Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 182 Kapan - Kapan


__ADS_3

"Hus... jangan aneh - aneh jeng. Mungkin barusan perempuan itu lagi banyak pikiran makannya berbicara sendiri." Kata temennya membalas ucapan.


"Abisnya saya parno takut beneran, kan khawatir saya jeng." Kata jeng Leli nama seseorang yang pertama kali membicarakan Rindi.


"Udah yuk jeng, kita cari - cari lagi." Kata jeng Nila mengalihkan pembicaraan.


"Hem... baiklah." Kata jeng Leli menyetujui ucapan jeng Nila.


Rindi yang sedikit samar - samar mendengar ucapan mereka tersebut kini semakin emosi terhadap Haikal.


"Ini semua gara - gara kak Haikal. Kalau kak Haikal gak buat aku emosi aku gak mungkin tunjukin kalau saat ini malah bicara sendiri. Argh... awas kak Haikal kapan - kapan Rindi bales." Kata Rindi pada dirinya sendiri.


Setelah itu Rindi semakin mempercepat langkah kakinya. Dengan ide jail ia pun mulai memperlambat jalannya. Sangat lambat hingga membuat Yeni dan Ryan tak menyadari kehadirannya.


"Satu, dua, tiga."


"DAR..." Kata Rindi dengan begitu kencang dan keras.


Hal ini membuat Yeni dan Ryan terlonjak kaget bahkan posisi mereka yang berjongkok langsung berdiri dan memegangi dadanya.


"Aduh... kaget nya. Siapa sih main - main teriak - teriak aja. Ryan gak papa kan." Kata Yeni pada seseorang yang membuatnya terkejut. Kemudian tak lupa ia pun bertanya mengenai kondisi Ryan saat ini.


"Masih deg - degan kakak cantik. Ryan masih kaget." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.


"Bentar kakak tegur dulu orang yang nggak sopan malah kejutin." Kata Yeni kemudian langsung membalikan tubuhnya.


Rindi dengan tak tahu dirinya malah menunjukkan deretan gigi miliknya. Sambil tertawa ngakak melihat ekspresi wajah Yeni yang sudah penuh dengan rasa emosi.


"Hahahaha... halo, sorry ya Yen, Ryan barusan hanya ngetes aja." Kata Rindi langsung berbicara sebelum Yeni meledakkan emosinya.


"Sorry kamu bilang, dan apa kamu bilang barusan, hanya ngetes. Ngetes atau sengaja ingin mengejutkan." Kata Yeni membalas ucapan Rindi sambil melipatkan tangannya di dekat dada.


"Hehehe... sengaja sih. Maaf ya aku kira kalian gak lagi fokus." Kata Rindi akhirnya mengakui kesalahannya.

__ADS_1


"Lain kali kamu jangan pernah ulangi lagi. Nanti kalau diantara aku dan Ryan ada yang mendadak terkena serangan jantung memangnya kamu mau tanggung jawab apa." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hem... iya aku gak akan ulangi lagi. Maaf ya Yen, Ryan aku beneran merasa bersalah dan menyesal." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil meminta maaf pada Yeni dan Ryan.


Sebelum Yeni sempat menjawab ucapan Rindi terdengarlah suara Haikal.


"Jangan di maafin aja yank sekalian. Biar tau rasa." Kata Haikal yang tiba - tiba ikut dalam pembicaraan.


Sehingga secara otomatis pandangan mereka bertiga langsung mengarah ke Haikal.


Haikal yang di lihat dengan tatapan mendadak itu menjadi gugup.


"Em... kalian ko kompakan langsung liat ke arah kakak. Jadi malu nih kakak di liatin kalian." Kata Haikal pada mereka bertiga.


"Ge'er banget sih kak, kita semua liatin kakak kan karena kakak tiba - tiba bicara, gak ada angin gak ada hujan langsung aja bicara." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Hey... setidaknya kakak gak buat kekacauan seperti kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Memang nya Rindi buat kekacauan apa. Banting benda - benda yang di sini aja nggak. Dimana bisa dibilang buat kekacauan coba. Aneh nih kakak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Itu beda lagi lah kak, Rindi kan gak buat kerusakan nggak bisa di bilang kekacauan." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Sama aja kali kamu udah buat kekacauan karena merugikan orang lain." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Gini lagi deh jadinya, em... Ryan kita pergi ke sana aja yuk. Kakak pusing nih kalau terus denger perdebatan." Kata Yeni kemudian mengajak Ryan untuk pergi meninggalkan Rindi dan Haikal yang sedang berdebat.


"Ayo kak kita bisa pergi ke sana. Ryan juga pusing kalau denger keributan." Kata Ryan yang langsung menyetujui ucapan Yeni.


Tanpa disadari oleh Rindi dan Haikal mereka berdua kini malah terus berdebat. Sementara Yeni dan Ryan sudah tak berada di dekat mereka lagi.


Sampai akhirnya Rindi mencoba mengalihkan pembicaraan dengan berbicara pada Yeni. Namun, tak kunjung ada jawaban. Di situlah ia baru sadar bahwa Yeni dan Ryan sudah tak ada.


"Kakak nih kalau Rindi bilang beda ya beda. Ya sudah kalau gitu Rindi minta pendapat Yeni. Kalau Yeni bilang beda kakak harus akui kalau ucapan kakak salah. Gimana deal gak?" Kata Rindi pada Haikal.

__ADS_1


"Oke deal." Kata Haikal langsung menyetujui ucapan Rindi.


Setelah mendengar persetujuan dari Haikal barulah Rindi mulai bertanya pada Yeni.


"Yeni menurut kamu barusan saat aku kejutin kamu apa itu bisa di bilang kekacauan atau nggak. Jawab jujur ya." Kata Rindi tanpa melihat ke arah Yeni sebelumnya.


Rindi yang terheran karena sudah hampir dua menit Yeni tak terdengar menjawab ucapan nya.


Dengan rasa penasaran ia kemudian mulai mengarahkan pandangannya ke arah Yeni tadi.


Begitu ia melihat ke arah Yeni, ia pun akhirnya terkejut karena Yeni dan Ryan sudah tidak ada.


"Yeni, Ryan kalian berdua ko gak ada. Kak liat mereka berdua udah gak ada. Ini pasti gara - gara kakak karena udah ajakin Rindi debat. Di tinggalkan jadinya." Kata Rindi memberitahu Haikal dengan menyalahkan Haikal juga.


"Iya ko mereka gak ada. Dan kenapa kamu malah salahin kakak aja. Ini juga kan salah kamu. Udah lah kakak mau cari mereka. Bicara sama kamu gak pernah mau ngalah." Kata Haikal kemudian pergi meninggalkan Rindi.


"Dasar ya kalau bukan kakak sendiri udah aku lempar ke planet mars. Siapa yang aja debat siapa yang malah marah. Argh... bikin kesel." Kata Rindi di dalam hatinya meluapkan emosi atas ucapan Haikal barusan.


"Awas aku bener - bener akan bales kakak. Liat aja nanti." Kata Rindi melanjutkan lagi ucapannya.


"Yank, Ryan kalian dimana?" Kata Haikal memangil Yeni dan Ryan.


Tak ada jawaban apapun dari panggilan Haikal tersebut.


Namun, Haikal tak menyerah ia masih terus mengulangi kata yang sama di setiap perjalanan.


Sampai pada akhirnya ia pun menemukan Yeni dan Ryan yang sedang duduk di sebuah kursi.


"Akhirnya mereka ketemu juga." Kata Haikal merasa lega karena telah menemukan Yeni dan Ryan.


Dengan cepat ia pun langsung menghampiri Yeni dan Ryan. Namun, lagi dan lagi ia harus ketemu dengan Rindi sehingga tubuh mereka hampir menubruk satu sama lain.


"Argh... kenapa harus ketemu sama kakak sih. Ntar kan bisa - bisa Yeni sama Ryan pergi duluan. Pokok nya itu gak boleh terjadi." Kata Rindi kemudian langsung mempercepat langkah kaki nya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2