Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 142 Gak Mau Terima


__ADS_3

"Lebih baik juga gak buat orang gak nyaman. Bukan malah buat orang gak nyaman tapi bilang masih wajar." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hem... tapi sekali - sekali gak papa kali ya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni yang tak mau kalah.


"Terserah mu aja. Lagian percuma juga aku kasih tau kamu. Tapi kamu gak mau terima." Kata Yeni yang akhirnya menyerah juga.


"Lagian siapa suruh mau menang bicara sama aku. Kamu kan tau sendiri aku gak mungkin mau ngalah. Kalau lagi gak mau ngalah sih. Hehehe..." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil tersenyum tanpa merasa bersalah di ujung kalimat yang ia ucapkan.


"Hem..." Kata Yeni membalas ucapan Rindi dengan deheman saja.


Tak lama setelah itu, ada seseorang yang datang membawa makanan di meja mereka.


"Silahkan dinikmati." Kata seseorang itu pada Rindi dan Yeni.


Rindi yang merasa aneh karena tiba - tiba ada makanan. Kini mulai bertanya pada seseorang yang memberikan makanan tersebut.


"Tunggu, tunggu mbak ini ko makanan ini mbak simpan disini. Perasaan saya gak pesen. Yeni kamu pesen ini semua?" Kata Rindi pada mbak - mbak yang membawa makanan dan bertanya juga pada Yeni.


"Atas nama kak Rindi bukan? Di meja nomor 10?" Kata mbaknya membalas ucapan Rindi dengan sebuah pertanyaan.


"Iya saya Rindi. Tapi, bentar mejanya saya liat dulu." Kata Rindi membalas ucapan mbaknya.


"Nggak tuh Rindi, loh itu atas nama kamu. Kamu gimana sih, kamu yang pesen ko jadi aku yang di tanya kaya gitu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


Dilihatlah nomor meja yang berada di tengah - tengah meja yang ada di depan Rindi. Setelah ia lihat ternyata memang benar. Meja yang ia duduki adalah nomor 10.


"Ko aneh ya, perasan aku gak pesen ko. Ini kenapa bisa datang?" Kata Rindi setelah melihat nomor meja nya.


"Lah mana mungkin bisa datang. Kalau kamu gak pesen. Lupa kali kamu sebelumnya udah pesen." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Lupa apa Yeni, ini aku beneran gak pesen. Mbaknya salah tulis pesanan kali. Bawa lagi aja mbak makanan nya. Lagi pula saya gak pesen ko." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil meminta mbak nya untuk mengambil kembali makanan yang ada dihadapan ia dan Yeni.


"Lah kamu ko gak tanggung jawab sih Rindi. Ini makanan udah siap. Masa mau di kembaliin. Parah banget nih kamu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.

__ADS_1


"Aku kan udah bilang Yeni, kalau aku tuh gak pesen. Jadi, masa iya aku makan." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Ya gak papa. Lagian kasian mbak nya. Udah jauh - jauh bawa makanan ini ke sini. Masa kamu suruh bawa lagi. Udah lebih baik sekarang kita makan lagi aja." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Aku kan udah kenyang. Masa harus makan lagi. Kalau kamu mau, kamu aja yang abisin." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Mana ada kaya gitu. Ini tuh ada dua porsi. Masa iya harus aku habisin semua. Ntar kalau aku gak bisa bangun gimana? udah bantu kamu makan juga makanannya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Jadi gimana kak, makanannya saya bawa lagi atau tetep di sini." Kata mbak nya pada Rindi dan Yeni.


"Tetep di sini aja mbak." Kata Yeni membalas ucapan mbaknya.


Berbarengan dengan itu Rindi pun menjawab ucapan mbaknya dengan berbanding terbalik dengan ucapan Yeni.


Hal ini akhirnya membuat mbaknya kebingungan. Harus pilih ucapan Yeni atau ucapan Rindi.


"Bawa aja mbak." Kata Rindi membalas ucapan mbaknya hampir berbarengan dengan Yeni.


"Kalau kaya gini mana yang benar kak. Saya bawa atau nggak makanannya." Kata mbaknya sambil menggaruk belakang kepalanya.


"Nggak." Kata Yeni secara bersamaan.


"Kenapa beda kak jawabannya. Apa saya bawa satu lagi aja makanan yang ada di meja mbak. Terus yang satunya tetap di sini. Apa gimana kak?" Kata mbaknya membalas ucapan mereka berdua.


"Rindi udah kamu jangan bilang bawa - bawa terus. Kasian mbaknya jadi kebingungan. Lebih baik kamu makan aja. Oke, gak ada penolakan." Kata Yeni pada Rindi dengan memaksa.


"Ko gitu sih." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Bukan kaya gitu mbak. Ini makannya yang ada di meja. Gak usah mbak bawa lagi. Kami akan makan ko." Kata Yeni membalas ucapan mbaknya.


"Jadi gak saya bawa ya kak. Kalau gitu, saya pamit ke sana lagi ya kak. Selamat menikmati." Kata mbaknya membalas ucapan Yeni sambil pamit pada Yeni dan Rindi. Kemudian ia pun berjalan perlahan demi perlahan sampai pada akhirnya tak terlihat lagi.


"Nih... makan dan semua kamu makan makannya. Aku udah kenyang." Kata Rindi setelah mbak nya tak terlihat lagi.

__ADS_1


"Jangan gini lah Rindi. Ayo bantu makan, sedikit aja." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Gak ya nggak. Tau kan nggak." Kata Rindi masih tak setuju dengan ucapan Yeni.


"Hem... tapi bantu lah Rindi, please." Kata Yeni masih membujuk Rindi.


"Harus aku bilang berapa kali sih. Biar kamu ngerti. Kalau aku tuh udah kenyang dan gak mau makan lagi." Kata Rindi sedikit meninggikan suaranya saat membalas ucapan Yeni.


Hal ini akhirnya membuat Yeni tak memaksa Rindi untuk makan lagi.


"Ya udah kalau kamu gak mau. Maaf ya udah maksa kamu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi dengan meminta maaf.


"Hem..." Kata Rindi hanya membalas ucapan Yeni dengan deheman saja.


Namun, didalam hati Rindi pun berbicra dengan berbanding terbalik.


"Aduh ini makanan. Sayang banget kalau gak di makan. Tapi, aku udah terlanjur bilang gak mau. Argh... bodohnya." Kata Rindi di dalam hatinya.


Yeni yang melihat Rindi sedang fokus melihat makanan yang ada di hadapannya itu. Mulai berbicara di dalam hatinya.


"Gak tahan kan pengen makan. Tapi, sayang nya udah bilang gak mau. Hehehe... kejebak juga sama rencana aku." Kata Yeni di dalam hatinya.


"Em... Yen, enak ya. Sampai makannya lahap kaya gitu." Kata Rindi pada Yeni.


"Enak banget Rindi. Tapi sayang kamu gak mau makan. Ini kalau kamu makan juga. Aku jamin deh, pasti kamu langsung suka." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Em... gitu ya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Iya, kalau kamu mau coba aja. Itu kan di hadapan kamu ada makanan yang belum di makan. Ayo jangan sampai di lewatkan. Cicipi aja sedikit." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Em... sepertinya nggak deh Yen, perut aku masih kenyang." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Kalau cicipi sedikit gak mungkin buat kamu semakin kenyang. Tapi, ya udah kalau kamu gak mau cicipi. Ntar abis aku makan ini. Aku juga mau makan yang punya kamu. Sayang kan, kalau gak di makan." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2