
"Em... kurang lebih kaya gitu kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Sedih dong kakak." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Masa udah gede kakak mau nangis. Kakak gak malu gitu." Kata Ryan pada Haikal.
"Bocil gak boleh ikut - ikut pembicaraan orang dewasa." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.
"Kenapa gak boleh kak?" Kata Ryan membalas ucapan Haikal dengan sebuah pertanyaan.
"Em... itu karena pembicaraan orang dewasa gak boleh di ikutin sama bocil." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.
"Bukannya sedari tadi juga Ryan bicara sama kakak dan kakak cantik. Jadi, tadi juga harusnya Ryan gak boleh ikutan. Kaya gitu kak." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.
"Hadeh... Ryan nih ganggu aja sih. Mana malah bikin pusing lagi." Kata Haikal di dalam hatinya.
Yeni yang melihat ekspresi kebingungan Haikal mulai memberikan jawaban atas pertanyaan Ryan pada Haikal tersebut untuk membantu Haikal.
"Jadi gini Ryan, maksudnya kak Haikal Ryan gak boleh ikut pembicaraan orang dewasa di saat - saat tertentu. Tapi, Ryan juga bisa berbicara ko sama orang dewasa." Kata Yeni memberikan penjelasan pada Ryan.
"Oh jadi kaya gitu ya kakak cantik. Kalau barusan pembicaraan kakak cantik sama kak Haikal bersifat pribadi ya. Jadi Ryan gak boleh ikut bicara. Tapi kalau pembicaraan kakak cantik sama kak Haikal udah gak pribadi lagi Ryan boleh ikut. Gitu bukan kakak cantik." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Nah iya kaya gini. Ryan anak yang pintar ya. Bisa langsung simpulin kaya gini. Makin suka deh kakak sama Ryan." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Benarkah itu kakak cantik. Kakak cantik suka sama Ryan." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Iya Ryan." Kata Yeni sambil mengagukkan kepalanya.
"Senengnya Ryan di sukai sama kakak cantik. Tau nggak kak, Ryan juga suka sama kakak." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Hey... bocil kenapa kamu suka sama pacar kakak." Kata Haikal berpura - pura tak terima.
"Memangnya kenapa kak, gak ada larangannya kan." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.
"Memang gak ada, tapi kamu gak boleh suka sama pacar kakak." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.
"Ko gitu sih kak." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.
__ADS_1
Percakapan mereka pun berladang tanpa henti membuat Yeni lelah melihat dan mendengar ucapan mereka.
"Yeni pergi dulu ya, kalian berdua lanjutin aja bicaranya." Kata Yeni pada mereka berdua.
"Tunggu yank, kamu mau kemana?" Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Iya kakak cantik, kakak cantik mau kemana?" Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Yeni mau mencari ketenangan. Biar gak pusing." Kata Yeni membalas ucapan mereka berdua.
"Ketenangan yang seperti apa kak?" Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Yang jauh dari kata berisik, tak ada yang buat pusing tentunya dan tempatnya tenang." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Kalau gitu, ayo kak ikut sama Ryan. Ryan tau tempat yang ingin kakak datangin itu." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Oh ya, dimana?" Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Di sana kak." Kata Ryan sambil menujuk tempat yang ia maksud tersebut dengan jari telunjuk kanannya.
"Nggak terlalu jauh ko kak, kurang dari lima menit udah sampai. Tempatnya kan ada di belakang butik. Jadi gimana kak, kakak mau ke sana." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Em... sepertinya boleh deh. Ayo kita ke sana." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Ayo kak, sini tangan kakak nya biar Ryan pegang." Kata Ryan membalas ucapan Yeni sambil meminta tangan Yeni.
Dengan cepat Yeni pun mengulurkan tangannya pada Ryan. Kemudian Ryan pun langsung memegang tangan Yeni dan menariknya untuk ikut bersama dirinya.
"Di sana tuh tempatnya bagus loh kak, ada berbagai macam bunga dan tanaman. Kakak mau sekalian di buatin jus gak atau cemilan gitu. Biar liat tempatnya bisa lebih enak." Kata Ryan berbicara pada Yeni tentang tempat tersebut dan menawarkan sesuatu pada Yeni.
"Em... kaya gitu ya. Kakak jadi gak sabar pengen cepet ke sana. Kalau di buatin jus atau cemilan memangnya ada penjual di sana." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Gak ada penjual sih kak, tapi bisa Ryan pesenin kalau kakak mau." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Jadi kaya gitu. Em... boleh deh, kakak jadi pengen jus strawberry sama cemilannya ada apa aja Ryan." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Oke kak nanti Ryan pesenin jus strawberry nya. Cemilannya banyak kak ada kentang goreng crispy, pisang coklat, sama yang lainnya kak. Ini coba kakak lihat aja. Banyak pilihannya ko." Kata Ryan membalas ucapan Yeni sambil memberikan hanphone yang ia pegang pada Yeni.
__ADS_1
"Baiklah kakak liat dulu ya." Kata Yeni mengambil handphone Ryan.
"Iya kakak cantik." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Wah beneran banyak, kakak jadi pengen borong semua cemilannya. Em... tapi kalau di borong semua ntar gak abis kan sayang ya. Em... kakak pesen dua aja deh. Ryan mau pesen apa?" Kata Yeni pada Ryan.
"Nanti saja kak, Ryan persennya setelah kakak." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Ini kakak udah selesai. Ryan mau pesen apa?" Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Biar Ryan pilih sendiri aja kak, boleh Ryan minta hanphone Ryan." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Tentu boleh, ini hanphone nya. Makasih ya, kakak jadi seneng deh sekarang udah gak merasa terganggu lagi. Apalagi nanti bisa makan. Pasti tambah seneng." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Hihi... kakak kaya anak kecil aja. Sampai kesenangan gitu." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Abisnya penat kepala kakak tadi. Sekarang udah mulai rileks. Jadi langsung kakak ekspresi in seneng deh wajah nya." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Eh... gimana, Ryan udah pesen juga kan jus dan camilannya." Kata Yeni melanjutkan lagi ucapannya.
"Udah kak sama pesenan yang kakak pilih juga udah Ryan pesenin. Ayo kita langsung ke sana aja. Nanti langsung di anterin ke belakang butik ko." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Ko bisa kaya gitu." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Soalnya udah biasa tempat jualannya itu selalu Ryan pesen jus dan camilan di sana. Kaya pelanggan setia gitu." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Oh jadi kaya gitu. Em... ya udah ayo lanjut lagi ke sana nya." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Ayo kak." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
Sementara Haikal yang saat ini masih berdiri sampai menggelengkan kepalanya karena tak habis pikir oleh mereka berdua yang dengan tega nya meninggalkan ia sendiri.
"Ckckck... ckckck... mereka berdua lupa apa gimana? ko gue gak di ajak ikut sama mereka." Kata Haikal pada dirinya sendiri.
"Gini banget sih nasib." Kata Haikal melanjutkan kembali ucapannya.
Bersambung...
__ADS_1