
"Hem... Rindi memang beneran cantik mbak. Gimana kalau kamu coba baju yang lain juga Rindi, bisa kan. Tante lagi butuh model buat baju - baju yang tante buat. Kebetulan ukuran bajunya sama seperti yang kamu kenakan ini. Jadi, tante minta tolong ya. Kamu mau kan jadi model tante." Kata tante Ratna membalas ucapan ibu dan berbicara juga pada Rindi.
"Em... tante, ko dadakan kaya gini. Aku kan..." Kata Rindi membalas ucapan tante Ratna.
"Bisa ya Rindi, please bantu tante." Kata tante Ratna yang seketika memotong ucapan Rindi.
"Tapi tante, Rindi gak bisa." Kata Rindi membalas ucapan tante Ratna.
Ucapan Rindi ini pun membuat tante Ratna menjadi lemas karena Rindi menolak permintaan nya.
"Kenapa gak mau Rindi? tante berharap banget loh, kamu bisa bantu tante. Bisa ya Rindi bantu tante." Kata tante Ratna membalas ucapan Rindi dengan sebuah pertanyaan.
"Rindi gak bisa tante, Rindi kan bukan model. Kalau nanti hasil nya jadi jelek gimana? Rindi jadi gak enak sama tante." Kata Rindi membalas ucapan tante Ratna apa adanya sesuai yang ia takutkan.
"Gak mungkin jelek Rindi, kamu ini udah pas banget jadi model baju - baju tante. Kamu mau bantu tante kan. Bantu yang Rindi, please tante mohon." Kata tante Ratna membalas ucapan Rindi dengan penuh harap Rindi bisa memenuhi permintaan nya.
Melihat reaksi tante Ratna seperti ini. Membuat Rindi akhirnya luluh dan mau menerima permintaan tante Ratna.
"Baiklah tante, Rindi bantu tante." Kata Rindi yang menyetujui permintaan tante Ratna.
"Beneran mau bantu tante." Kata tante Ratna bertanya lagi pada Rindi untuk memastikan bahwa ucapan yang ia dengar dari Rindi barusan tak salah sama sekali.
"Iya tante beneran. Rindi mau jadi model tante dan bantu tante." Kata Rindi membalas ucapan tante Ratna.
"Baik, kalau gitu kamu tunggu sebentar. Tante hubungi Haikal dulu buat datang ke sini." Kata tante Ratna membalas ucapan Rindi.
"Iya tante, tapi kak Haikal nya lama gak tan. Rindi gerah kalau harus pake baju ini terus, kalau sambil nunggu kak Haikal." Kata Rindi membalas ucapan tante Ratna sambil bertanya juga pada tante Ratna.
"Em... sepertinya gak akan lama, barusan Haikal pergi beli makan sama minum. Tante rasa tiga puluh menit dia datang ke sini." Kata tante Ratna membalas ucapan Rindi.
__ADS_1
"Lumayan lama tan, Rindi ganti dulu aja ya baju nya. Gerah nih tan, kalau nunggu lama kaya gitu." Kata Rindi membalas ucapan tante Ratna.
"Lama apa nya Rindi, ini hanya nunggu tiga puluh menit loh. Masa udah gerah. Lagian kamu bisa belajar buat nanti di hari pernikahan kamu. Jadi, udah terbiasa mengenakan baju pengantin dan gak akan merasa gerah lagi. Asal kamu tau ya Rindi, nunggu tiga puluh menit sekarang ini gak seberapa. Jika nanti saat kamu menikah udah pasti lebih dari beberapa jam mengenakan pakaian seperti ini. Dan itu akan buat kamu gerah. Jadi, menurut tante lebih baik kamu kenakan dulu aja baju ini nya sampai Haikal kembali." Kata tante Ratna membalas ucapan Rindi.
"Tapi tan, ini beneran gerah loh. Rindi gak kuat. Di buka dulu aja ya, ya tan. Boleh kan." Kata Rindi membalas ucapan tante Ratna.
"Em... ya udah terserah kamu." Kata tante Ratna membalas ucapan Rindi.
"Makasih tan, kalau gitu Rindi ganti dulu ya baju nya." Kata Rindi membalas ucapan tante Ratna sambil berpamitan juga pada tante Ratna untuk mengganti baju nya.
"Iya" kata tante Ratna membalas ucapan Rindi hanya dengan satu kata saja.
Setelah mendengar ucapan tante Ratna. Rindi pun bergegas memasuki ruang ganti. Namun, saat ia hampir membuka pintu ruang ganti. Tiba - tiba terdengar suara yang sangat ia kenal.
"Assalamualaikum" kata seseorang itu mengucapkan salam pada tante Ratna dan ibu.
"Wa'alaikumsalam" kata ibu membalas salam seseorang itu juga.
"Biasa mah, Haikal ada keperluan dulu. Jadi, lama ke sini nya. Oh iya bun, Rindi gak ikut." Kata Haikal yang ternyata seseorang itu membalas ucapan tante Ratna sambil bertanya juga pada ibu.
"Kebiasaan deh kamu. Suka banyak alasan." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal.
"Ikut ko" kata ibu membalas ucapan Haikal dengan singkat.
"Alasan apa mah, ini beneran Haikal ada keperluan." Kata Haikal membalas terlebih dulu ucapan tante Ratna.
Kemudian ia pun menjawab ucapan ibu.
"Ikut bun, lalu sekarang Rindi nya kemana bun? ko gak keliatan batang hidung nya." Kata Haikal pada ibu.
__ADS_1
"Ya ampun Haikal, kamu ko bilang batang hidung. Ada - ada aja kamu." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal.
"Hehehehe... gak papa mah, lagi pula biar lucu aja bilang kaya gitu. Hehehehe..." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna dengan tersenyum tanpa beban.
"Lucu dari mana nya dari Hongkong. Yang ada bikin orang kesel." Kata ibu membalas ucapan Haikal.
"Ko bisa bikin kesel mah, barusan kan lucu mah. Mana ada bikin kesel." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.
"Em... ya udah mah lupain aja. Sekarang kemana tuh si cerewet pergi nya bun. Terus, udah buat Ryan nangis belum tuh anak." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna dengan meminta tante Ratna melupakan percakapan diantara mereka berdua. Selain itu, Haikal pun bertanya juga pada ibu.
"Lagi di ruang ganti." Kata ibu membalas ucapan Haikal.
"Oh, lagi apa di ruang ganti bun?" Kata Haikal membalas ucapan ibu dengan sebuah pertanyaan.
"Ya, lagi ganti baju lah Haikal. Masa tidur." Kata tante Ratna yang membalas ucapan Haikal secara tiba - tiba.
"Haikal kira lagi apa mah, mamah nih ko sensian banget sih. Apa karena Haikal pulangnya lama ya. Makan nya mamah jadi kaya gini sikap nya ke Haikal." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.
"Itu kamu tau, kenapa harus tanya lagi." Kata tante Ratna membawa ucapan Haikal dengan jutek dan ketus.
"Ya ampun mah, gak boleh gitu sama Haikal. Apa lagi kalau mamah jadi kaya gini ekspresi wajah nya. Ntar cepet tua loh mah." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.
"Biarin, lagi pula mamah memang udah tua. Tapi, sayang nya mamah belum punya mantu sampai sekarang. Karena anak nya gak peka." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal.
"Hem... itu lagi deh yang di bahas nya. Mamah mau Haikal cepet nikah. Ya udah, Haikal nanti bawa calon mantu buat mamah." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.
Sontak ucapan Haikal barusan membuat tante Ratna yang jutek dan ketus menjadi tak seperti itu lagi.
Bersambung...
__ADS_1