Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 101 Bagus Dan Merona


__ADS_3

"Udah lah lupain, lanjutin aja riasan kamu. Jangan ganggu orang yang lagi berusaha." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Hem... usaha apa?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan sebuah pertanyaan.


"Usaha biar kamu punya kakak ipar." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Gitu ya, tapi bentar deh kak. Kalau nanti Rindi punya kakak ipar. Kakak iparnya gak akan semenyebalkan kakak kan. Kalau sampai sama seperti kakak atau lebih. Aku harus luas - luasin sabar biar gak sakit hati." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


Baru saja bibir Haikal akan mengeluarkan suara. Namun, tiba - tiba Rindi kembali melanjutkan ucapannya.


"Eh... tapi calon kakak iparnya kan ada di sini ya. Jadi, Rindi rasa bisa lah Rindi ajak kerja sama buat julidin kakak. Hahahaha... hahahaha..." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil tertawa keras di ujung kalimat yang ia ucapkan.


"Berani kamu berbuat seperti itu. Akan kakak buat kamu menyesal karena telah melakukan hal tersebut." Kata Haikal mengancam Rindi.


"Takutnya Rindi, em... ngomong - ngomong hal apa tuh kak yang akan Rindi terima jika benar - benar melakukan kerja sama sama kakak ipar." Kata Rindi yang penasaran dengan ancaman yang akan Haikal berikan itu. Sehingga Rindi pun mulai bertanya pada Haikal.


"Nanti kakak kasih tau nya. Kalau kamu beneran lakukan hal tersebut." Kata Haikal membalas ucapan Rindi tanpa sebuah kepastian.


"Hem... di gantung dong jawabannya. Rindi rasa kakak juga akan gantungin Yeni deh mengenai status kalian. Deket tapi gak tau statusnya apa. Yeni apa kamu mau seperti itu hubungan sama kak Haikal nya." Kata Rindi yang lagi - lagi membuat Haikal kesal.


"Rindi kamu bisa diem gak. Jangan pengaruhi Yeni, kamu dan Yeni itu beda. Jadi, jangan coba - coba pengaruhi Yeni." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan geram.


Rindi kemudian berpikir sejenak. Tak lama setelah itu, ia mulai menjawab ucapan Haikal.


"Em... Rindi rasa Rindi dan Yeni sama ko kak. Sama - sama perempuan, sama - sama punya rambut, mata, hidung, telinga, kaki, tangan, tubuh dan lain - lain. Apa yang bedanya coba?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Kamu pengen tau apa bedanya kamu dan Yeni. Iya, itu maunya kamu?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Hem... iya lah kak, Rindi sama Yeni kan sama, apa beda nya coba?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal.

__ADS_1


"Liat diri kamu sendiri ada perbedaan gak?" Kata Haikal bukannya menjawab perbedaannaya ia malah menyuruh Rindi untuk melihat dirinya sendiri.


Karena mendengar permintaan Haikal tersebut. Rindi pun mulai melihat tubuhnya dari atas sampai bawah, kemudian kembali ke atas dan kembali ke bawah lagi. Hal tersebut di lakukan Rindi sebanyak tiga kali.


"Sama ko kak gak ada beda nya." Kata Rindi setelah tiga kali ia melihat tubuhnya.


"Kamu yakin, gak tau perbedaannya?" Kata bijak membalas ucapan Rindi.


"Iya kak, Rindi beneran gak tau." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Baiklah jika kamu gak tau. Kakak akan kasih tau kamu. Pertama liat rambut kamu. Rambut kamu itu lurus sementara rambut Yeni sedikit ikal dan bergelombang. Kemudian mata kamu itu sedikit sipit, tapi Yeni malah semuanya sipit. Hidung kamu mancung, sementara hidung Yeni sedikit mancung tapi masih terlihat cantik. Dan bibir kamu itu jelek, sementara bibir Yeni baik dan bagus." Kata Haikal membalas ucapan Rindi cukup panjang karena ia memberitahukan perbedaan Yeni dan Rindi.


"Lah, lah kak ko bibir Rindi bisa jelek sih. Bagus dan merona kaya gini masa di bilang jelek. Kakak nih ada - ada aja." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Iya bibir kamu kaya gitu. Tapi setiap ucapan yang keluar dari bibir kamu itu yang akhirnya membuat bibir itu terlihat jelek. Udah tau kan sekarang maksudnya kakak seperti apa." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Kamu gak terima kakak bilang kaya gitu sama bibir kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Ya, tentu jelas Rindi gak terima sama sekali. Jadi, Rindi rasa kakak harus mengubah ucapan kakak itu mengenai bibir Rindi. Kalau gak di ubah, bisa - bisa kakak buat Rindi di salah artikan sama orang." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Tak masalah jika hal itu terjadi. Lagi pula bukan kakak kan yang di salah artikan." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


Sementara Yeni yang melihat dan mendengar perdebatan Haikal dan Rindi hanya bisa terdiam. Namun, saat melihat perdebatan itu terus berlanjut dan sepertinya entah kapan akan berakhir. Akhirnya Yeni pun mulai mengeluarkan suaranya untuk menghentikan perdebatan mereka.


"Udah, udah, kakak sama Rindi kenapa mempermasalahkan hal kecil seperti ini. Gak pada malu memangnya di lihat dan didengar sama orang." Kata Yeni pada mereka berdua.


Ucapan Yeni ini lah akhirnya membuat kedua nya berhenti berdebat. Mereka berdua pun bahkan saling memalingkan wajahnya.


"Ayo jangan seperti ini. Gak baik, kakak sama Rindi harus baikan. Kalau gak mau pada baikan. Yeni pulang sekarang." Kata Yeni kembali mengeluarkan suaranya lagi saat melihat Rindi dan Haikal yang saling memalingkan wajah.

__ADS_1


Sontak ucapan kata pulang dari Yeni pun membuat keduanya langsung berhadapan saling pandang. Kemudian menjawab ucapan Yeni dengan bersamaan.


"Jangan." kata mereka berdua secara bersamaan.


"Kalau gitu, kalian berdua harus baikan." Kata Yeni membalas ucapan mereka berdua.


Mendengar permintaan Yeni, baik Haikal maupun Rindi kini saling pandang satu sama lain. Setelah itu, mereka berdua mulai kembali melihat Yeni lagi.


Kemudian tak lama setelah melihat Yeni. Mereka berdua mulai mengeluarkan suara nya dengan bersamaan lagi.


"Baik." Kata mereka berdua secara bersamaan.


"Rindi maafin kakak ya." Kata Haikal yang pertama kali meminta maaf pada Rindi.


"Iya kak, maafin Rindi juga ya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Iya, kita berdua udah saling minta maaf. Kamu gak akan jadi pulang kan Yeni." Kata Haikal membalas ucapan Rindi. Kemudian ia pun bertanya juga pada Yeni.


"Hem... iya kak, Yeni gak akan pulang sekarang ko. Tapi, pulang nya nanti. Karena gak mungkin kan Yeni terus di sini." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Mau terus di sini juga boleh. Kamu bisa temenin saya di sini." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Mana bisa kaya gitu kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Bisa ko, kalau kamu mau..." Kata Haikal yang belum sempat menyelesaikan ucapannya. Tiba - tiba terdengar suara.


"Yeni sayang kamu udah selesai ganti bajunya. Cantik banget, tante sampai gak ngenali kamu." Kata tante Ratna yang ternyata sumber suara tersebut.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2