Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 162 Gak Yakin


__ADS_3

Dengan rasa penasaran yang ada, Yeni pun kemudian melihat ke arah luar. Setelah melihat, ia kemudian berbicara pada Yeni.


"Kamu bilang kan ujan." Kata Yeni pada Rindi.


"Hem... bisa kamu liat kan, sekarang udah gelap." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Iya memang udah gelap. Tapi, bukan karena mau ujan. Ini gelap karena mau malem. Gimana sih, masa gak bisa bedain." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hehehe... sengaja biar kamu makan es campurnya di cepetin. Aku bilang aja mau ujan." Kata Rindi membalas ucapan Yeni dengan tersenyum.


"Jahat banget sih, pake iseng segala." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Lagian kamu juga yang salah, kenapa percaya sama ucapan aku. Hahaha... ke tipu nih ye..." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil tertawa di ujung kalimat yang ia ucapkan.


"Ih... sebel deh, tau kaya gitu aku gak akan percaya dan gak akan cepet - cepet makannya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Cup... cup... jangan sebel, sebel ya. Ntar malah jadi suka loh. Katanya kan sebel ke orang malah kebanyakan jadi suka nantinya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Itu benci bukan sebel. Beda tau." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Oh ya, ko baru tau sih kalau sebel sama benci itu beda. Kirain aku sama aja." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Udah lah, jangan bahas itu lagi. Mau sekarang atau nanti ke butik nya." Kata Yeni mengalihkan pembicaraan.


"Em... nanti aja deh, jangan sekarang." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Baiklah kalau kamu maunya kaya gitu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


Tak lama setelah Yeni selesai berbicara, Rindi pun kembali mengeluarkan suaranya.


"Em... Yen, aku rasa sekarang aja deh kembali ke butiknya." Kata Rindi pada Yeni.


"Barusan bilang nya nanti, kenapa cepet berubah sih." Kata Yeni yang mulai jengah dengan ucapan Rindi.


"Hehehe... sabar cantik tahan jangan emosi. Aku baru kepikiran sekarang pengen ke butik nya. Udah yuk berangkat." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Kalau ada orang yang berpikiran kaya kamu lebih dari lima, aku jamin aku udah harus sabar terus - terusan." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.

__ADS_1


"Hehehe... jangan dong, ntar kamu bisa - bisa jadi stres dan cepet tua duluan. Hehehe... Oopppss sorry aku bercanda ko." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Sebel banget sih bicara sama kamu nih. Argh... aku jamin tekanan darah aku pasti naik." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Kalau naik kan gampang tinggal kamu turunin lagi aja. Kenapa harus kamu buat sebel sih." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Nggak segampang itu Rindi turunin tekanan darah. Argh... percuma aja aku bicara sama kamu tapi kamu malah kaya gini." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Lagian siapa suruh bicara sama aku." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Udah yuk, sekarang kita ke butik aja. Mau kamu yang bawa motornya atau aku." Kata Yeni yang tak mau panjang lebar, terus berbicara sama Rindi yang entah kapan akan berhenti.


"Hem... gini nih kalau bicara sama orang yang takut kalah. Makannya langsung berbicara ke hal yang lain. Oke, deh kamu mau nya langsung ke butik. Kita langsung ke sana. Tapi, kamu aja deh yang bawa motornya. Pegel nih tangan kalau harus bawa motor terus." Kata Rindi membalas ucapan Yeni cukup panjang.


"Hem... kalau gitu ayo." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Let's go, kak Haikal sama kak Bagas Rindi sama Yeni pergi duluan ya. Jangan lupa bayarin punya Rindi sama Yeni ya es campurnya. Makasih buat traktiran nya. Dah kak..." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil berpamitan pada Haikal dan Bagas.


Setelah itu, Yeni dan Rindi pun pergi meninggalkan tempat mereka barusan duduk.


"Ya ampun Rindi aku lupa." Kata Yeni memberitahukan pada Rindi.


"Lupa apa?" Kata Rindi membalas ucapan Yeni dengan sebuah pertanyaan.


"Aku belum pamit sama kak Haikal sama kak Bagas. Gimana dong?" Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hem... udah lah gak papa, lagian kalau kembali lagi juga makin lama nanti ke butiknya. Lebih baik nanti aja." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Nanti gimana Rindi, kalau udah kata gini ya itu artinya gak akan bilang pamit lagi." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Nah itu kamu tau, udah Lupain aja." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Gak bisa Rindi masih terus ke inget." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Em... kalau gitu sana kamu kembali lagi aja ke tempat kak Haikal sama kak Bagas. Aku tunggu di motor aja." Kata Rindi kemudian memberikan solusi pada Yeni.


"Em... kalau harus kembali ke sana sendiri aku males Rindi. Temenin dong ya boleh kan." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.

__ADS_1


"Sendiri jangan manja, lagian udah gede juga masih pengen di anter." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Hem... ya udah deh, kita langsung ke butik aja." Kata Yeni membalas ucapan Rindi dengan lesuh.


"Yakin nih mau langsung ke butik. Ko gak jadi ke sana lagi nya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Gak ada temen jadi gak jadi aja." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hem... ya udah kalau gitu, yuk ke butik." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Oke." Kata Yeni membalas ucapan Rindi dengan satu kata saja.


Sementara di tempat Haikal dan Bagas. Kini mereka berdua hanya bisa menghela nafas.


"Huh... gini banget ya mereka, udah kita tungguin. Eh, malah pulangnya duluan." Kata Haikal pada Bagas.


"Hem... iya, sekarang yang traktir siapa nih?" Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Lo lah masa gue yang traktir, kan yang mau es campur nya lo. Jadi, ya lo lagi yang harus traktir." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Gini banget ya nasib gue. Hem... tapi untungnya gue gak perhitungan sih. Kalau gitu, gue ke san dulu mau bayar dulu. Lo jangan tinggalin gue." Kata Bagas membalas ucapan Haikal dan mengingatkan Haikal untuk tak meninggalkan dirinya.


"Iya bro santai aja. Gue gak mungkin tega tinggalin lo. Jadi, sana kalau lo mau bayar dulu." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Gue ko gak yakin, bentar mana kunci motor lo. Biar gue pegang dulu aja. Takut nya lo pura - pura yakinin gue. Eh... tiba - tiba gue malah beneran di tinggalin. Jadi, sini gue yang pegang kunci motor nya." Kata Bagas meminta kunci motor Haikal karena ia merasa tak percaya dengan ucapan Haikal tersebut.


"Gak percayaan banget sih lo bro. Gue beneran gak akan tinggalin lo sana lo bayar dulu aja." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Kunci motor lo dulu siniin biar gue yang pegang." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


Haikal yang tak mau ribet, kini mulai memberikan kunci motor nya itu pada Bagas.


"Nih, lo ambil aja." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Oke, gue ambil dan pegang nih kunci." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2