
"Lo gak percaya emangnya." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
Dengan cepat Haikal pun langsung menggelengkan kepalanya sambil berkata "Nggak."
"Lo jangan bohong bro, lo pasti pura - pura kan bilang kaya gitu." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Nggak lah bro, gue berkata jujur. Lo gak bisa liat emangnya." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Nggak, malah keliatan bohong." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Terserah lo aja bro, percuma gue bela diri gue gak bohong. Tapi, lo terus berpikir kalau gue bohong. Ya, akan susah yakin nya. Jadi, itu terserah lo aja. Mau anggap gue bohong silahkan mau nggak juga gak masalah." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Jawaban yang tak mau ribet. Ya, seperti lo ini." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Kalau gue mau jawab yang ribet juga percuma bro. Ntar, ujung - ujungnya pasti panjang dan ntah kapan akan berhenti." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Hem..." Kata Bagas hanya membalas ucapan Haikal dengan deheman saja.
Setelah itu, mbak yang membawakan pesanan mereka pun kini telah berada di meja mereka.
Satu persatu pesanan mereka mulai mbak nya simpan di meja. Rindi yang berada paling dekat dengan mbaknya, saat pesanan itu di turunkan ia pun yang mengeser - geserkan es campur itu pada Yeni.
Setelah selesai kemudian mbaknya pun mulai berbicara.
"Silahkan kak di nikmati, saya kembali ke sana lagi ya kak. Permisi." Kata mbaknya dengan ramah. Kemudian pergi meninggalkan mereka semua saat Rindi telah menjawab ucapan nya itu dan ia pun telah menjawab ucapan Rindi.
"Iya mbak makasih ya." Kata Rindi membalas ucapan mbaknya.
"Iya kak" kata mbaknya sambil tersenyum dan kemudian pergi.
"Oke, sekarang ayo makan." Kata Rindi kemudian berbicara pada mereka bertiga.
"Akhirnya datang juga. Kak Bagas udah nunggu sedari tadi loh ini. Langsung kak Bagas coba deh." Kata Bagas berbicara dengan penuh semangat.
"Makan aja bro sekalian sama mangkuknya kalau mau." Kata Haikal membalas santai ucapan Bagas.
__ADS_1
"Nggak sampai gitu juga kali bro. Gue bukan orang yang suka debus atau orang yang suka makan mangkuk. Masa gue harus makan kaya gitu." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Em... kak Bagas maaf, debus itu apa ya? Yeni ko baru denger." Kata Yeni yang penasaran dengan kata debus, sehingga ia pun langsung bertanya pada Bagas.
"Em... itu anu. Debus itu em... lupain aja deh ya Yen, kak Bagas lagi males jelasin. Maaf ya." Kata Bagas membalas ucapan Yeni.
"Em... ya udah kak gak papa. Walau sebenernya sih Yeni masih penasaran. Tapi kalau kakak gak bisa, gak papa ko kak." Kata Yeni membalas ucapan Bagas.
"Aduh kak Bagas jadi gak enak nih. Kamu maafin kak Bagas kan Yen." Kata Bagas membalas ucapan Yeni.
"Iya kak santai aja. Ayo kak di lanjut lagi makan es campurnya." Kata Yeni membalas ucapan Bagas.
"Leganya kak Bagas. Makasih ya, udah mau maafin kak Bagas." Kata Bagas membalas ucapan Yeni.
"Iya kak." Kata Yeni membalas ucapan Bagas dengan tersenyum.
Hal ini membuat Haikal tak terima sehingga ia pun mulai mengeluarkan lagi suaranya.
"Yank, udah kasih senyum nya. Ntar dia ke ge'eran kalau terus kamu kasih senyum." Kata Haikal pada Yeni.
"Nggak akan kak, lagi pula ini adalah bentuk kalau Yeni beneran udah maafin kak Bagas. Senyum itu kan ibadah. Masa Yeni harus cemberut, kan gak baik." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Bilang aja bro, lo cemburu bukan malah bilang gue suka ge'er." Kata Bagas yang tiba - tiba langsung menjawab ucapan Haikal.
"Apaan sih bro, lo malah ikut bicara." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Udah lah bro, lo akui aja kalau lo itu cemburu. Apa susah nya sih atau mau gue yang bilangin ke Yeni kalau lo tuh cemburu liat Yeni yang kasih senyum ke gue terlalu lama." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Udah lah bro, gue capek jelasin ke lo tapi lo malah nggak ngerti - ngerti." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Hem... gue rasa lo deh yang gak ngerti. Bukan malah sebaliknya, malah gue yang lo bilang gak ngerti." Kata Bagas yang tak terima dengan ucapan Haikal.
"Udah, udah kak. Kalau kalian gak mau pada ngalah biar Rindi aja yang nggak ngerti. Bereskan kalian tetep memang. Kalau gitu sekarang ayo di lanjutkan lagi makan es campur nya." Kata Rindi pada mereka berdua.
Baik Haikal ataupun Bagas kini mereka berdua hanya saling pandang setelah itu terdengarlah tawa dari mereka berdua.
__ADS_1
"Hahahaha... lucu banget sih kamu Rindi." Kata mereka berdua hampir bersamaan.
"Rindi tau ko Rindi memang lucu, imut plus cantik tentu nya." Kata Rindi yang malah semakin memuji diri nya.
"Hem... poin yang terakhir itu kamu jelek bukan cantik." Kata Haikal yang masih saja tak mau mengakui kalau Rindi sebenarnya cantik.
"Mana ada kaya gitu bro. Rindi tuh cantik, lo nya aja yang gak bisa bedain." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Lo yang salah liat bro. Liat coba, mata Rindi yang gak ada cantik - cantik dan anggunnya. Malah terkesan garang dan menakutkan kaya hantu." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
Ucapan Haikal ini sontak membuat Rindi menggebrak meja secara tiba - tiba.
Brak...
Suara gebrakkan meja yang Rindi lakukan secara tiba - tiba itu.
Suara itu pun akhirnya membuat Haikal terdiam seribu bahasa.
Apa lagi melihat mata Rindi yang seperti ingin keluar itu.
"Buset kaget nya gue, apalagi liat mata Rindi kaya yang mau keluar gitu. Apa iya ya dia kerasukan." Kata Haikal di dalam hatinya.
"Mati kutu kan lo sekarang bro." Kata Bagas berbicara juga pada hatinya.
"Jadi maksud kak Haikal, Rindi ini seperti ini. Jelek menakutkan dan seperti hantu. Iya Rindi kaya gini kak." Kata Rindi dengan suara yang cukup tinggi saat berbicara pada Haikal, bahkan kini ekspresi wajahnya sangat menakutkan.
"Ya, persis seperti ini." Kata Haikal memberanikan diri bersikap biasa saja saat menjawab ucapan Rindi walau dalam hati ia terus berdoa agar Rindi tak semakin meledakkan amarah nya itu.
"Semoga aja Rindi gak semakin marah, ayo Rindi redakan emosi kamu. Semoga, semoga." Kata Haikal di dalam hati nya.
"Kalau sekarang Rindi jelek." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Hem... sangat jelek dan menakutkan." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Jika Rindi rubah dengan tersenyum apa jawaban kakak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
__ADS_1
"Em... kalau kamu ubah sih tetep jelek." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan santai nya.
Bersambung...