Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 89 Bener - Bener Tega


__ADS_3

"Kamu nih Ratna, bisa aja buat mereka seperti itu. Kamu liat tadi ekspresi dari wajah mereka. Begitu takut dan yang lebih menggemaskan lagi saat mereka langsung menuruti keinginan kamu. Ya ampun wajah mereka itu loh. Bikin pengen ketawa bener - bener." Kata ibu pada tante Ratna.


"Em... bener banget mbak, wajah mereka yang terakhir itu loh yang buat saya juga pengen ketawa. Ya udah mbak gimana kalau kita ketawa bareng aja. Ya, walaupun terlambat.


Tapi, kan gak masalah dari pada nggak sama sekali. Iya nggak mbak." Kata tante Ratna membalas ucapan ibu sambil memberikan saran untuk ketawa bersama.


"Boleh tuh kayanya tak masalah seperti itu." Kata ibu menyetujui saran dari tante Ratna.


Sehingga dalam hitungan tiga mereka berdua pun tertawa egitu kerasnya.


"Hahahaha... Hahaha... mereka berdua lucu banget mbak Hahaha... Hahaha..."


"Hahaha... Hahaha... iya bener banget Ratna Hahaha... Hahaha..."


Itulah tawa yang mereka keluarkan begitu sangat menggema.


Dan tanpa mereka sadari dua orang yang mereka tertawa kan ternyata mendengar semua ucapan mereka.


"Ya ampun kak, jadi kita hanya kena candaan aja. Tante sama ibu nih bener - bener tega." Kata Rindi pada Haikal.


"Hem... iya Rindi kita malah di buat lelucon. Kakak kira juga mamah beneran bersikap seperti itu. Ternyata hanya candaan aja. Sakit nya di ketawaain." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Bener banget kak sakit bahkan sakit banget. Gimana kalau rasa sakit kita nih kita balas." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan memberikan sebuah ide.


"Maksudnya kamu apa?" Kata Haikal yang belum paham apa yang di maksud oleh Rindi sehingga ia pun bertanya pada Rindi.


"Masa nggak paham sih kak. Maksud aku tuh jelas banget loh. Kita balas perbuatan ibu sama tante Ratna. Gimana, kakak setuju gak?" Kata Rindi menjelaskan ucapannya pada Haikal.


Haikal kemudian terdiam. Entah ia sedang mempertimbangkan ucapan Rindi atau karena ia sedang mencari jawaban yang pas untuk menjawab ucapan Rindi barusan.


Rindi yang melihat hal ini pun kemudian mengeluarkan suara nya lagi pada Haikal.

__ADS_1


"Kak ko malah diem sih. Jawab dong pertanyaan Rindi barusan gak akan ada jawaban kalau kakak gak mau jawab. Ayo cepat jawab. Waktunya tersisa sedikit nih. Rindi kan orang sibuk." Kata Rindi melanjutkan lagi ucapan nya karena Haikal tak kunjung menjawab ucapan nya.


"Hem... gitu ya, bentar dong Rindi ini juga kakak mau jawab. Tapi, ya perlu waktu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Sampai kapan?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan sebuah pertanyaan.


"Em.. satu jam, satu hari, satu minggu, satu bulan atau bisa juga satu tahun." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Kalau gitu kenapa gak sekalian satu abad. Lama bener sampai harus nunggu kaya gitu. Rindi kasih waktu sepuluh menit, eh tapi kelamaan kalau sepuluh menit, lima menit aja deh. Kakak harus udah jawab ucapan Rindi. Oke, nggak ada penolakan lagi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Hem... pelit amat sih. Tambahin dikit dong waktunya. Kalau lima menit terlalu sedikit, setengah jam deh ya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Kalau setengah jam kita gak akan jadi balas perbuatan ibu dan tante Ratna. Apalagi kita kan di suruh ambilkan minum. Masa iya sampai setengah jam ambil minum juga. Kan gak mungkin apalagi jaraknya gak sampai berkilo - kilo. Kakak nih ya suka belajar pintar sih." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Hem... kalau di pikir - pikir ucapan kamu ini ada bener nya juga sih. Ya udah deh, kalau gitu kakak jawab sekarang." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Ya udah apa jawabannya kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil bertanya juga pada Haikal.


"Bukan kaya gitu kak, tapi ya biar cepet tau aja jawabannya apa." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Hem... gitu ya, bukannya sama aja kalau kaya gitu. Ujung - ujungnya kamu juga pengen tau secepatnya. Tapi, ya udah deh berhubung kamu udah gak sabar kakak juga akan langsung kasih tau kamu ko." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Apa jawaban nya kak?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Jawabnya kamu yakin mau balas perbuatan mamah dan bunda. Nggak takut kualat karena balas perbuatan orang tua." Kata Haikal akhirnya memberitahukan jawab nya pada Rindi.


Sebelum menjawab, Rindi pun sempat terdiam untuk beberapa saat. Kemudian setelah itu ia mulai menjawab ucapan Haikal.


"Sebenernya sih ada takutnya juga kak. Tapi, kalau gak di bales, Rindi gak terima di tertawain kaya gini. Kakak memang nya terima di tertawain kaya barusan." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Kalau boleh jujur sih kakak juga gak terima. Tapi, mau gimana lagi. Masa harus di balas. Mereka kan orang tua kita." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.

__ADS_1


"Hem... iya sih kak. Jadi keputusannya apa?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil bertanya juga pada Haikal.


"Ya kakak gak akan balas mereka. Tapi, kalau kamu masih pengen balas ya silahkan. Tapi kakak nggak ikut." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Ya, kalau kaya gitu Rindi gak jadi balas aja deh. Soalnya ntar Rindi bakalan kalah. Ibu kan berdua sama tante. Sedangkan Rindi hanya satu orang. Jadi, udah pasti kalah kalau ketahuan." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Ya udah pasrahin aja. Nanti juga pasti ada kesempatan. Walaupun nggak tau kapan ada kesempatannya. Ya udah yuk, langsun ambil minum aja." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil mengalihkan pembicaraan.


"Iya kak, yuk." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


Kini mereka berdua pun mulai berjalan untuk mengambil minum.


Tap... Tap...


Suara langkah kaki itu terdengar, sampai akhirnya berhenti ketika mereka telah sampai di tempat tujuan mereka.


"Ini minumnya mau kakak yang bawa atau sama - sama bawanya. Maksudnya aku masing - masing, kakak ambil minum buat tante dan Rindi ambil minum buat ibu." Kata Rindi pada Haikal saat mereka telah sampai ditempat tujuan.


"Sepertinya masing - masing aja Rindi. Biar sama - sama bawa. Jadi, nggak ada yang nggak bawa." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Baiklah kak, kalau kakak maunya kaya gitu." Kata Rindi menyetujui ucapan Haikal.


"Oke" kata Haikal membalas ucapan Rindi hanya dengan satu kata saja.


Kemudian mereka berdua pun telah memegang minuman di tangan mereka masing - masing. Setelah itu, mereka berdua pun mulai berjalan untuk menemui tante Ratna dan ibu.


Tap... Tap...


Tak ada yang bicara saat di perjalanan menuju tempat ibu dan tante Ratna. Karena saat ini mereka berdua hanya saling terdiam. Sampai pada akhirnya mereka berdua pun telah berada di depan ibu dan tante Ratna.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2