Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 213 Mendadak Lupa


__ADS_3

Setelah sambungan vidio itu berhenti. Yeni kemudian mengeluarkan suaranya.


"Kak ko gitu sih." Kata Yeni pada Haikal.


"Gitu gimana." Kata Haikal yang belum paham mengenai apa yang di maksud oleh Yeni. Sehingga ia pun bertanya pada Yeni.


"Itu barusan, kenapa bilang kaya gitu sih." Kata Yeni masih belum jelas memberitahukan apa yang ia maksud.


"Bilang apa yank, kakak jadi nggak ngerti ini. Yang kamu maksud tuh apa dan yang mana." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Huh... kakak kenapa bilang nggak mau bicara sama Rindi." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Jadi karena ini yank, hem... kakak kan memang nggak mau bicara. Terus apa masalahnya yank." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Ya ampun kak, kakak masih tanya apa masalahnya. Ckckck... Rindi tutup panggilan Vidio. Karena nggak enak dengar ucapan kakak. Makannya langsung pamit buat tutup videonya. Kakak nih gimana sih." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Jadi kamu bersikap seperti ini sama kakak. Karena alasan ini. Hem... Maaf deh kakak salah." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Sudah lah lagian kakak kan nggak punya perasaan." Kata Yeni membalas asal ucapan Haikal.


"Ya ampun yank, jangan bicara kaya gitu. Kakak bahkan sangat punya perasaan banget sama kamu. Nikah yuk yank." Kata Haikal membalas ucapan Yeni dengan asal juga. Sampai ia sendiri pun tak menyadari dengan kalimat terakhir yang ia ucapkan pada Yeni.


"Apa? kakak nggak salah bilang kaya gitu ke Yeni." Kata Yeni yang terkejut mendengar ucapan Haikal.


"Ya nggak lah yank, kakak beneran suka sama kamu. Kalau kamu gimana?" Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


Bukannya menjawab ucapan Haikal, Yeni malah bertanya mengenai kalimat yang terlontar dari Haikal untuknya beberapa saat lalu.


"Jangan bohong deh kak, itu ucapan kakak yank terakhir tadi kenapa kaya gitu." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Terakhir yang mana yank." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.

__ADS_1


"Ya itu yang terakhir sebelum kakak bicara yang kedua." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Yang mana sih yank, kakak lupa lagi." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Ya sudah lupain aja. Lebih baik kakak sarapan dulu." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


Setelah itu ia pun mulai mengambil makanan yang telah tersedia di samping tempat tidur Haikal.


"Bentar yank, kakak masih belum mau makan. Kita bahas yang tadi aja. Yang kamu maksud yang mana." Kata Haikal yang meminta Yeni untuk tak memberi dirinya makan. Melainkan meminta Yeni memberitahukan pembicaraan mereka tadi secara jelas.


"Ya sudah kalau kakak mau nya kaya gitu. Sekarang yeni pamit pulang. Kakak di sini sendiri. Dah... kak, Yeni pulang. Semoga lekas sembuh." Kata Yeni kemudian menyimpan kembali makanan yang sudah ia pegang. Dan kemudian bergegas melangkahkan kaki meninggalkan Haikal yang masih shock karena Yeni tiba - tiba pamit.


Baru aja tangan Yeni menyentuh handel pintu. Haikal pun mulai mengeluarkan suaranya.


"Yank tunggu, jangan tinggalin kakak sendiri. Iya deh iya kakak minta maaf. Kakak janji nggak akan minta kamu buat jelasin. Tapi, kamu temenin kakak ya, please. Kakak takut kalau sendiri." Kata Haikal pada Yeni dengan wajah yang memelas.


"Yeni nggak bisa kak, Yeni harus pulang. Bentar lagi tante Ratna juga akan kemari ko kak. Jadi Yeni pamit ya, jangan lupa sarapannya di makan. Dah... kak." Kata Yeni kemudian keluar dari ruangan Haikal.


Di luar ruangan Haikal, Yeni yang baru keluar sempat terkejut karena tante Ratna sudah berada di luar sana.


"Yeni sayang, gimana keadaan Haikal nak." Kata tante Ratna merasa khawatir.


"Alhamdulillah tante sudah lebih baik. Bisa tante lihat sendiri keadaan kak Haikal di dalam tante." Kata Yeni membalas ucapan tante Ratna.


"Alhamdulillah, kalau kamu sendiri gimana sayang keadaannya." Kata tante Ratna membalas ucapan Yeni sambil bertanya mengenai kondisi Yeni.


"Alhamdulillah baik tante." Kata Yeni membalas ucapan tante Ratna.


"Alhamdulillah, sekarang kamu mau kemana. Kenapa nggak di dalam aja." Kata tente Ratna membalas ucapan Yeni.


"Yeni mau pulang tante. Maaf nggak bisa terus berada di sini. Ayah sama ibu Yeni takutnya khawatir semalaman Yeni nggak kasih tau mereka. Yeni harus pulang sekarang. Maaf ya tante sekali lagi, nggak bisa terus di sini buat temenin kak Haikal." Kata Yeni membalas ucapan tante Ratna.

__ADS_1


"Nggak papa sayang, kamu pulang lah. Apalagi dari semalam kamu udah menjaga Haikal. Kamu juga pasti letih. Titip salam buat kedua orang tua kamu ya. Maaf karena sudah membuat anaknya menjaga anak tante semalaman. Apa nanti kamu akan dimarahi sayang. Barusan bukannya kamu bilang kamu tidak memberi kabar kedua orang tua mu." Kata tante Ratna membalas ucapan Yeni.


"Makasih tante, nanti Yeni bilangin ke ayah sama ibu. Insyaallah nggak tannte, biar Yeni jelasin nanti. Tante lebih baik langsung temuin kak Haikal aja tante. Kasian kak Haikal sendirian di dalam. Yeni pamit dulu ya tante. Assalamualaikum." Kata Yeni membalas ucapan tante Ratna dan kemudian berpamitan pada tante Ratna.


"Iya sayang hati - hati di jalan. Wa'alaikumussalam." Kata tante Ratna membalas ucapan Yeni.


Kemudian Yeni pun pergi meninggalkan tempat ia berdiri dan berbicara dengan tante Ratna barusan. Sementara tante Ratna pun kini telah masuk ke dalam ruangan Haikal.


"Haikal, nak kamu baik - baik aja kan. Coba mamah mau periksa tubuh kamu." Kata tante Ratna pada Haikal.


"Sudah lebih baik mah, memar dikit nggak papa mah." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.


"Memar dikit gimana, ini di wajah kamu aja banyak lembam dan memar. Belum lagi di tangan, kaki, coba buka bajunya, mamah pengen liat di perut kamu juga ada luka atau tidak." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal.


"Ada mah, satu sampai dua ko. Nggak banyak." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.


"Ya udah terbilang banyak dong, kalau di perut ada dua, di tambah di tangan, di kaki sama di wajah. Itu udah banyak namanya. Giman sih kamu." Kata Tante Ratna membalas ucapan Haikal.


"Hehehe... iya juga yah mah, Haikal jadi mendadak lupa mah. Maaf." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.


"Hem... kebiasaan banget sih. Suka lupa, padahal usia kamu masih muda. Tapi malah kamu yang sering lupa dari pada mamah." Kata tante Ratna yang kini membandingkan ia dan Haikal.


"Hehehe... mamah bisa aja." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.


"Iya dong harus." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal.


Lalu mereka berdua pun langsung tertawa karena percakapan mereka berdua membuat mereka tertawa dengan sendirinya.


"Hahahaha... hahahaha... hahahaha..."


Itu lah suara tawa yang di keluarkan dari mereka berdua.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2