Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 159 Mencairkan Suasana


__ADS_3

"Ih... kesel deh Rindi jadinya. Nggak ada kata lain apa." Kata Rindi yang malah menjadi kesal saat mendengar ucapan Haikal.


"Nggak ada makannya kakak bilang gitu." Kata Haikal membalas santai ucapan Rindi.


"Ya udah kakak diem aja. Jangan bicara lagi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Males kalau kakak harus diem." Kata Haikal menolak ucapan Rindi.


"Kalau gak mau diem, kakak jawab nya jangan kaya gitu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Hem... akan kakak coba." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Awas ya kalau sampai bohong." Kata Rindi memperingati Haikal agar tak membohonginnya.


"Iya, iya kakak gak akan bohong." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Kita liat nanti. Kalau kakak bohong ada hukumannya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Lah ko jadi kaya gitu." Kata Haikal yang heran dengan ucapan Rindi.


"Ya gapapa gak ada salah nya kan buat jaga - jaga. Rugi dong kalau gak ada hukuman." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan begitu santainya.


"Terserah mu lah. Paling hukumannya tentang uang. Kamu kan gak jauh dari itu kasih hukuman. Kakak juga suka heran, ko bisa gitu minta hukuman sama uang melulu. Gak ada ide lain apa selain itu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi cukup panjang.


"Bukan gak ada kak, tapi karena biar simple aja hukumannya kaya gitu. Ya udah deh, kalau kakak mau ganti hukumannya. Rindi awalnya mau kasih hukuman mengenai uang sih. Tapi, berhubung kakak minta hukuman yang lain. Oke deh Rindi penuhi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Apa hukumannya?" Kata Haikal langsung bertanya pada intinya.


"Kakak harus berdandan kaya cewe dari mulai wajah, rambut, pakaian, sepatu, sampai aksesoris juga kakak harus kenakan itu semua. Setelah itu, kakak berjalan keliling kompleks sambil foto lalu upload di sosmed. Gimana kakak setuju gak hukumannya. Em... tapi Rindi rasa kakak setuju sih. Oke deh, fiks ya itu hukumannya. Yeni sama kak Bagas jadi saksi nya. Deal..." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"What? kamu gak salah bikin hukuman kaya gitu. Not, not, kakak gak setuju. Ganti coba hukumannya. Apa - apaan main deal, deal aja. Kakak belum bilang setuju juga." Kata Haikal yang tak terima dengan hukuman Yang akan Rindi berikan itu.

__ADS_1


"Udah gak bisa kak, kakak tadi kenapa diem terus. Ya udah deh, berhubung kakak diem. Rindi artiin kalau kakak itu setuju sama hukumannya. Jadi, not penolakan." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Hey, nggak bisa kaya gitu. Ganti, kakak gak setuju." Kata Haikal masih ingin mengubah hukuman yang akan ia terima.


"Not kak, tak ada penolakan sama sekali. Intinya kakak harus terima." Kata Rindi masih tak mau memenuhi permintaan Haikal.


"Kalau gitu kakak gak mau ada hukuman. Dan gak akan setuju apapun yang kamu bilang tentang hukuman itu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Ya, ko gitu sih kak. Sayang banget tau, kalau kakak gak setuju sama hukumannya. Rindi udah pikirin ini baik - baik. Ah... sedihnya Rindi. Apa yang Rindi pikirkan tak berjalan dengan baik." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


Haikal yang mendengar ucapan Rindi tersebut. Kini ia hanya terdiam tak berniat untuk menjawab lagi ucapan Rindi.


Bahkan pandangannya pun kini hanya ia fokuskan ke layar hanphone miliknya. Lalu membuka sebuah aplikasi game dan setelah itu, ia larut dalam permainan game di aplikasi itu.


Rindi melihat Haikal yang malah mengabaikannya, kini mulai mengeluarkan suaranya lagi.


"Ih... kak Haikal makin jahat banget sih sama Rindi. Rindi kan lagi bicara sama kakak. Ko malah kakak nya sibuk liat hanphone. Sebel deh Rindi jadinya." Kata Rindi pada Haikal.


Karena saat ini ia sedang fokus menenangkan permainan dalam game.


"Ya ampun kak sampai segitu nya sama Rindi." Kata Rindi pada Haikal lagi.


"Hem... ya udah deh hanphone kakak lebih kakak peduliin. Jadi nikmati saja apa yang kakak peduliin itu." Kata Rindi akhirnya mengakhiri ucapannya.


Kini ia pun mulai sibuk melihat layar handphone dan yang tersisa hanya Yeni dan Bagas yang saling memberikan kode. Karena mereka berdua sedari tadi hanya bisa menjadi pendengar dan melihat percakapan diantar Rindi dan Haikal.


Setelah memberikan kode satu sama lain barulah Bagas mulai mengeluarkan suaranya.


"Em... Rindi, Haikal kalian ko malah pada sibuk sama hanphone. Gak mau berbicara santai lagi nih." Kata Bagas mencoba mencairkan suasana. Walau ia tak yakin ucapannya ini akan membuat keduanya kembali berbicara.


Dan ternyata benar, saat ia telah menyelesaikan ucapannya. Baik Rindi atupun Haikal mereka berdua hanya tetap sibuk pada layar handphone nya masing - masing.

__ADS_1


Lalu Bagas pun memberikan kode pada Yeni untuk Yeni mengeluarkan suaranya.


Setelah melihat kode dari Bagas, kini Yeni lah yang mulai mengeluarkan suaranya.


"Kak Haikal sama Rindi. Gak akan bicara lagi sama Yeni. Ko pada sibuk sama hanphone." Kata Yeni pada Haikal dan Rindi.


Ucapan Yeni ini awalnya membuat Yeni tak yakin mereka berdua akan menjawab ucapannya itu. Namun, ternyata ucapannya ini akhirnya membuat Rindi mengeluarkan suaranya.


"Kamu bicara apa Yen. Bilang aja nanti aku jawab." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Em... kalau kak Haikal gimana? gak mau jawab ucapannya Yeni." Kata Yeni kembali bertanya pada Haikal.


"Haikal yang tak bisa mengabaikan ucapan Yeni terlalu lama. Kini mulai menjawab ucapan Yeni.


"Gak mungkin dong yank, kakak gak jawab ucapan kamu. Ayo kamu mau bicara apa? biar kakak jawab nanti." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Leganya yeni, kirain Yeni kak haikal mupun Rindi tak mau jawab lagi ucapan Yeni. Tapi, sekarang Yeni merasa lega karena ternyata pemikiran Yeni salah." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Lagian yank, abaikan ucapan kamu terlalu lama itu gak baik dan pasti nya kakak gak bisa." Kata Haikal mulai berulah lagi.


"Basi bro, lo bicara terlalu lebay. Ntar lama - lama lo bisa jadi bucin." Kata Bagas yang tiba - tiba ikut dalam pembicaraan.


"Lo belum tau aja rasa nya bucin. Tapi, tak masalah sih kalau gue di bilang bucin karena memang kenyataan nya sih. Sekarang gue bucin." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Oh ya, ko gue baru tau. Seorang Haikal bucin sampai di akui." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Hem... karena lo gak tau aja rasanya bucin." Kata Haikal yang malah jawaban nya terus ia ualng - ulang lagi. Terutama kaya bucin ia terus ada kan kata itu saat berbicara.


"Hem... iya deh iya gue akui gue memang belum bucin di depan lo, tapi di belakang lo gue juga pernah bucin kali. Sampai akhirnya gue kembali ke sini jauh - jauh karena gue ingin bersama dengan orang yang buat gue bucin." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Masa sih bro kaya gitu." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2