Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 195 Karena Rasa Penasaran


__ADS_3

Dengan langkah gontai dan terpaksa, Bagas kini mulai mendekati Haikal. Bahkan sekarang ia telah berada di belakang tubuh Haikal.


Haikal yang belum menyadari keberadaannya masih fokus berjalan. Tanpa berniat melihat ke arah belakang.


Namun, saat ia merasa seperti ada yang mengikuti, barulah ia mulai membalikan tubuhnya karena rasa penasaran itu.


Di putarlah badannya untuk melihat ke arah belakang. Namun, ternyata tak ada orang pun di belakang tubuhnya.


Karena bingung ia sempat menggaruk kepala bagian belakang miliknya sambil berkata.


"Ko kosong ya, nggak ada orang satu pun." Kata Haikal saat ia telah membalikan tubuhnya ke arah depan lagi.


Lalu karena rasa penasaran itu masih mengganjal di hati. Ia kembali membalikan tubuhnya ke arah belakang.


Namun, nihil tak ada orang di tempat itu.


"Apa hanya penasaran gue aja ya seperti ada yang ikutin. Em... sepertinya kaya gitu deh. Kan gak mungkin kalau itu hantu. Seumur - umur gue di butik nyokap nggak pernah ketemu tuh sama hantu. Ah... gue rasa ini hanya pirasat gue saja yang salah." Kata Haikal memcoba meyakinkan dirinya pada hal positif.


Namun entah ada rasa apa lagi. Ia pun mulai membalikan tubuhnya ke arah belakang sekali lagi. Sehingga jumlah melihat ke belakang sebanyak tiga kali.


Baru saja ia berbalik ia mendapatkan wajah yang begitu dekat dengan wajah dirinya. Dan kini membuat ia terlonjak kaget bahkan hampir mendorong orang yang berada di hadapannya itu.


"Argh... gila lo, kenapa muncul tiba - tiba sih. Huh... hah... huh... hah..." Kata Haikal yang terkejut sampai mengelus - ngelus dadanya.


"Sorry, sorry bro. Abisnya gue penasaran sama reaksi lo. Jadi gue putusin buat muncul tiba - tiba di depan wajah lo. Kalau tau ekspresi wajah lo seperti ini. Udah dari dulu gue lakuin hal ini. Wajah lo benar - bener terlihat konyol. Hahahaha... hahahaha... hahahaha..." Kata Bagas sambil tertawa begitu keras di ujung kalimat yang ia ucapkan.


"Puasin aja ketawa bahkan gue sumpahin supaya lo nggak bisa ketawa lagi habis ini." Kata Haikal yang malah mengeluarkan kata - kata di luar pemikiran Bagas.

__ADS_1


"Jahat amat sih lo bro, jangan sumpahin gue kaya gitu dong. Iya deh iya gue nggak akan ketawain lo lagi. Sorry karena udah ketawa barusan." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Makannya cari - cari situasi yang tepat dong. Jadi dapat sumpah kan dari gue. Em... gue sepertinya tak bisa menarik sumpah itu. Semoga saja tak terjadi apapun pada lo." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Jangan gitu dong bro, lo harus cabut lagi sumpah lo. Gue nggak mau terjadi sesuatu pada gue." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Nanti deh gue pikirkan lagi." Kata Haikal membalas ucapan bagus.


"Sekarang aja bro apa susahnya sih tinggal lo ubah ucapan lo." Kata Bagas yang tak sabar ingin segera Haikal mengubah sumpahnya.


"Lama - lama lo persis banget kaya cewe. Bawel banget." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Kalau gitu biar gue nggak bawel lo langsung ubah sumpah lo." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Gue nya lagi males, em... ngomong - ngomong lo kenapa balik lagi ke sini. Bukannya tadi lo udah pamit pulang ya atau jangan - jangan lo..." Kata Haikal membalas ucapan Bagas. Namun, belum juga ia selesai berbicara, Bagas sudah lebih dulu memotong ucapannya.


"Nggak seperti yang lo pikirkan. Gue males aja kalau pulang lebih awal. Jadi, memutuskan nanti saja pulangnya." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Hehehe... itu lo tau. Kenapa masih tanya coba kalau udah tau." Kata Bagas yang langsung mengiyakan ucapan Haikal. Toh, Haikal saja sudah mengetahui alasan yang sebenarnya. Kenapa ia harus bohong lagi. Sehingga ia pun memutuskan untuk berkata jujur.


"Gue ngetes aja, lo bicara jujur atau nggak. Ternyata lo berbohong." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Hem... gue terpaksa karena..." Kata Bagas yang kini terhenti bicaranya karena Haikal langsung memotong ucapannya.


"Gengsi kan, lo nih gengsi di gedein. Bukannya perbaiki akhlak malah gengsi yang terus meningkat. Ntar bisa jadi kebiasaan loh. Lo harusnya ubah dari sekarang biar nggak seperti itu lagi." Kata Haikal membala ucapan Bagas dengan menasehati Bagas.


"Seperti lo yang nggak mentingin gengsi aja. Bukannya lo sama gue itu dari dulu terkenal orang yang suka gengsian." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.

__ADS_1


"Hey... jaga ucapan, gue nggak seperti yang lo bilang." Kata Haikal yang tak terima dengan ucapan Bagas sehingga ia langsung protes.


"Masa sih, coba deh lo introspeksi diri. Lo kan gengsinya paling gede." Kata Bagas membalas ucapan Haikal dengan tak percaya atas penolakan Haikal tersebut.


"Sudah lah bicara sama lo nggak pernah ada ujungnya. Lebih baik gue fokus lagi aja cari Yeni, mamah dan Ryan. Daripada fokusin diri sama ucapan lo. Lebih baik cari mereka." Kata Haikal membalas ucapan Bagas sambil melangkahkan kaki setelah ia selesai berbicara pada Bagas.


"Hey... tunggu, jangan main kabur aja." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Kalau lo nggak mau di tinggal lo jalannya lebih cepat jangan kaya keong." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Nggak sampai gitu juga kali jalan gue. Yang standar aja gue bisa susul lo. Apa lagi yang full, gue takut lo malah ketinggalan jauh." Kaya Bagas membalas asal ucapan Haikal.


"Terserah lo aja lah. Di mana lo senang maka nikmati saja." Kata Haikal yang tak kalah asal saat membalas ucapan Bagas.


"Oke deh." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


Kini diantara mereka berdua tak ada lagi pembicaraan. Karena mereka lebih fokus melirik kiri, kanan dan depan untuk mencari keberadaaan Yeni, tante Ratna dan Ryan.


Sudah sepuluh menit mereka berjalan menelusuri butik. Namun, tak ada satu petunjuk pun yang mereka temui.


"Ini kenapa nggak ada tanda - tanda mereka di temukan sih. Mana udah cukup lama lagi berjalan. Pegel banget kaki gue." Kata Haikal berbicara entah pada siapa.


Syukur - syukur Bagas mau mendengarkan ucapannya itu. Sehingga besar kemungkinan ia akan mendapatkan jawaban dari Bagas atas ucapan yang ia lontarkan beberapa saat lalu.


"Mungkin bentar lagi ketemu. Ayo lanjut lagi jalannya. Jangan lebay deh, baru aja sepuluh menit masa udah pegel dan ngeluh. Lo nih sebenernya cewek atau cowok." Kata Bagas yang mengira Haikal berbicara pada dirinya. Karena tak ada orang lain di dekat mereka. Sehingga ia putuskan untuk menjawab ucapan Haikal.


Walau sempat ada keraguan saat ingin menjawab ucapan Haikal. Namun, akhirnya ia pun berani langsung menjawab ucapan Haikal.

__ADS_1


Saat ini ia mulai harap - harap cemas. Apakah Haikal akan menjawab ucapan nya atau malah mengabaikan nya. Sehingga ia saat ini hanya bisa terdiam menunggu sebuah jawaban.


Bersambung...


__ADS_2