Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 161 Terlanjur Gak Mood


__ADS_3

"Oh... oke deh." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Kamu gak marah." Kata Haikal yang heran dengan jawaban Rindi yang terlihat biasa saja.


"Nggak lah kak, buat apa Rindi marah. Buang - buang tenaga kalau harus meledak hanya karena kakak gak mau akui Rindi cantik. Not, Rindi gak akan bodoh lagi kak. Marah - marah gak jelas." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Biasanya kan suka meledak kaya petasan. Yang baru aja di nyalain tiba - tiba selang beberapa detik langsung meledak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Hem... gak harus di samain sama petasan juga kali kak. Emangnya marahnya Rindi persis kaya gitu. Nggak bukan." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Gak papa di samain sama petasan juga. Lagi pula beda - beda tipis ko." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Terserah kakak aja deh. Em... Yen udah habis belum es campurnya. Aku mau langsung ke butik tante Ratna nih. Udah terlalu lama kita pergi. Kasian ibu kalau nunggu lama. Apalagi kalau ayah tau, aku main sampai lama kaya gini. Bisa besok aku langsung di nikahi. Yuk, kalau udah beres kita langsung ke butik." Kata Rindi berbicara pada Yeni.


"Sedikit lagi nih Rindi, tunggu bentar ya." Kata Yeni kemudian mempercepat makan es campurnya.


"Jangan cepat - cepat yank, ntar kamu tersedak. Udah biarin aja Rindi nunggu. Dari pada nanti kamu kenapa - kenapa." Kata Haikal pada Yeni.


"Iya kak, nggak akan tersedak ko." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


Namun, baru saja ia selesai berbicara. Tiba - tiba ia terbatuk.


"Uhuk... uhuk... aduh ke sedak nih. Uhuk... uhuk..." Suara batuk yang Yeni keluarkan.


"Udah kakak bilangin jangan terburu - buru. Sekarang beneran kesedak kan. Hem... nih minum dulu." Kata Haikal kembali mengeluarkan suaranya lagi pada Yeni.


"Hehehe... gak usah kak, udah lebih baik ko. Barusan Yeni kecepatan telan es nya kak. Jadi langsung ke sedak, terus sekarang udah larut deh. Hehehe..." Kata Yeni membalas ucapan Haikal dengan tersenyum.


"Kamu nih yank bikin panik tau. Kakak tadi udah beneran panik. Bahkan nih ya, kalau kesedaknya kamu masih terus berlangsung kakak mau bawa kamu ke rumah sakit loh." Kata Haikal memberi tahu Yeni mengenai rasa khawatirnya.


"Maaf ya kak udah buat kakak panik." Kata Yeni yang kini merasa bersalah. Sehingga ia pun meminta maaf pada Yeni.


"Hem... iya kakak maafin. Tapi, jangan di ulangi lagi ya yank. Ntar kakak bisa makin panik." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.

__ADS_1


"Lebay banget bro, masa ke sedak aja harus lo langsung bawa ke rumah sakit." Kata Bagas pada Haikal.


"Hey, ini tuh bukan lebay tapi bentuk rasa takut terjadi apa - apa pada Yeni. Bukan lebay." Kata Haikal yang tak terima dengan ucapan Bagas barusan pada dirinya.


"Hem... iya deh iya, terserah lo aja. Orang waras mah ngalah." Kata Bagas yang malah berbicara asal.


"Jadi maksud lo, gue gak waras. Hah... iya itu maksud lo. Jawab, bukan malah diem kaya gitu." Kata Haikal yang kini malah menjadi emosi.


"Santai bro tenang, gue gak bilang lo gak warah ko. Jadi, santai aja bro gak perlu emosi." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Gimana gue bisa tenang dan santai. Lo bilang gue kurang waras. Enak aja lo bilang santai." Kata Haikal yang masih tak bisa menurunkan emosinya.


"Hem... maaf deh lo salah paham." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Salah paham kata lo. Lo yang salah bicara." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Oke deh gue akui gue yang salah. Maafin gue ya bro." Kata Bagas membalas ucapan Haikal dengan meminta maaf.


"Hahahaha... lucu banget sih lo, bro. Apa lagi liat ekspresi wajah lo yang keliatan takutnya. Hahahaha... sampai sakit gini perut gue karena tertawa terus." Kata Haikal membalas ucapan Bagas dengan tertawa.


"Hem... lo bodoh sih, masa gak tau sifat gue selama ini." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Em... gue lupa, udah lama gak ketemu lo. Makannya lupa sama sifat lo yang suka jahil." Kata Bagas membalas ucapan Haikal apa adanya.


"Ya udah jangan sedih ya bro. Berhubung lo sekarang udah tau, lain kali jangan sampai tertipu lagi. Hahahaha... Hahahaha..." Kata Haikal membalas ucapan Bagas sambil tertawa di ujung kalimat yang ia ucapkan.


"Hem... gue pasti akan lebih berhati - hati." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Itu harus bro dari pada ntar ke tipu lagi." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Hem..." Kata Bagas hanya membalas ucapan Haikal dengan deheman saja.


Setelah itu, tak ada lagi percakapan diantara mereka berdua. Namun, percakapan di antara Yeni dan Rindi kini mulai terdengar.

__ADS_1


"Masih banyak gak sih Yen, udah lama nih aku nunggu." Kata Rindi pada Yeni.


"Sedikit lagi Rindi, dua sampai tiga suap lagi nih. Tunggu bentar ya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hem... jangan lama." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Iya ini juga bentar lagi abis. Udah abis. Ayo, mau langsung pergi." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Em... bentar lagi aja deh. Kamu juga kan baru beres makan es campurnya. Harus di diemin dulu bentar, ntar kalau langsung jalan, terus pas kamu naik motor tiba - tiba muntah kan gak baik. Jadi, tunggu bentar dulu aja pergi nya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Ye... tau gitu aku gak akan buru - buru makan es campurnya. Rindi, Rindi. Ckckck..." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hehehe... gak papa kali - kali liat kamu makan buru - buru. Dan kerjain kamu sesekali mah gak masalah. Iya kan." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Hem... gak sampai gitu juga kali Rindi. Aku bahkan ke sedak loh barusan. Eh... Malah di buat kecewa." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Maaf deh maaf." Kata Rindi meminta maaf pada Yeni.


"Udah terlambat bilang maaf nya juga. Aku udah terlanjur gak mood buat maafin kamu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Jadi, aku gak akan di maafin nih. Jangan gitu lah Yen, maafin aku ya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Nggak mau, ntar kamu malah ulangin lagi setelah aku maafin." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Nggak akan ko Yen, beneran aku gak kan ulangi lagi. Jadi, tolong maafin aku ya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Em... aku pikir - pikir dulu deh mau maafin kamu atau nggak." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Jangan lama mikirnya Yen, ntar keburu ujan." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Lah emang mau ujan gitu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Sepertinya iya mau ujan, tuh kamu bisa liat sendiri udah gelap kaya gini." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2