Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 191 Nggak Tahan


__ADS_3

Sekitar lima menit lebih Rindi pun telah selesai memberitahu Ryan dan Haikal. Membuat kedua orang tersebut menjadi datar wajah nya.


"Ih... sebel banget sih. Kalau tau ekspresi wajah mereka akan kaya gini. Males banget gue cerita panjang lebar kaya barusan." Kata Rindi merutuki mereka berdua dalam hati.


"Gue yakin Rindi pasti lagi bicarain gue sama Ryan." Kata Haikal yang sempat melihat Rindi.


Dengan memberanikan diri, kini Haikal pun mulai menjawab ucapan Rindi.


"Ko tega sih kalian berdua malah ketawaain kakak sama Ryan." Kata Haikal pada mereka berdua.


"Bukan tega kak, lebih tepatnya sengaja karena udah nggak tahan. Iya kan Rindi." Kata Yeni orang yang langsung membalas ucapan Haikal.


"Iya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan malas.


"Hem..." Kata Haikal membalas ucapan Yeni dan Rindi dengan deheman saja.


Setelah itu tak ada percakapan diantara mereka berdua dan mereka kini mulai sibuk pada aktivitas mereka masing - masing.


Sampai pada akhirnya ibu menghampiri mereka semua bersama Bagas dan tante Ratna.


"Ternyata kalian di sini." Kata ibu pada mereka berempat.


"Eh... bunda, kenapa gitu bun?" Kata Haikal setelah mengalihkan pandangannya ke arah ibu.


"Bunda mau pulang, tapi saat bunda cari Rindi sama kalian. Bunda nggak temuin kalian, barulah sekarang bunda bisa temuin kalian." Kata ibu membalas ucapan Haikal sambil menjelaskan sedikit pada Haikal.


"Maaf ya bun, udah buat bunda kelelahan cari kita semua. Em... bunda kenapa nggak telpon kita aja bun. Bukannya itu akan lebih menghemat waktu dan tenaga." Kata Haikal membalas ucapan ibu.


"Awalnya gitu, bunda mau telpon salah satu dari kalian. Tapi, bunda urungkan karena bunda pikir kalian nggak akan susah di cari. Karena masih di sekitaran butik. Eh... ternyata malah sama aja susah." Kata ibu membalas ucapan Haikal.


"Kenapa setelah bunda tau susah cari kita. Bunda nggak langsung telpon kita aja bun." Kata Haikal membalas ucapan ibu.


"Tanggung kalau bunda telpon kalian. Jadi bunda putusin tetep cari kalian tanpa menghubungi kalian." Kata ibu membalas ucapan Haikal.


"Em... gitu ya bun, kami minta maaf ya bun, udah buat bunda lelah mencari kami." Kata Haikal membalas ucapan ibu sambil mewakili mereka semua untuk meminta maaf pada ibu.


"Kenapa harus minta maaf, lagian kalian nggak salah ko." Kata ibu membalas ucapan Haikal.

__ADS_1


"Tapi bun, kami merasa bersalah." Kata Haikal membalas ucapan ibu.


"Ya sudah kalau gitu bunda maafin." Kata ibu membalas ucapan Haikal.


"Makasih bun." Kata Haikal membalas ucapan bunda.


"Sayang pulang sekarang yuk. Ayah kamu udah telpon terus dari tadi. Kata nya kita harus segera pulang ke rumah." Kata ibu kemudian berkata pada Rindi.


Dengan lemas Rindi pun menjawab ucapan ibu.


"Baik bu. Kita pulang." Kata Rindi membalas ucapan ibu.


"Em... Yeni mau bareng sama bunda nggak pulang nya." Kata ibu bertanya juga pada Yeni.


"Em... Yeni..." kata Yeni yang belum sempat menyelesaikan ucapannya. Malah secara tiba - tiba di potong oleh Haikal.


"Yeni pulang bareng Haikal bun, jadi bunda nggak perlu khawatir Haikal akan anterin Yeni sampai rumah nya." Kata Haikal yang memotong ucapan Yeni.


"Yakin Haikal mau anterin Yeni sampai depan rumahnya." Kata ibu sedikit ragu dengan ucapan Haikal.


Bagas yang mendengar namanya sampai di bawa - bawa kini mulai mengeluarkan suaranya untuk protes.


"Apaan sih, ko malah telinga gue jadi jaminan. Harusnya kan telinga lo, bukan telinga gue." Kata Bagas yang protes.


"Sorry bro, gue masih pengen mendengar. Kalau telinga gue di potong ntar gue susah dong buat mendengar dengan baik. Jadi, gue jadiin aja lo yang di potong telinganya buat gantiin gue." Kata Haikal membalas dengan santai ucapan Bagas.


"Licik banget sih lo bro, kalau kaya gitu caranya nggak adil buat gue. Enak di lo gak enak di gue dong jadinya." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Hehehe... nggak papa bro. Kali - kali bantu gue gitu." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Bantu sih bantu. Ya kalau bantu nya hal lain sih tanpa menghilangkan anggota tubuh gue nggak masalah. Tapi kalau anggota tubuh gue lo minta buat gantiin. Ogah gue bantu lo." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Bercanda kalo bro, mana mungkin sih gue sampai setega itu." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Bisa aja kan itu jadi mungkin kalau lo benci sama gue." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Sebenci - benci nya gue ke lo. Gue nggak akan tega juga kali buat anggota tubuh lo hilang." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.

__ADS_1


"Hem..." Kata Bagas hanya membalas ucapan Haikal dengan deheman saja.


"Sudah, sudah jangan di terusin lagi debat nya. Pusing dengernya juga." Kata tante Ratna yang kini mulai ikut dalam pembicaraan.


"Maaf mah, udah buat mamah pusing." Kata Haikal yang langsung meminta maaf.


"Iya tante, maafin Bagas juga ya." Kata BagasĀ  membalas ucapan tante Ratna.


"Sudah lah lagi pula tante dan mamah udah maafin kalian berdua ko sebelum memita maaf juga." Kata tante Ratna membalas ucapan mereka berdua.


"Makasih mah." Kata Haikal sambil tersenyum.


"Makasih tante." Kata Bagas yang tersenyum juga pada tante Ratna.


Kini di antara mereka pun tak ada lagi percakapan. Sampai pada akhirnya terdengarlah suara ibu kembali.


"Kalau gitu bunda titip Yeni sama kamu ya Haikal. Jaga dia dan anterin sampai rumah. Awas aja kalau sampai bunda dengar Yeni kenapa - kenapa kamu yang akan bunda temui pertama kali." Kata ibu pada Haikal bahkan ibu pun sempat membuat Haikal ketakutan.


"Iya bun siap, Haikal pasti jagain Yeni ko. Em... kalau boleh Haikal tau nanti bunda temuin Haikal buat apa ya bun?" Kata Haikal membalas ucapan ibu sambil bertanya juga pada ibu.


"Hukum kamu lah, memangnya mah ngapain lagi." Kata ibu membalas ucapan Haikal.


"Em... maksudnya Haikal bunda mau hukum Haikal dengan cara apa?" Kata Haikal membalas ucapan ibu.


"Nanti kamu juga tau sendiri kalau kamu beneran nggak bisa jaga Yeni sampai rumahnya." Kata ibu membalas ucapan Haikal.


"Yah kecewa dong Haikal karena gak tau hukuman yang bunda akan kasih ke Haikal." Kata Haikal membalas ucapan ibu.


"Kenapa harus kecewa, bukannya bagus ya kalau Haikal nggak tau." Kata ibu membalas ucapan Haikal.


"Bunda ko bicaranya bawa - bawa bagus. Di sini kan ada nya Bagas." Kata Haikal sedikit bercanda saat membalas ucapan ibu.


"Kamu nih, bunda lagi serius juga. Malah jawab nya kaya gitu." Kata bunda membalas ucapan Haikal.


"Haikal juga lagi serius bun jawab ucapan bunda nya." Kata Haikal membalas ucapan ibu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2