
"Sudah lah bicara sama kamu nggak akan nyambung. Jadi, kakak lebih baik cari Yeni sama Ryan aja." Kata Haikal kemudian melihat ke sekeliling tempat tersebut.
Awalnya ia tak menemukan keberadaan Yeni dan Ryan. Namun, saat ia melihat untuk yang ke dua kalinya. Baru lah terlihat Yeni yang sedang membawa alat.
"Akhirnya ketemu juga." Kata Haikal yang merasa lega karena telah menemukan Ryan dan Yeni.
Tanpa berpikir lagi, ia langsung pergi meninggalkan Rindi.
"Kak... mau kemana?" Kata Rindi bertanya pada Haikal.
"Bukan urusan mu, kakak mau pergi ke mana kek kamu nggak perlu tau." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan sinis.
"Hem... lagi pula Rindi kan cuman tanya kak, nggak akan ikut." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Bagus lah lagi pula kalau pun kamu ikut. Kakak juga gak akan anggap kamu ada." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Jahat banget sih kak, Hem... ntar rindu loh." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Apa? kakak gak salah dengar. Kamu bilang apa tadi, kakak bakalan rindu. Rindu sama kamu. Jangan mimpi, bahkan di dalam mimpi sekali pun gak mungkin kakak rindu." Kata Haikal yang begitu membuat Rindi sakit mendengarkan nya. Namun, di balik itu semua Rindi tetep bersikap biasa saja.
"Kak Haikal ini keterlaluan banget sih. Nggak bisa apa bersikap manis. Sedikit aja buat aku. Ini malah kasih kata - kata pedes. Makanan sih enak di kasih pedes. Lah kalau omongan mana enak." Kata Rindi di dalam hatinya.
"Kakak ko makin ke sini makin terlihat gak suka sama Rindi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Jelas kakak memang nggak suka sama kamu. Lagian buat apa suka sama kamu." Kata Haikal yang lagi dan lagi ucapannya itu benar - benar membuat Rindi sakit hati.
"Argh... ku sobek juga nih bibir kak Haikal biar tau diri. Gak bisa banget ya bicara baik gitu. Sekali aja." Kata Rindi yang mulai geram saat ia bicara di dalam hatinya.
"Ya sudah lah kak, sana pergi. Bukannya kakak mau pergi ya." Kata Rindi yang saat ini langsung memilih mengusir Haikal.
"Kamu ngusir kakak." Kata Haikal yang langsung membalas ucapan Rindi.
__ADS_1
"Bukan kak, aku hanya mengingatkan kakak saja. Siapa tau mau pergi sekarang." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Bukan saran, tapi memang kamu sengaja biar kakak pergi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Itu kakak tau, kenapa harus tanya lagi." Kata Rindi yang hanya ia balas dengan berbicara di dalam hatinya. Tanpa ia ungkap kan pada Haikal.
"Terserah kakak aja. Kakak bilang aku seperti itu silahkan nggak juga gak masalah. Intinya aku hanya mengingatkan kakak. Bukan sengaja ingin kakak pergi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Ya sudah lah, kakak tau ko kamu memang ingin kakak pergi. Terlihat jelas banget dari nada bicara kamu tadi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Bukan gitu kak, Rindi mana berani ngusir kakak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Udah lah kakak tau kok. Di dalam hati, kamu pasti ingin kakak pergi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Ko kak Haikal bisa tau sih. Aku kan memang ingin kak Haikal pergi. Hem... jangan - jangan selama ini kak Haikal bisa denger suara hati lagi. Wah... bisa gawat nih, kalau ternyata beneran." Kata Rindi yang saat ini sibuk berbicara di dalam hatinya.
Bahkan ia sampai tak menyadari kepergian Haikal.
"Kak..., lah kak Haikal nya kemana? ko nggak ada. Apa jangan - jangan menggunakan ilmu lagi. Biar bisa pergi cepat. Tapi mana mungkin sih kaya gitu." Kata Rindi yang akan bicara dengan Haikal. Tetapi tak jadi karena Haikal tak ada.
"Sudah lah buat apa aku pikirin hal itu. Lebih baik sibuk istrirahat aja." Kata Rindi melanjutkan lagi ucapannya.
Sementara Haikal yang saat ini sudah berada di dekat Yeni dan Ryan. Tanpa pikir panjang ia pun langsung mengeluarkan suaranya.
"Ryan, sayang kalian lagi apa?" Kata Haikal pada mereka berdua.
Bukannya menjawab ucapan Haikal. Yeni malah bertanya balik pada Haikal.
"Ko kakak bisa ada di sini. Sejak kapan kak?" Kata Yeni membalas ucapan Haikal dengan sebuah pertanyaan.
"Bisa dong apa sih yang nggak, semuanya kakak bisa lakuin. Em... ngomong - ngomong yank, ko bawa alat itu. Kamu sama Ryan mau tanam sesuatu kah." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
__ADS_1
"Oh... alat ini ya kak. Hem... iya Rindi mau tanam bunga kak sama Ryan." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Boleh kakak ikut bantu." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"***..." Kata Yeni yang baru saja mengatakan tiga huruf. Seketika terhenti saat Ryan dengan lantang nya menjawab ucapan Haikal.
"Nggak boleh, kakak gak boleh ikut." Kata Ryan dengan sangat cepat.
"Lah ko gitu. Kenapa kakak gak boleh ikut?" Kata Haikal membalas ucapan Ryan.
"Pokoknya nggak boleh ya nggak boleh kak. Ryan sama kakak cantik mau berdua aja tanam nya. Lebih baik sana kakak duduk aja sama auty di sana. Biar di sini Ryan sama kakak cantik aja." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.
"Nggak mau kakak, kakak kan mau nya sama pacar kakak. Kalau sama Rindi bisa - bisa ntar kakak berdebat lagi. Lebih baik sama kalian aja." Kata Haikal menolak ucapan Ryan.
"Hem... tapi di sini Ryan nggak mau kakak ikut. Titik pokok nya kakak nggak boleh ikut. Argh... Ryan nggak mau kakak ikut. Sana kak pergi, pergi." Kata Ryan yang langsung mendorong tubuh Haikal.
"Kakak nggak mau pergi Ryan." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.
"Kak ngalah aja ya. Kasian Ryan, mungkin lain waktu kita bisa nanam bersama. Kakak ngerti kan apa yang Yeni maksud." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Tapi yank, kakak pengen nya sekarang ikut nanam nya bareng kalian. Kapan lagi kalau nanti. Ryan boleh ya, please." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil membujuk Ryan untuk mengizinkan dirinya.
"Nggak boleh ya nggak boleh kak. Ryan mau nya sama kakak cantik aja. Hua... hiks... hiks... hiks..." Kata Ryan kemudian menangis.
"Kak... Yeni mohon, ngalah ya." Kata Yeni yang tak tega melihat Ryan menangis seperti itu.
"Hem... baik lah kakak pergi. Tapi kalau kalian udah selesai. Nanti ke sana ya." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Iya kak. Nanti Yeni sama Ryan ke sana." Kata Yeni sambil mengagukkan kepala nya saat membalas ucapan Haikal.
"Ya sudah kakak pergi dulu ya. Dah sayang, dah Ryan nyebelin." Kata Haikal membalas ucapan Yeni sambil berpamitan pada mereka berdua dan menatap tak suka pada Ryan.
__ADS_1
Bersambung...