggak." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal.
"Ya udah deh, terserah mamah. Kalau menurut bunda gimana." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna sambil bertanya pada ibu.
"Kalau menurut bunda ucapan mamah kamu ada benernya. Buat apa kamu cari mereka ke lubang semut." Kata bunda membalas ucapan Haikal.
"Hem... Haikal pikir - pikir lagi ucapan bunda memang ada benernya. Apalagi udj pasti gak akan bisa masuk ke dalam." Kata Haikal membalas ucapan ibu.
"Ko jawaban kamu beda sih. Sementara tadi ke mamah gak kaya gitu." Kata tante Ratna protes pada Haikal.
"Hehehe... ucapan bunda kan selalu bener mah. Jadi, langsung Haikal setuju aja." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna dengan tersenyum.
"Jadi maksud kamu ucapan mamah gak ada
Bener nya. Iya gitu maksud kamu." Kata tante Ratna sambil berkacak pinggang.
"Eh... buk... buk... an gitu mah. Ucapan mamah juga bener tapi maksudnya Haikal kalau jawaban mamah sama bunda sama kan jadi nya ada dua orang yang bener. Gitu maksudnya mah." Kata Haikal yang langsung cepat - cepat menjelaskan pada tante Ratna.
"Pinter banget kamu bohongnya. Giliran mamah udah emosi baru deh bilang kaya gitu. Tadi kemana aja." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal dengan sinisnya.
"Mamah nih gimana, Haikal kan dari tadi di sini. Gak kemana - kemana iya kan bun." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna sambil bertanya pada ibu.
Bersambung...
__ADS_1