
"Hahahaha... lucu banget sih buat Rindi ketakutan." Kata Yeni yang langsung tertawa melihat reaksi Rindi yang berjalan tergesa - gesa itu.
Lalu terdengarlah suara tawa dari orang lain. Yang ternyata suara tawa itu berasal dari Ryan.
"Hahahaha... aunty ternyata takut sama obat ya kakak cantik. Sampai jalan aja kaya yang di kejar hantu. Hahahaha..." Kata Ryan di sela - sela tawa yang ia keluarkan.
Oh iya, satu hal yang harus kalian tahu. Bahwa Rindi memang takut obat. Suatu hari saat ia demam tinggi. Ibu nya sempat meminta ia untuk cepat minum obat. Namun, nyata nya obat - obat itu bukan masuk ke perut nya.
Melainkan ia buang ke tempat sampah yang berujung demam nya masih tetap sama sampai ibu membeli obat yang berbeda dengan berharap obat yang lainnya dapat membuat demam Rindi turun.
Nyatanya hal itu kembali Rindi ulang dengan membuang semua obat - obatannya.
Dia bilang sih, karena dia nggak bisa nelan obat makannya ia buang semua obatnya. Selain itu, rasa obat yang tidak enak membuat ia enggan untuk meminum obat. Walau ibu juga pernah membelikan ia obat dalam bentuk sirup. Ia tetap tak meminum obat tersebut.
Itulah Rindi dengan segala kebohongannya dalam meminum obat.
"Em... kalau kakak pikir - pikir lagi, apa yang di ucapkan Ryan sepertinya memang ada bener nya deh. Setiap kakak kasih Rindi obat, Rindi selalu bilang nanti. Terus waktu kakak tanya lagi, obat nya udah di minum atau belum jawaban Rindi selalu bilang em... udah... udah. Tapi dari reaksi wajah Rindi, kakak agak curiga sih. Obatnya gak di minum, apa benar ya Rindi takut sama obat." Kata Yeni yang mulai mengingat - ingat tentang Rindi yang sempat ia saran kan untuk minum obat sebelum nya.
"Ya ampun kakak cantik, jadi kakak selama ini gak pernah tau. Aunty kan Kemang takut obat." Kata Ryan sambil menepuk keningnya.
"Oh ya, Ryan tau dari mana?" Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Dari bunda, kata bunda kalau auty macam - macam sama Ryan. Bunda bilang kasih aja auty obat. Nanti juga auty akan ketakutan." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Oh jadi dari ibu, em... Ryan tau semua ini sejak kapan?" Kata Yeni yang penasaran.
"Hari ini kak, waktu Ryan nangis karena di cubit sama auty. Bunda bisikin hal penting buat takutin auty." Kata Ryan membalas ucapan Yeni apa adanya.
Yeni pun membalas ucapan Ryan dengan menganguk - anggukan kepalanya.
__ADS_1
"Jadi seperti itu. Baiklah lain kali kalau Rindi cerewet kakak bisa takutin Rindi dengan obat biar dia bisa diam. Makasih ya Ryan udah kasih tau kakak rahasia tentang Rindi." Kata Yeni membalas ucapan Ryan dengan tak lupa mengucapkan terimakasih pada Ryan.
"Iya kak sama - sama, nanti jangan lupa ya kak." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Siap, pasti gak akan kakak lupain." Kata Yeni membalas ucapan Ryan dengan memberikan hormat pada Ryan.
"Kakak cantik nih lucu deh, Ryan jadi pengen ketawa. Boleh kan Ryan ketawa." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Tentu, nggak akan kakak larang ko. Senyum Ryan itu lucu. Jadi pengen kakak cubit pipi nya." Kata Yeni membalas ucapan Ryan dengan senyum termanisnya. Namun, Ryan seketika menjadi ketakutan saat mendengar kata cubit keluar dari bibir Yeni.
Sehingga dengan refleks ia langsung melindungi ke dua pipinya agar Yeni tak bisa mencubit pipi nya.
Hal ini membuat Yeni langsung meledakkan tawanya karena sudah tak tahan melihat reaksi lucu Ryan tersebut.
"Hahahaha... Ryan ternyata takut juga ya sama yang namanya cubit. Nggak usah khawatir kakak gak akan beneran cubit kamu ko. Ayo lepas tangan Ryan dari pipi Ryan nya." Kata Yeni pada Ryan.
Ryan dengan cepat menggelengkan kepalanya saat tangan Yeni mencoba melepas tangan Ryan yang sedang melindungi kedua pipi nya.
"Gak mau kak, gak mau. Ryan takut kakak tipu Ryan. Ntar, pas Ryan buka kakak malah tiba - tiba cubit pipi Ryan. Not, Ryan gak suka itu." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Loh ko Ryan sampi berpikiran seperti itu ke kakak. Kakak jadi sedih nih, kakak gak mungkin sejahat itu. Ayo lepas tangan nya. Pipi Ryan juga gak akan pergi kalau terus di pengang." Kata Yeni membalas asal ucapan Ryan.
"Gak mau kak, gak mau." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Ya sudah kalau Ryan gak mau. Itu terserah Ryan aja. Em... memangnya Ryan gak pegel apa terus pegang pipi Ryan seperti itu. Kakak yang liat aja udah merasa pegel apalagi Ryan yang pegang kaya gitu." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Nggak ko kak, Ryan gak merasa pegal sama sekali." Kata Ryan yang berbohong dari kenyataannya.
"Em... jangan bohongin kakak, kakak tau ko kalau Ryan ini sebenernya udah pegel." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
__ADS_1
"Beneran ko kak, Ryan beneran gak merasa pegal." Kata Ryan yang masih mempertahan kan ucapannya tersebut.
"Ya sudah lah, itu terserah Ryan saja. Kalau nanti Ryan pegal di turunin aja tangannya. Ntar, bisa sakit tangan Ryan atau nggak, mungkin bisa jadi kram karena terlalu lama dipegang pipinya." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Iya kak, nanti kalau Ryan pegal Ryan pasti lepas tangan Ryan ko." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Oke." Kata Yeni hanya membalas ucapan Ryan dengan satu kata saja.
Lalu tak ada lagi percakapan diantara mereka berdua. Karena saat ini Ryan sibuk memikirkan cara agar tangannya bisa tetap berada di pipinya.
"Em... tangan aku udah pegel banget nih. Apa aku turunin aja ya, sesuai sama perkataan kakak cantik barusan." Kata Ryan di dalam hatinya.
"Tapi, kalau aku turunin, ntar kakak cantik..." Kata Ryan melanjutkan lagi ucapannya.
"Em... aku coba tahan dulu aja deh, siapa tau bisa di tahan." Kata Ryan kemudian memutuskan untuk menahan tangannya tetap berada di pipi miliknya.
Satu menit ia pun bisa melewati itu semua. Namun di saat sudah hampir lima menit barulah ia tak bisa menahan lagi. Dan langsung menurunkan tangannya yang sudah terasa begitu pegal dan bahkan sampai menjadi kram.
"Uh... pegal nya tangan Ryan. Aw... kram juga." Kata Ryan dengan suara yang cukup pelan.
Sehingga membuat Yeni hanya mendengar ucapan Ryan samar - samar.
Namun, dengan cepat pandangan Yeni pun langsung mengarah ke arah Ryan.
"Ryan kenapa? tangannya pegal terus jadi kram." Kata Yeni yang mulai Khawatir dengan Ryan.
Tanpa berbohong lagi Ryan pun dengan cepat mengagukkan kepalanya.
"Iya kakak cantik." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
__ADS_1
Bersambung...