Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 86 Semakin Lelah


__ADS_3

"Itu minum nya masa gak liat." Kata Haikal sambil menunjuk minum yang ada di meja.


Dengan segera Rindi pun menolehkan kepalanya pada meja yang ditujuk oleh Haikal. Setelah itu ia pun mulai melihat ke arah Haikal lagi.


"Hehehehe... maaf barusan Rindi gak liat. Jadi, tanya ke kakak. Maaf ya, hehehe..." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan tersenyum.


"Makannya lain kali di liat dulu di sekitar. Jangan langsung bersikap seperti barusan." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil mengingatkan Rindi agar tak mengulangi lagi sikapnya.


"Iya deh kak, Rindi gak akan ulangi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil mengambil minum yang ada di meja.


Setelah minum tersebut berada di tangannya. Rindi yang akan bersiap untuk meminum air tersebut. Seketika terhenti karena Haikal mengeluarkan lagi suaranya.


"Nah, itu bagus. Jangan sampai di ulangi." Kata Haikal pada Rindi.


"Hem... iya, gak akan Rindi ulangi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal. Kemudian mengangkat minuman itu lagi untuk ia dekatkan pada bibirnya.


Namun, lagi dan lagi Haikal mengeluarkan suaranya saat minum tersebut telah berada di bibirnya. Membuat Rindi pun kembali menurunkan minum tersebut.


"Kakak pegang ya ucapan kamu ini. Awas aja kalau sampai di ulangi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil memberi ancaman.


"Kalau sampai Rindi ulangi. Paling Rindi ntar dapet hukuman dari kakak. Jadi, kalau seperti itu Rindi rasa tak masalah." Kata Rindi membalas ucapan Haikal. Kemudian mendekatkan lagi minumnya pada bibir miliknya tersebut untuk yang ketiga kali.


"Siapa bilang kaya gitu? kakak gak akan kasih hukuman ko." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Oh ya, Rindi ko gak percaya ya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


Secara otomatis Rindi pun menunda lagi minumnya karena harus menjawab ucapan Haikal.


"Kalau kamu gak percaya, ya udah gak masalah juga buat kakak." Kata Haikal membalas santai ucapan Rindi.


"Hem... gitu ya. Ya udah deh Rindi juga gak mau ribet sih. Jadi, gak di bahas lagi aja deh kak. Tapi, bentar kak sebelum kakak jawab ucapan Rindi. Rindi mau minum dulu. Soalnya dari tadi Rindi mau minum tapi gak jadi terus karena harus jawab ucapan kakak. Jadi, kalau kakak mau jawab tunggu ya sampai Rindi selesai minum." Kata Rindi membalas ucapan Haikal cukup panjang.


"Ya udah, kamu minum dulu aja." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Ih... kakak nih, udah di bilang jangan jawab dulu. Ini malah di jawab juga. Kak, kak." Kata Rindi protes dengan ucapan Haikal.

__ADS_1


Kemudian percakapan diantara mereka berdua pun terhenti untuk beberapa saat.


Adapun di tempat Aldiano saat ini. Ia semakin lelah bahkan hampir putus asa. Karena belum ada yang mengajukan kontra kerja sama lagi dengan perusahaan nya.


"Hem... lelah nya nunggu. Ternyata gini banget ya, nunggu itu gak enak. Tapi, mau gimana lagi. Kalau memang seharusnya nunggu, ya itu artinya harus nunggu." Kata Aldiano yang sedang bersandar pada kursi kebesarannya sambil memegang dahinya oleh kedua telapak tangannya.


"Mana waktunya mepet lagi. Kalau sampai gak bisa kembali seperti semula. Mau gak mau, ya harus setuju permintaan papah." Kata Aldiano melanjutkan lagi ucapannya.


"Tapi, masa iya nikah karena terpaksa kaya gini. Hem... kasian juga ntar anak orang kalau sampai nikah dengan terpaksa kaya gini. Ya, walaupun gak semuanya merasa tersiksa tapi kalau anak orangnya malah tersiksa, gimana jadinya coba?" Kata Aldiano.


"Ayo lah Aldiano semangat, perusahan kamu pasti bisa kembali ko seperti semula dan gak harus nikah terburu - buru kaya gini." Kata Aldiano pada dirinya sendiri.


"Hem... iya sih, tapi kalau sampai saat ini masih belum ada perkembangan dari mana nya bisa kembali seperti semula." Kata Aldiano membalas ucapan dari dirinya sendiri.


"Namanya juga proses gak ada yang langsung instant jadi ya harus nunggu kaya gini dulu." Kata Aldiano lagi membalas ucapannya yang barusan.


"Hem... iya juga sih, proses itu kan penting. Karena di balik proses itu akan ada keberhasilan, ntah itu keberhasilan sesungguhnya atau keberhasilan karena bisa menjadi sebuah pengalaman." Kata Aldiano membalas ucapan dari dirinya sendiri.


Di saat Aldiano sedang sibuk berbicara pada dirinya sendiri. Di saat itu terdengar ketukan pintu di luar ruangan milik nya.


Dua kali ketukan tersebut terdengar. Membuat Aldiano pun kini menghentikan berbicaranya.


"Siapa?" Kata Aldiano pada seseorang yang mengetuk pintu.


"Saya tuan, Gani. Boleh saya masuk tuan." Kata Gani membalas ucapan Aldiano.


"Hem... iya masuk." Kata Aldiano membalas ucapan Gani.


Saat Gani mendengar ucapan Aldiano yang telah mengizinkan dirinya masuk. Kini ia pun mulai membuka pintu perlahan demi perlahan sampai terbuka sempurna.


Setelah pintu terbuka sempurna. Aldiano pun mulai mengeluarkan suaranya lagi.


"Ada apa Gani?" Kata Aldiano saat ia telah melihat Gani ketika pintu telah terbuka sempurna.


"Ini tuan, saya mau berikan ini pada tuan." Kata Gani membalas ucapan Aldiano sambil menunjukan apa yang ia bawa pada Aldiano.

__ADS_1


"Apa itu?" Kata Aldiano membalas ucapan Gani dengan sebuah pertanyaan.


"Makanan dan minuman tuan, buat tuan." Kata Gani membalas ucapan Aldiano.


"Oh, selain mau berikan itu. Kamu gak ada keperluan lain sama saya." Kata Aldiano membalas ucapan Gani.


"Gak ada tuan, hanya mau berikan ini saja." Kata Gani membalas ucapan Aldiano apa ada nya.


"Baiklah kalau gitu. Kamu bisa kembali dan makasih buat minuman dan makannya." Kata Aldiano membalas ucapan Gani.


"Iya tuan sama - sama. Kalau gitu saya permisi tuan." Kata Gani membalas ucapan Aldiano sambil pamit pada Aldiano.


"Iya" kata Aldiano membalas ucapan Gani dengan satu kata saja.


Ketika Gani telah mendengar ucapan Aldiano, ia pun mulai bergegas meninggalkan ruangan Aldiano.


Namun, saat ia hampir menutup pintu sepenuhnya. Aldiano pun kembali mengeluarkan suara pada dirinya.


"Tunggu Gani, saya mau kamu beritahu saya tentang perkembangan rencana kamu dan tim kerja kamu." Kata Aldiano pada Gani secara tiba - tiba.


Karena ucapan ini lah akhirnya pintu yang hampir tertutup itu. Gani buka kembali, setelah terbuka, barulah ia menjawab ucapan Aldiano.


"Masih dalam proses tuan. Mengenai perkembangan saya rasa masih kurang dari 10 % tingkat keberhasilannya." Kata Gani membalas ucapan Aldiano.


"Hem... ya udah. Kamu bisa kembali." Kata Aldiano membalas ucapan Gani.


"Nggak ada lagi yang akan tuan tanyakan pada saya." Kata Gani membalas ucapan Aldiano.


"Nggak ada, kamu bisa kembali ke tim kerja kamu." Kata Aldiano membalas ucapan Gani.


"Baik tuan, kalau gitu saya permisi." Kata Gani membalas ucapan Aldiano.


"Iya" kata Aldiano membalas ucapan Gani dengan singkat.


Setelah itu tak ada pembicaraan lagi diantara mereka. Karena Gani telah pergi meninggalkan ruangan Aldiano.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2