Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 92 Pengagum Rahasia


__ADS_3

"Yang gampang aja kamu bikin ribet. Apalagi kalau yang susah, Rindi, Rindi mau sampai kapan sih kaya gini." Kata Haikal menggerutu pada Rindi.


Sehingga suara Haikal tersebut sedikit tak jelas saat Rindi mendengar ucapannya itu.


"Kak, bicara apa sih. Yang jelas dong biar Rindi bisa paham." Kata Rindi bertanya pada Haikal.


"Em... kakak bicara, udah lah gak perlu di bahas lagi. Sekarang kakak deketin kamu ya. Soalnya kakak kalau gak di kasih tau makin penasaran." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan mengalihkan pembicaraan.


"Baiklah kak, sini deket Rindi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil melambai - lambaikan salah satu tangannya untuk meminta Haikal segera mendekat.


"Iya bawel, ini juga mau deketin kamu." Kata Haikal mulai emosi saat membalas ucapan Rindi.


"Hehehehe... maaf." Kata Rindi tersenyum saat membalas ucapan Haikal.


Tak ada jawaban dari Haikal atas ucapan Rindi barusan. Karena saat ini Haikal sedang mendekatkan dirinya pada Rindi.


Tak menunggu lama kini tubuh Haikal pun sudah sangat dekat dengan Rindi.


"Ayo kasih tau kakak." Kata Haikal ketika telah berada di dekat Rindi.


"Masih jauh kak, liat bibir Rindi aja masih jauh jaraknya sama telinga kakak. Sini deketin lagi dong." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dan meminta Haikal untuk lebih dekat dengan dirinya.


"Kamu kan tinggal majuin tubuh kamu dikit. Apa susah nya sih." Kata Haikal protes dengan permintaan Rindi tersebut.


"Iya sih kak nggak sudah. Tapi Rindi lagi males gerak aja. Jadi biar cepat kakak yang deketin tubuh kakak aja. Itu juga kalau kakak mau cepet tau." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dan masih tetap pada keinginnyannya agar Haikal mau mendekat lagi. Bahkan ia pun sempat ingin memberikan sebuah ancaman pada Haikal.


"Iya deh iya kakak ngalah. Nih, sekarang udah deket." Kata Haikal yang langsung mendekatkan telinganya pada bibir Rindi. Sehingga jaraknya hanya tersisa beberapa cm saja.


"Udah, sekarang Rindi kasih tau kakak ya. Jadi, yang hubungi aku barusan adalah salah satu pengagum rahasia kakak. Cie... yang punya pengagum." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil berbisik di telinga Haikal.


Haikal yang mendengar bisikan Rindi seketika mengerutkan alisnya.

__ADS_1


"Maksudnya kamu siapa? terus sejak kapan juga kakak punya pengagum rahasia?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan sebuah pertanyaan.


"Udah dari dulu kali kak. Tapi sayangnya kakak nggak pernah peka. Kadang Rindi suka kasihan sama pengagum rahasia kakak itu. Tapi, mau gimana lagi. Rindi juga nggak bisa berbuat banyak buat bantu dia." Kata Rindi membalas ucapan Haikal yang masih membuat Haikal kebingungan.


"Siapa Rindi pengagum rahasia itu. Jangan buat kakak makin penasaran." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Kalau kakak pengen tau. Ntar juga datang orang nya dan Rindi harap setelah dia datang kakak masih mengingat perkataan Rindi barusan sehingga bisa kakak pertimbangkan nanti." Kata Rindi membalas ucapan Haikal tanpa jawaban yang pasti. Karena masih ada misteri di balik ucapannya itu.


"Kamu nih kenapa pinter banget atau bahkan hobi sih buat orang penasaran. Oke, kakak akan tunggu sampai orang nya ada. Apalagi kakak makin penasaran juga." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Tunggu aja kak paling sekitar empat puluh lima menit orangnya datang." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Gitu ya, em... ya udah kalau gitu kita langsung susul mamah sama bunda." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil mengalihkan pembicaraan dengan mengajak Rindi untuk menemui tante Ratna dan ibu.


"Oke, yuk Rindi dulu yang jalannya. Ntar kakak di belakang Rindi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Lah ko gitu sih. Kenapa gak di samping kamu aja jalannya." Kata Haikal yang heran dengan ucapan Rindi tersebut.


Haikal yang di minta Rindi seperti itu, tanpa pikir panjang lagi ia pun mulai melihat ke tangan miliknya.


Setelah melihat ke tangannya, barulah ia tau apa yang di masuk oleh Rindi tersebut.


"Hehehehe... maaf kakak lupa." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan tersenyum.


"Hem... ya udah sekarang kakak jalannya di belakang Rindi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil meminta Haikal untuk berjalan di belakangnya.


"Oke, tapi kamu nggak marah kan sama kakak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil bertanya juga pada Rindi.


"Nggak" kata Rindi hanya menjawab ucapan Haikal dengan satu kata saja.


"Yakin nih nggak, kamu nggak lagi bohongi kakak kan." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.

__ADS_1


"Nggak kakak ku yang bawel. Rindi beneran nggak marah banyak. Tapi, hanya sedikit. Jadi masih bisa di maafkan dan di lupakan." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Itu artinya kamu maafin kakak dong." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Nggak, Rindi nggak maafin kakak. Makannya barusan Rindi bilang kaya gitu ke kakak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Ko gitu sih, kamu jahat banget sama kakak. Kakak kan tanya ke kamu." Kata Haikal yang sepertinya salah paham dengan ucapan Rindi.


"Hadeh... kakak mau Rindi maafin kan. Iya bener kaya gitu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dan meminta Haikal untuk segera menjawab ucapan nya.


"Iya" kata Haikal hanya membalas ucapan Rindi dengan satu kata saja.


"Ya udah, sekarang Rindi maafin kakak. Kakak seneng dengernya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Sedikit lebih baik dari sebelumnya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Tak masalah setidaknya sekarang kakak nggak akan tanya lagi kan ke Rindi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Maksudnya kamu?" Kata Haikal yang lagi - dan lagi tak memahami ucapan Rindi.


"Maksud Rindi tuh, jadi sekarang kakak nggak akan tanya ke Rindi apa Rindi maafin kakak atau masih marah lagi ke kakak atau nggak. Itu yang Rindi maksud." Kata Rindi menjelaskan ucapannya pada Haikal.


"Oh jadi kaya gitu. Kakak kira apa tadi. Kenapa nggak bilang seperti ini aja sih Rindi. Kamu malah muter - muter kaya kipas angin bicara nya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Sebenernya kalau kakak paham ucapan aku yang awal itu bahkan lebih simpel dari ucapan aku yang barusan. Tapi, ya udah lah kakak suka nya di perjelas nggak mau yang singkat dan simpel." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Masa sih kakak kaya gitu. Perasaan kakak nggak sampai kaya gitu deh Rindi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Itu kan perasaan kakak, beda lagi sama orang yang bicara sama kakak. Kalau kakak nggak percaya, kakak bisa tanya ke orang yang bicara sama kakak selain Rindi. Gimana pendapat mereka nanti, akan kakak dapati jawabannya. Itu juga kalau kakak mau tau jawabannya sih." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2