
"Ckckck... ini nggak ke balik apa. Harusnya kan kakak yang bilang kaya gitu. Kamu tau sendiri bukan, setiap kamu bicara kakak selalu emosi. Jadi sepertinya kamu amnesia sampai salah ucap kaya gitu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Not kak, kakak yang sebenarnya amnesia bukan Rindi." Kata Rindi yang tak terima saat Haikal mengatakan dirinya amnesia.
Sehingga dengan berani ia pun membalas ucapan Haikal tersebut dengan membalikan keadaan.
"Lah, lah ko jadi seperti itu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
Sebelum bibir Rindi mengeluarkan suara. Tiba - tiba terdengar suara celetukan Ryan untuk mereka.
"Stop kak, stop auty kalian berdua sama - sama amnesia. Itu lebih adil, jadi udah ya berantemnya. Ryan pusing liat ke arah kakak, terus liat lagi ke arah auty. Kan jadinya kepala Ryan tengok sini tengok sana. Pusing tau, kalau Ryan pingsan di sini gimana? Kakak sama auty mau bertanggung jawab memangnya." Kata Ryan pada mereka berdua dengan ciri khas suara anak kecil yang menggemaskan.
"Kalian bisa denger sendiri bukan. Ryan aja pusing liat kalian apa lagi tante, mamah, mbak, Yeni sama satu lagi. Eh... bentar ko tante kaya kenal. Kamu... Gas... Gas... ah... iya Bagas kan." Kata tante Ratna berbicara pada mereka berdua saat Ryan telah selesai bicara.
"Apaan sih mah, ini yang mulai duluan kan Rindi. Kenapa Haikal ikut di marahi juga." Kata Haikal protes pada tante Ratna.
"Iya tante saya Bagas." Kata Bagas membalas ucapan tante Ratna.
"Maaf tante, Rindi gak bermaksud seperti itu ko. Sekali lagi maafin Rindi." Kata Rindi membalas ucapan tante Ratna.
"Sudah lah tante bosan bicara sama kalian berdua. Lebih baik sekarang tante bicara dulu sama Bagas." Kata tante Ratna membalas ucapan Rindi dan Haikal dengan acuh tak acuh.
"Gini amat sih, anak sendiri sampai di acuh kan." Kata Haikal dengan suara yang sangat pelan namun masih terdengar oleh tante Ratna.
"Mamah masih denger ucapan kamu Haikal. Jangan coba - coba." Kata tante Ratna memperingati Haikal.
"Bagus kalau hal itu terjadi. Itu artinya mamah bisa tak pilih kasih sama anak sendiri." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.
"Sudah lah kamu bawa Ryan main dulu sana. Sekalian kenal kan Ryan sama Yeni biar mereka lebih akrab." Kata tante Ratna menyarankan sesuatu yang membuat Haikal tersenyum lebar.
"Ah... mamah pengertian banget. Dengan senang hati Haikal akan memperkenalkan mereka mah." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.
__ADS_1
"Ya sudah kenapa masih diem. Sana pada pergi." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal.
Refleks karena mendengar suara tante Ratna yang menyuruh pergi. Bagas pun mulai melangkahkan kaki meninggalkan tante Ratna.
Namun, sebelum di langkah ke empat Bagas mendengar kembali suara tante Ratna.
"Stop, Bagas kamu kenapa pergi? tante kan mau bicara sama kamu." Kata tante Ratna pada Bagas.
"Maaf tante, saya kira tante juga suruh saya buat pergi." Kata Bagas membalas ucapan tante Ratna.
"Ah... tidak, kamu salah paham. Barusan tante suruh pergi Haikal. Bukan kamu, ayo sini duduk dulu. Tante pengen bicara sama kamu." Kata tante Ratna membalas ucapan Bagas.
"Saya kira saya juga di suruh pergi. Baik kalau begitu tante saya akan duduk. Sebelumnya terimakasih telah mempersilahkan saya duduk." Kata Bagas membalas ucapan tante Ratna.
"Iya." Kata tante Ratna dengan tersenyum.
"Giliran bicara sama Bagas mamah ramah kaya gitu. Tapi, saat bicara sama Haikal kayanya gak ada kebaikan sama sekali, bahkan suara mamah aja penuh penekanan. Sedih nya jadi Haikal." Kata Haikal saat ia mulai pergi meninggalkan tante Ratna.
"Baik lah Haikal akan jaga ucapan Haikal di lain waktu." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.
"Sekarang saja tak perlu nunggu di lain waktu." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal.
"Kalau sekarang Haikal tidak bisa." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.
"Kenap bisa kaya gitu?" Kata tante Ratna yang penasaran dengan ucapan Haikal.
"Ya karena saat ini Haikal akan memperkenalkan Yeni pada Ryan lalu mamah bukannya akan berbicara dengan Bagas. Kalau sekarang Haikal perbaikan ucapan Haikal ntar akan selesai sampai malem." Kata Haikal membalas asal ucapan tante Ratna.
"Dasar aneh, anak siapa sih kamu." Kata tante Ratna yang mulai geram dengan setiap ucapan Haikal yang tak masuk akal.
"Mamah memangnya lupa punya anak yang super ganteng, baik hati dan tidak sombong ini. Masa gak tau sama anak sendiri." Kata Haikal dengan penuh percaya diri saat membalas ucapan tante Ratna dengan memuji dirinya sendiri.
__ADS_1
"Buaha... hahaha... ganteng, baik hati dan tidak sombong. Sepertinya itu tak ada dalam diri kakak deh. Hahahaha... hahaha..." Kata Rindi yang tiba - tiba tertawa begitu keras saat Haikal telah selesai bicara.
"Tutup mulut mu, tak ada yang menyuruhmu untuk mengeluarkan suara bukan. Jadi, kamu gak boleh bicara." Kata Haikal dengan kejamnya saat membalas ucapan Rindi.
"Hem... memang tak ada, tapi Rindi pengen aja langsung bicara. Karena ucapan kakak itu sangat di luar kenyataan. Makannya Rindi gak tahan dan langsung aja ketawa dan berbicara seperti tadi." Kata Rindi membalas apa adanya ucapan Haikal.
"Terserah mu lah. Pusing lama - lama tetep di sini. Yank, em... maksudnya Yeni, Ryan, ayo kita pergi ke sana." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil berbicara juga pada Ryan dan Yeni.
Yeni yang sebelum nya terdiam sempat terkejut karena tiba - tiba ia mendengar suara Haikal yang memanggil dirinya.
"Eh... iya kak, kita mau pergi kemana?" Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Iya kak, mau pergi kemana?" Kata Ryan memabalas ucapan Haikal.
"Ke lubang semut mencari makanan." Kata Haikal membalas asal ucapan mereka berdua.
"Lah kak memangnya bisa." Kata Yeni yang mulai merasa aneh dengan jawab Haikal tersebut. Sehingga ia pun bertanya pada Haikal.
"Bisa, nanti kakak buat lubang semut nya jadi besar. Biar kita bisa pergi ke dalam sana." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Caranya dengan seperti apa kak?" Kata Ryan yang mulai ikut terlibat dalam pembicaraan.
"Caranya ntar kamu pasti tau ko. Sekarang lebih baik kita langsung pergi yuk." Kata Haikal membalas ucapan Ryan dan mulai mengajak mereka untuk pergi.
"Yah, kecewa dong Ryan. Kakak ko main rahasia - rahasian sih. Ryan kan jadi penasaran." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.
"Hilangkan dulu saja rasa penasaran nya. Biar nanti kamu gak jadi pusing." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.
"Sepertinya susah kak, Ryan sudah penasaran. Kasih tau dong kak, please ya kasih tau please." Kata Ryan dengan mengatupkan ke dua tangan nya saat ia mengatakan kata please.
Bersambung...
__ADS_1