
"Kenapa jawabannya hanya hem aja kak?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Pengen aja, gak boleh memangnya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Boleh sih, tapi..." Kata Rindi membalas ucapan Haikal. Namun malah berhenti dan tak melanjutkan lagi ucapannya.
"Tapi apa?" Kata Haikal yang menunggu kelanjutan dari ucapan Rindi. Tetapi tak kunjung ada. Sehingga Haikal pun bertanya pada Rindi.
"Em... gak jadi deh kak. Lupain aja." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Kamu nih kebiasaan banget sih. Udah buat orang penasaran malah gak jadi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Hehehe..." Kata Rindi hanya menjawab ucapan Haikal dengan senyuman tanpa merasa bersalah.
"Senyum aja bisanya, kakak gak butuh senyum kamu." Kata Haikal setelah melihat senyum Rindi.
"Gak papa kak, siapa tau ntar butuh. Hehehe..." Kata Rindi membalas asal ucapan Haikal.
"Mana ada kaya gitu." Kata Haikal bertanya pada Rindi.
"Ada kak kalau di adain mah." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Hem... ya udah terserah kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Yakin nih kak, terserah Rindi. Ayo coba pikirkan lagi. Takutnya ntar kakak nyesel karena udah bilang terserah Rindi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Lagian barusan kakak bilang kan terserah kamu bukan terserah Rindi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Hem... sama aja kali kak. Kamu yang kakak maksud kan Rindi. Memang nya salah Rindi bilang kaya gitu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Ya beda dong. Kakak kan bilangnya kamu bukan Rindi, dari huruf awal aja udah beda. Mana yang bisa di samainnya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Pikirkan aja sendiri sama kakak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Loh ko jadi kakak yang harus pikirin. Kamu dong yang harusnya jelasin." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Hahaha... hahaha... Oopppss... maaf, maaf Yeni gak sengaja." Kata Yeni malah tertawa tiba - tiba.
__ADS_1
"Loh yank, ko ketawa. Ada yang lucu emangnya." Kata Haikal kemudian bertanya pada Yeni.
"Iya Yen, ko kamu ketawa." Kata Rindi bertanya juga pada Yeni.
"Em... itu, anu aku lagi pengen aja ketawa. Soalnya lucu aja denger percakapan kalian." Kata Yeni membalas ucapan mereka berdua.
"Lucu Darimananya yank?" Kata Haikal yang aneh dengan jawaban Yeni.
"Lucu karena kalian berdua terus berdebat dan gak ada yang mau ngalah satu pun. Hahaha... hahaha... itu kan Yen, yang kamu ketawain." Kata Bagas yang membalas ucapan Haikal.
Sebelum mengangguk, Yeni pun sempat berpikir sejenak. Lalu setelah itu ia pun mulai mengangguk.
"Iya kak Bagas kurang lebih kaya gitu. Liat Rindi sama kak Haikal yang berdebat. Eh... malah ingin ketawa. Maaf ya kak Haikal, Rindi. Yeni barusan malah ketawa." Kata Yeni membalas ucapan Bagas sambil berkata juga pada Haikal dan Rindi.
"Jadi karena itu, kakak kira kamu yank, ketawa karena apa. Tapi, memangnya lucu ya debatnya kakak sama Rindi." Kata Haikal membalas ucapan yeni.
"Em... kalau boleh jujur sih, iya kak lucu. Buktinya aja barusan Yeni ketawa." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Hem... iya juga ya. Tapi, kakak ko merasa aneh. Darimananya yang lucu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Susah kak kalau harus Yeni jelasin. Soalnya menurut Yeni lucu aja." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
Bagas yang mendengar pertanyaan Haikal. Kini mulai ikut dalam pembicaraan mereka lagi.
"Kenapa harus tau sih, lagi pula barusan Yeni udah bilang kan. Susah itu artinya ya gak bisa jelasin. Ini malah masih tanya. Haikal, Haikal." Kata Bagas pada Haikal.
"Kenapa sih lo ikut aja pembicaraan orang. Bisa diam gak." Kata Haikal yang mulai emosi karena Bagas terus ikut dalam pembicaraan ia dan Yeni.
"Lagi pula gak ada larangannya. Gak boleh ikut bicara saat Haikal berbicara. Jadi, ya bebas - bebas aja bicara. Iya gak." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Terserah lo aja. Pusing lama - lama kakak bicara sama lo. Di kasih tau juga gak ngerti - ngerti. Persis banget sama orang yang duduk di samping lo itu. Kalian berdua kayanya cocok sama - sama susah untuk..." Kata Haikal membalas ucapan Bagas. Namun, belum sempat ia selesaikan.
Rindi yang tiba - tiba ikut di libatkan. Mulai memotong ucapan Haikal.
"Bentar, bentar kak. Ini ko malah Rindi ikut di bawa - bawa sih." Kata Rindi yang memotong ucapan Haikal.
"Ya kan, kamu memang kaya gitu orang nya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
__ADS_1
"Apa nya yang kaya gitu kak. Rindi gak seperti apa yang kakak bilang." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Itu menurut kamu, tapi beda lagi kalau menurut kakak. Udah jangan protes." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Kalau protes itu wajib kak, lagi pula Rindi gak terima di bilang kaya gitu. Apa - apaan Rindi malah diam dan terima gitu aja." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Hem... tuh, liat sendiri kan lo gas, lo itu cocok deh sama si cerewet Rindi. Sama - sama buat gue kesal." Kata Haikal pada Bagas.
"Cocok dalam hal apa?" Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Ya dalam buat gue emosi. Lo berdua sama - sama ngeselin. Kalau lo berdua bersatu. Gue yang akan stres ntar." Kata Haikal membalas asal ucapan Bagas.
"Hahahaha... kayanya boleh di coba tuh. Rin yuk sama - sama buat Haikal stres." Kata Bagas membalas ucapan Haikal dengan berbicara juga pada Rindi.
"Wah lo parah gas. Masa iya mau buat gue stres." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Bukan parah Haikal, tapi gue pengen tau aja. Kalau lo stres kaya gimana. Penasaran soalnya gue." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Lo penasaran sampai mau lakuin itu. Ckckck... ckckck..." Kata Haikal membalas ucapan Bagas sambil menggelengkan kepala nya.
"Hem... ayo deh kak Bagas. Rindi setuju kita buat kak Haikal stres." Kata Rindi membalas ucapan Bagas.
"Ayo sekarang atau nanti buat stres nya." Kata Bagas membalas ucapan Rindi.
"Sekarang aja deh kak. Kayanya seru." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Oke, kalau gitu. Darimana nih kita mulai nya." Kata Bagas membalas ucapan Rindi.
Rindi pun kemudian mulai berpikir cara yang akan ia lakukan untuk membuat Haikal stres.
Belum sempat Rindi memberitahu cara nya. Tiba - tiba terdengar suara Yeni.
"Rindi sama kak Bagas ko sampai setega itu mau buat kak Haikal stres. Jangan kaya gini ya kak Bagas, Rindi kamu juga jangan kaya gini ya." Kata Yeni pada Bagas dan Rindi.
"Kamu denger gak Rin, ada yang bela Haikal nih. Katanya biar kita gak buat Haikal stress." Kata Bagas pada Rindi setelah Yeni menyelesaikan ucapan nya.
"Iya kak denger banget malahan." Kata Rindi membalas ucapan Bagas.
__ADS_1
"Kalau menurut kamu gimana? dilanjutin atau nggak." Kata Bagas membalas ucapan Rindi.
Bersambung...