
"Ck... kamu masih tanya, bukannya kamu seharusnya sudah tau jawabannya. Kamu cewek kan?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi setelah cukup lama terdiam.
"Iya lah kak, Rindi cewek." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Lah terus kenapa harus tanya lagi. Bukannya kakak sudah bilang kalau kamu cowok baru kakak pukul balik. Tapi, kalau cewek nggak mungkin lah kakak pukul." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Kenapa gak mungkin?" Kata Rindi yang masih penasaran.
Sebelum menjawab ucapan Rindi, Haikal sempat melihat ke arah Yeni sebentar. Lalu ia pun mulai menjawab ucapan Rindi.
"Karena kamu cewek." Kata Haikal dengan suara yang cukup keras.
"Ya ampun kak, Rindi juga tau. Tapi, maksud Rindi kenapa kakak nggak pukul Rindi karena Rindi cewek." Kata Rindi yang hampir menepuk jidat nya sendiri.
"Ya, kali kakak pukul kamu. Ntar, kalau abis kakak pukul terus kamu nangis minta permen gimana? kakak kan gak punya permen." Kata Haikal sengaja berkata seperti itu saat membalas ucapan Rindi.
Rindi yang terkejut bahkan sampai melongo di buat nya. Hanya bisa menunjukan ekspresi seperti itu ketika mendengar ucapan Haikal.
"Rindi nggak mungkin merengek minta permen kali kak. Kalau hal itu, Ryan. Tapi, kalau Rindi beneran kakak pukul terus Rindi nangis. Rindi nggak akan minta permen. Melainkan Rindi akan minta..." Kata Rindi membalas ucapan Haikal. Namun, harus terpotong oleh ucapan Haikal.
"Uang, kamu pasti akan minta uang." Kata Haikal yang memotong ucapan Rindi dengan cepat.
"Tepat sekali. Itu kakak tau, kenapa malah bilang permen." Kata Rindi membenarkan ucapan Haikal yang memotong ucapan nya itu.
"Sengaja, biar kamu gak terus bicara. Tapi, malah sebaiknya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Hem... jahat banget sih kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Kakak cantik, pergi aja yuk." Kata Ryan secara tiba - tiba setelah Rindi dan Haikal selesai bicara.
"Ko mau pergi, memangnya kenapa Ryan mau pergi?" Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Ryan nggak suka denger keributan. Jadi, kita pergi aja yuk, kakak cantik." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Ay..." Kata Yeni yang baru saja mengatakan dua huruf. Tapi harus terpotong oleh ucapan Rindi dan Haikal yang bicara secara bersamaan.
"Jangan." Kata mereka secara bersamaan.
__ADS_1
"Ayo kak, kita pergi aja." Kata Ryan sambil mengayun - ayunkan tangan Yeni.
"Jangan, kalian jangan pada pergi." Kata Haikal yang langsung membalas ucapan Ryan.
"Kakak cantik ayo." Kata Ryan yang terus merengek pada Yeni.
Hal ini akhirnya membuat Yeni luluh dan langsung berdiri dari posisi duduk nya.
"Yen, ayo lah jangan pergi." Kata Rindi yang langsung menghampiri Yeni.
"Nggak bisa Rindi, aku harus pergi. Kalau kamu mau ikut, ikut aja." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Hem... baiklah, setidak nya aku di izinin ikut." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Yank, kakak ikut ya." Kata Haikal langsung meminta ikut pada Yeni.
"Not, kakak nggak boleh ikut." Kata Ryan yang langsung membalas ucapan Haikal.
"Lah ko gitu. Ryan jangan jahat dong sama kakak." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.
"Kakak sendiri yang bilang barusan. Kalau Ryan sama kakak cantik gak boleh pergi. Bukannya itu artinya kakak nggak ingin pergi ya. Jadi kakak di sini aja." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.
"Tapi Ryan, kakak sekarang udah nggak mau di sini. Jadi, boleh ikut kan kakak." Kata Haikal yang berniat negosiasi dengan Ryan.
"Ya sudah kak, kalau gitu..." Kata Ryan yang langsung di potong oleh Haikal sebelum ia menyelesaikan ucapan nya.
"Yey... makasih Ryan udah izinin kakak." Kata Haikal yang merasa senang.
Dengan cepat Haikal pun langsung mengambil alih kendali dengan langsung berjalan lebih dulu dari mereka.
Sementara mereka berdua masih tetap berdiri di tempat itu. Lalu Ryan pun mulai mengeluarkan suaranya.
"Kakak cantik sama auty kita nggak jadi pergi aja ya. Kaki Ryan mendadak pegel dan nggak bisa kalau harus jalan lagi. Jadi, kita di sini aja ya, ya." Kata Ryan pada Yeni dan Rindi.
"Tapi, Ryan kak Haikal udah pergi duluan. Gimana dong?" Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Nggak papa kakak cantik. Nanti juga kak Haikal balik ke sini lagi ko. Udah yuk kak, kita duduk lagi. Auty setuju kan." Kata Ryan membalas ucapan Yeni sambil bertanya juga pada Rindi.
__ADS_1
"Hahahaha... iya auty setuju ko." Kata Rindi membalas ucapan Ryan sambil tertawa.
"Lah Rindi kenapa kamu ketawa?" Kata Yeni yang aneh karena Rindi tertawa sehingga ia pun penasaran dan langsung bertanya pada Rindi.
"Lagi pengen aja ketawa memang nya gak boleh ya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Bukan nggak boleh sih. Tapi aneh aja gitu liat kamu yang tiba - tiba ketawa." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Aku ketawa ya karena ada sebab lah Yen, masa langsung aja ketawa. Kan nggak mungkin." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Sebab nya apa?" Kata Yeni membalas ucapan Rindi dengan sebuah pertanyaan.
"Em... karena ucapan Ryan barusan masa kamu nggak bisa simpulin sih." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Simpulin apa? ucapan Ryan nggak ada yang salah dan aneh ko." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Gini loh Yen, aku rasa nih ya. Ryan tuh sengaja ingin ngerjain kak Haikal. Makan nya aku ketawa." Kata Rindi menjelaskan secara singkat sesuatu yang ingin Yeni ketahui.
"Ngerjain gimana sih? aku ko nggak paham." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Sudahblah di lupain aja. Percuma juga ntar aku jelasin panjang kali lebar. Tapi, kamu malah nggak paham." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Em... gitu amat sih. Tapi, bentar deh aku coba simpulin dulu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
Beberapa menit kemudian. Yeni yang telah mengingat - ingat semua kejadian yang berlangsung tadi. Kini mulai sadar bahwa ucapan Rindi ada benarnya.
"Ah... iya Rindi, aku baru paham. Ya ampun Ryan ko kaya gitu ke kak Haikal." Kata Yeni mengejutkan Rindi dan Ryan yang sedang sibuk pada hanphone mereka.
"Yen, bisa nggak sih nggak buat orang jantungan." Kata Rindi yang langsung protes pada Yeni.
"Iya nih kakak cantik, buat Ryan terkejut." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Eh... maaf... maaf..." Membuat Yeni menjadi serba salah. Sehingga ia pun memilih meminta maaf saja pada Rindi dan Ryan.
"Nggak kaya gitu juga kali Yen ekspresi nya, aku bercanda ko." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Ekspresi wajah kakak cantik ko lucu ya. Ryan jadi pengen ketawa." Kata Ryan menujuk wajah Yeni.
__ADS_1
"Ih... kalian berdua ko malah kompakan sih buat aku seperti ini. Sedih nya." Kata Yeni membalas ucapan mereka berdua.
Bersambung...