
"Tante bisa aja. Sebelum nya terimakasih tante. Tapi, saya rasa Rindi yang paling cantik tante." Kata Yeni membalas ucapan tante Ratna.
"Kamu nih, semakin membuat tante suka. Tapi, kalau menurut tante, kamu yang paling cantik. Bener nggak Haikal." Kata tante Ratna membalas ucapan Yeni sambil bertanya juga pada Haikal.
"Bener banget mah, Haikal setuju." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna dengan semangat sambil melirik Rindi.
"Hem... ibu dan anak sama - sama bilang Yeni lebih cantik. Pasti ada maunya, kamu Yeni jangan terpengaruh ya." Kata Rindi ikut dalam pembicaraan mereka.
"Terpengaruh maksudnya apa Rindi?" Kata Yeni yang tak paham dengan ucapan Rindi. Sehingga Yeni pun mulai bertanya pada Rindi.
Baru saja Rindi akan menjawab ucapan Yeni. Tapi, tiba - tiba ia melihat reaksi tante Ratna yang memberikan sebuah ancaman agar ia tak memberitahu Yeni yang sebenarnya.
Tatapan tante Ratna inilah yang akhirnya membuat Rindi mengurungkan niatnya untuk mempengaruhi Yeni.
"Sepertinya aku salah bicara Yeni. Jadi, lupain aja ya. Kamu memang lebih cantik ko dari aku. Itu sih menurut tante Ratna sama kak Haikal. Tapi, kalau menurut aku, jelas aku yang paling cantik dong. Hehehehe..." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil memuji dirinya sendiri. Bahkan deretan giginya pun ia perlihatkan saat ia tersenyum di ujung kalimat yang telah ia ucapkan.
"Kamu nih Rindi, aku kira apa? Kenapa gak di lanjutin aja. Gak papa ko salah bicara juga." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Kamu nih maksa ya, ntar akan dapat balasannya loh. Karena paksa orang, bisa aja ntar kamu juga di paksa orang. Hayo memang nya kamu mau." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
Yeni kemudian terdiam sejenak. Menarik napas sebentar. Setelah itu, ia pun mulai menjawab ucapan Rindi.
"Ya udah deh Rindi. Aku gak akan tanya lagi." Kata Yeni setelah menarik napasnya.
"Mau nyerah gitu aja. Lagian aku juga bicara asal ko tadi." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
Haikal yang mendengar ucapan Rindi. Kini mulai membalas ucapan Rindi agar Yeni tak kalah bicara dengan Rindi.
"Kamu Rindi, bisa - bisa nya buat orang pusing. Udah jangan bicara lagi kamu atau kalau kamu gak mau. Kakak kunci juga tuh mulut kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Ih... apa sih kak, lagian Rindi juga lagi bicara sama Yeni. Kenapa kakak yang jawabnya?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
__ADS_1
"Sekarang kalau kamu bicara sama Yeni. Kakak yang akan jawabnya." Kata Haikal membalas asal ucapan Rindi.
"Lah, memangnya bisa kaya gitu. Kakak kan gak mungkin setiap waktu sama Yeni. Kalau
kakak gak ada di dekat Yeni. Terus, Yeni di suruh dien aja. Nggak usah jawab ucapan aku. Gitu maksud kakak? Kalau kaya gitu, nggak asyik dong bicaranya juga. Kaya bicara sama orang yang gak bisa bicara. Kakak nih, gimana sih. Aneh banget tau nggak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan cukup panjang.
"Mana ada aneh, yang jelas aneh di sini tuh kamu Rindi. Ikut - ikut aja orang lagi bicara juga." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Kalau Rindi di bilang aneh karena ikut - ikutan bicara. Lah, terus kakak yang sama ikut - ikutan bicara apa nggak bisa di bilang aneh juga." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Kalau kakak beda hal lagi. Kamu kan ikut - ikutan bicaranya karena gak ada tujuan. Jadi udah pasti sesuai kalau di bilang aneh." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Terus memangnya kakak ikutan bicara itu karena ada tujuannya. Kalau gitu, apa coba tujuannya?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil berbicara juga pada Haikal.
"Kepo kamu, lagian gak perlu kakak kasih tau kamu juga gak ada salah nya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
Kemudian tante Ratna pun menghentikan perdebatan Rindi dan Haikal, karena melihat mereka berdua yang sepertinya tak akan berhenti jika tak di hentikan oleh seseorang.
"Maaf tante, kak Haikal duluan yang mulai. Jadi nya Rindi terbawa deh. Maaf ya tante." Kata Rindi meminta maaf pada tante Ratna.
"Ko jadi kakak yang di salahin. Kamu yang mulai juga. Nyebelin banget sih. Mah, maafin Haikal ya. Ini tuh salahnya Rindi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil meminta maaf pada tante Ratna dan kemudian menyalahkan Rindi.
"Ko jadi aku sih kak, ini kan jelas - jelas kakak yang salah." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Kamu yang salah bukan kakak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Ko bisa gitu sih kak. Mana ada Rindi yang salah." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Stop... tau stop kan. Kalian bisa pada diem gak sih. Lama - lama tante lakban juga mulut kalian berdua nih. Mau, tante lakukan hal itu." Kata tante Ratna pada mereka berdua dengan meninggikan suaranya.
"Maaf tante, Rindi salah." Kata Rindi meminta maaf dengan tertunduk pada tante Ratna.
__ADS_1
Tak jauh beda dengan Haikal, ia pun juga meminta maaf pada tante Ratna.
"Maafin Haikal juga mah. Tapi, jangan lakban mulut Haikal ya. Ntar, jadi susah bicara nya lalu di lakban." Kata Haikal pada tante Ratna.
"Kalau gak mau pada di lakban. Kalian berdua harus diam. Bisa kan diam." Kata tante Ratna membalas ucapan mereka berdua.
"Bisa tante" kata Rindi membalas ucapan tante Ratna.
"Bisa mah." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.
"Oke, kalau kaya gitu. Ayo bersiap, sebentar lagi pemotretan akan segera di lakukan. Jadi, kalian bertiga bersiap lah." Kata tante Ratna membalas ucapan mereka berdua. Kemudian meminta mereka bertiga untuk bersiap. Karena akan segera di lakukan pemotretan.
"Siap." Kata mereka bertiga secara bersamaan.
"Oke, kalau gitu tante tunggu di sana. Dan ya, Yeni kamu di rias dulu ya. Biar terlihat semakin cantik." Kata tante Ratna membalas ucapan mereka bertiga dan meminta Yeni untuk merias wajahnya dulu.
"Baik tante." Kata Yeni membalas ucapan tante Ratna.
"Iya tante." Kata Rindi membalas ucapan tante Ratna.
Kemudian di ikuti oleh Haikal menjawab juga ucapan tante Ratna.
"Iya mah." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.
"Ya udah, tante pergi dulu." Kata tante Ratna kemudian pergi meninggalkan mereka bertiga.
Sementara mereka bertiga pun kemudian menjawab ucapan tante Ratna dengan bersamaan.
"Iya." Kata mereka bertiga secara bersamaan.
Kemudian tak ada lagi yang bicara sampai pada akhirnya mereka bertiga telah siap. Dan saat ini sedang bergegas untuk pergi ke tempat tante Ratna dan ibu.
__ADS_1
Bersambung...