Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 84 Penuh Emosi


__ADS_3

"Lupain deh, kakak males kasih tau nya. Ntar abis ini nih, kamu pasti tanya lagi. Jadi untuk menghindari pertanyaan kamu ini. Kakak mau ke mamah sama bunda aja dulu. Dah Rindi si bawel." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil pergi meninggalkan Rindi tanpa menunggu jawaban Rindi sama sekali.


"Ih... ko bilang Rindi si bawel sih kak. Nyebelin, bikin kesel terus sih. Ku jadikan percobaan juga ntar kakak. Argh... awas aja dan tunggu tanggal mainnya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan geram.


"Siapa takut, kakak tunggu kamu jadikan kakak percobaan." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan membalikan tubuh nya sebentar lalu menjulurkan lidah di akhir kalimat yang ia ucapkan tersebut pada Rindi.


"Argh... Rindi potong juga lidah kakak. Biar gak berani kaya gitu lagi ke Rindi. Awas ya kak." Kata Rindi sambil menunjuk - nujuk Haikal dengan penuh emosi.


"Gak takut, gak takut. Dah Rindi kakak tinggal dulu ya. Tapi, setelah kakak tinggal kamu jangan kangen ya. Ntar, bisa - bisa kamu sakit karena terlalu lama kangen sama kakak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan penuh percaya diri.


Sementara Rindi yang mendengar ucapan Haikal ini. Rasa nya ingin muntah saat itu juga.


Apalagi kata - kata yang di ucapkan Haikal sangat - sangat membuat Rindi mual.


"Apa? aku kangen sama kakak. Mana mungkin yang ada aku muak mendengar ucapan kakak barusan. Pengen rasanya aku muntah." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Kalau mau muntah, muntah aja. Dari pada di tahan - tahan ntar yang ada nambah penyakit. Iya gak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil menaik turunkan alisnya di ujung kalimat yang ia ucapkan.


"Bodo amat, Rindi gak peduli." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan cuek.


"Ckckck... ckckck... kamu nih, kakak bilangin ntar bisa sakit. Tapi, jawabannya malah kaya gini. Kamu gak kasian apa sama bunda. Ntar bunda nangis loh liat kamu sakit." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Udah sana kak pergi, capek lama - lam bicara sama kakak." Kata Rindi yang saat ini malah meminta Haikal untuk pergi.


"Hem... tapi kakak suka loh bicara sama kamu. Terus gimana kalau kaya gitu?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Ntah lah Rindi gak tau. Udah sana pergi kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dan meminta Haikal untuk pergi.

__ADS_1


"Ceritanya nih, kamu ngusir kakak. Hem... kalau iya, ko kamu tega sama kakak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Bukan ngusir kak tapi suruh kakak pergi. Lagi pula kalau kakak tetep disini lama - lama tekanan darah Rindi bisa naik." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Bukan nya sama aja ya. Ujung - ujungnya kamu ngusir kakak. Rindi, Rindi, ya udah deh kakak pergi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Beda kak, beda. Ya udah sana kalau mau pergi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Yakin nih, kamu suruh kakak pergi. Nggak akan tahan kakak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Apaan sih kak, malah bilang kaya gitu. Makin sebel dan mual nih perut Rindi. Terus dengar ucapan lebay kakak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Di muntahin aja kalau gitu. Apa susah nya. Jangan di biarkan, lebih baik kamu keluarkan muntah nya. Ntar makin sebel." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil memberikan saran pada Rindi.


"Gak kak, gak mau Rindi muntahin. Sayang kalau di muntahin." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Kalau bicara sama Rindi bikin ngaco, kenapa kakak masih bicara sam Rindi. Jadi yang ngaco di sini tuh siapa?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Ya kamu lah, masa bisa tiba - tiba kakak yang ngaco. Itu kan jadi nya aneh." Kata Haikal sambil menunjuk Rindi.


"Terserah kakak lah. Pusing lama - lama bicara sama kakak. Udah sana kak ketemu tante sama ibu sana jangan lupa air minumnya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan mengalihkan pembicaraan.


"Gini nih kalau bicara sama kamu suka gak tuntas. Malah di tanggung terus. Jadinya kan bikin orang penasaran." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Siapa suruh bicara sama aku. Nggak ada yang suruh juga kan. Jadi, ya itu resiko mereka." Kata Rindi membalas santai ucapan Haikal.


"Iya juga ya, eh... tapi tetep aja kamu salah. Karena udah buat orang penasaran." Kata Haikal yang awalnya menyetujui ucapan Rindi. Namun, tiba - tiba ia menyadari bahwa ucapan Rindi tersebut tak sepenuhnya benar.

__ADS_1


"Ko aku jadi salah sih kak. Harusnya kan mereka yang salah bukan aku. Em... tapi ya udah lah, lagi pula gak penting berdebat mengenai hal ini. Udah sana kak pergi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Kalau kakak gak mau gimana?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan sebuah pertanyaan.


"Ya, kalau kakak gak mau. Ya udah, gak usah pergi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Em... tapi kakak gak mau di tahan sama kamu. Kakak akan tetep pergi ko." Kata Haikal membalas ucapan Rindi. Tetapi ucapan Haikal ini membuat Rindi mengerutkan alisnya karena aneh mendengar ucapan Haikal tersebut.


"Maksudnya kakak apaan sih? ko jadi aneh." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan sebuah pertanyaan.


"Nggak apa - apa, kalau gitu kakak pergi ya." Kata haikal membalas ucapan Rindi. Lalu membalikan tubuhnya dan kemudian ia pun pergi melangkah kan kaki meninggalkan Rindi.


"Apaan sih kakak ini, bicara nya ko makin aneh dan gak jelas. Ah... masa bodo deh, kakak mau bicara apa. Lebih baik aku nikmati aja rasa santai ini." Kata Rindi berbicara pada dirinya sendiri saat Haikal telah pergi meninggalkan dirinya.


Setelah itu, Rindi pun mulai merebahkan tubuhnya pada kursi yang ia duduki saat ini. Lalu tak lama setelah itu. Ia mulai menutup matanya perlahan demi perlahan. Sampai tak terasa ia kini malah tertidur di kursi tersebut.


Sementara Haikal yang telah bicara dengan tante Ratna dan ibu. Kini sedang melangkahkan kaki untuk menemui Rindi.


Tap... Tap...


Langkah kaki Haikal pun terdengar perlahan demi perlahan. Sampai tak terasa jarak ia dan Rindi hanya tersisa beberapa langkah saja. Namun, kemudian ia pun menghentikan langkahnya karena teringat sesuatu.


"Tunggu, tunggu. Tadi Rindi minta aku bawain apa ya. Ko lupa sih."


"Em... kalau gak salah minta di bawain, min... min... ah... iya minum. Ko aku bisa lupa sih. Aku ambil minum dulu aja deh. Bisa - bisa kalau gak bawa minum si bawel nya akan lebih bawel lagi. Sakit lama - lama denger ocehannya." Itulah kata - kata yang Haikal keluar kan pada dirinya sendiri.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2