
Gleg... gleg...
Tegukan demi teguakan pun terdengar saat Rindi meminum minuman tersebut.
Sampai akhirnya minum tersebut tak tersisa. Barulah suara tersebut tak terdengar lagi.
Haikal yang sedari tadi ingin mengeluarkan suaranya pun kini mulai mengeluarkan suara saat Rindi telah menyimpan tempat minum yang kosong tersebut di atas meja.
"Aus banget kaya nya ya. Sampai tak tersisa gitu air nya." Kata Haikal pada Rindi.
"Hem... banget, banget malahan kak. Kalau ada lagi, Rindi pasti minum lagi. Tapi, sayangnya kakak hanya bawa satu buat Rindi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal. Kemudian di akhir kalimat ia pun mulai murung karena Haikal hanya membawa satu minum saja untuk dirinya.
"Kakak kira kamu gak akan minta lagi. Kalau tau kaya gitu. Tadi kakak juga bawa dua minum nya atau bahkan tiga. Tapi, sekarang kan udah terlanjur kakak hanya bawa satu. Maaf ya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Hem... iya kak gak papa Rindi udah lebih baik ko. Tapi, kalau kakak mau sih. Kakak bisa ambilkan Rindi minum lagi sekarang, itu juga kalau kakak mau. Rindi gak maksa ko." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Gitu ya, kenapa gak kamu sendiri aja yang ambil?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil bertanya pada Rindi.
"Kalau aku yang ambil kayanya nggak deh kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Lah kenapa nggak?" Kata Haikal yang masih ingin jawaban pasti dari Rindi karena ucapan Rindi barusan masih belum membuat ia pasti penyebab Rindi gak mau itu apa. Sehingga ia pun bertanya lagi pada Rindi.
"Ya, soalnya Rindi lagi males gerak nih kak. Jadi, pengennya duduk, tidur, duduk lagi. Jadi, kalau harus jalan ke sana itu rasanya males banget." Kat Rindi membalas ucapan Haikal sambil menunjuk tempat yang akan ia datangi jika ia tak malas untuk bergerak.
"Hem... jadi karena itu, ya udah tunggu kakak ambilin kamu minum lagi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dan kemudian meminta Rindi untuk menunggu saat ia kembali mengambilkan minum untuk Rindi.
"Kakak beneran mau ambilin Rindi minum lagi." Kat Rindi membalas ucapan Haikal dengan memastikan bahwa ucapan yang Haikal berikan pada dirinya barusan adalah bener adanya dan ia tak salah mendengar.
"Iya kakak mau ambil kan minum lagi buat kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Ah... baiknya kakak, makasih ya kak. Rindi jadi ngerepotin kakak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Hem... biasanya kaya gini. Jadi, tak masalah di repotin." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
__ADS_1
Belum sempat Rindi menjawab ucapan Haikal. Haikal pun kembali mengeluarkan suaranya.
"Ya udah, kalau gitu kakak ambil minum buat kamu dulu ya. Abis kakak minum dan kamu habisin minumnya kita langsung pemotretan. Oke, biar gak lama." Kata Haikal melanjutkan lagi ucapannya.
Kemudian ia pun mulai pergi meninggalkan Rindi yang saat ini hanya terdiam.
Setelah Haikal tak terlihat lagi. Barulah Rindi mulai berbicara pada dirinya sendiri.
"Maksudnya kakak apa sih? ko pemotretan, pemotretan buat apa? aneh nih kakak, aku pemotretan buat apa coba." Kata Rindi yang sepertinya lupa dengan permintaan tante Ratna pdaa dirinya.
"Ah... bodo mata deh, buat apa juga di pikir kan. Lagi pula paling pemotretan biasa. Jadi, tak masalah lah kalau hanya ganti - ganti gaya, duduk berdiri atau apapun itu. Paling gak sampai satu jam juga beres kali ya." Kata Rindi yang berbicara pada dirinya sendiri.
"Hem... iya juga ya, paling hanya tiga puluh menit." Kata Rindi lagi melanjutkan ucapannya.
Kemudinya tak ada lagi yang ia keluarkan untuk berbicara pada dirinya sendiri. Tak lama setelah itu, Haikal pun kembali menghampirinya dengan membawa dua minuman di tangan kiri dan kanannya.
Ketika Haikal telah sampai di dekat Rindi. Kemudian ia pun memberikan salah satu minum yang ia pegang pada Rindi.
Dengan cepat Rindi pun langsung menerima minum yang di berikan oleh Haikal tersebut.
"Iya kak, makasih" kata Rindi setelah ia mengambil minum ynng di berikan Haikal.
Namun, tiba - tiba Rindi pun bertanya pada Haikal.
"Kak, minum yang satunya gak di kasih ke Rindi juga." Kata Rindi pada Haikal.
"Nggak" kata Haikal hanya menjawab ucapan Rindi dengan satu kata saja.
"Ko gitu, memangnya minum itu buat siapa?" Kata Rindi mulai penasaran dengan minum yang Haikal pegang untuk siapa. Sehingga ia pun mulai bertanya pada Haikal.
"Ya, buat kakak lah. Masa buat orang. Kamu kan udah kakak kasih. Masa masih mau juga punya kakak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Hem... kalau kakak mau kasih minum kakak itu ke Rindi sih, Rindi gak akan nolak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
__ADS_1
"Kamu nih ya, ternyata mau juga minuman kakak. Udah jangan minta, ini minum punya kakak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Rindi kan hanya sekedar tanya aja kak. Siapa tau gitu, kakak mau kasih minuman kakak itu buat Rindi. Tapi, kalau gak boleh, ya udah gak papa." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Hem... minum aja punya kamu. Jangan minta yang kakak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Iya deh iya, Rindi juga mau minum punya Rindi. Karena kakak gak mau kasih minuman kakak buat Rindi. Jadi, ya udah." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Udah jangan bahas ini terus. Lama - lama pusing kakak jawab ucapan kamu. Kalau di ulang - ulang kaya gini." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Kalau pusing minum obat kak atau gak di tidurkan dulu aja. Biar gak tambah pusing. Hehehehe..." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan tersenyum.
"Iya, ntar kakak tidurnya. Setelah pusing kakak gak bisa di atasi lagi." Kata Haikal membalas asal ucapan Rindi.
"Oke kalau gitu kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
Kemudian ia pun mulai meminum minuman yang ada di tangannya.
Gleg... gleg...
Suara air yang masuk itu pun terdengar. Sampai air tersebut tak tersisa lagi.
"Abis kak, minta lagi dong. Punya kakak aja sini buat Rindi." Kata Rindi menunjukan tempat minum yang kosong tersebut pada Haikal sambil meminta kembali minuman Haikal untuk dirinya.
"Harus bilang berapa kali sih, ini minuman punya kakak dan kamu gak boleh minta minuman ini. Paham kan kamu." Kata Haikal yang mulai geram dengan ucapan Rindi.
"Iya deh iya Rindi paham. Lagian Rindi juga gak beneran mau minta minuman kakak. Tapi, kakak malah anggapnya serius. Maafin Rindi deh karena udah buat kakak emosi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan rasa bersalah.
"Hem... udah kakak maafin. Tapi, lain kali jangan di ulangi lagi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Siap, makasih kak Haikal yang ganteng." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
Bersambung...
__ADS_1