Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 107 Baru Tersadar


__ADS_3

"Au ah gelap." Kata Rindi menjawab asal ucapan Haikal.


"Rindi aneh ya yank, masa terang kaya gini di bilang gelap. Bener - bener aneh kan." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan berbicara pada Yeni.


Sontak mata Yeni pun sempat melotot karena secara tiba - tiba Haikal bilang yank pada dirinya.


"Barusan kak Haikal beneran bilang yank. Aku gak salah denger kan. Ah... seneng nya. Tapi, kalau ternyata salah bicara. Jadi, sedih dong karena kena prank." Kata Yeni menjerit saat kata ah ia ucapkan di dalam hatinya.


Haikal yang baru tersadar karena tiba - tiba memanggil Yeni dengan panggilan yank. Kini mulai berbicara lagi pada Yeni.


"Yeni maaf ya, barusan saya bilang kamu yank. Saya lupa kita kan belum jadi sayang. Em... tapi sebentar lagi pasti kita jadi sayang ko." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Mual Rindi denger ucapan kakak yang terakhir itu. Pengen muntah nih." Kata Rindi yang membalas ucapan Haikal pertama kali nya. Walau sebenarnya Haikal ingin Yeni yang jawab ucapannya terlebih dahulu.


"Ganggu aja sih anak kecil. Lagi pula kamu kalau mau mual sama muntah yang jangan minta ke kakak. Soal nya kakak gak punya muntah." Kata Haikal membalas asal ucapan Rindi.


"Yey... siapa juga yang minta muntah. Rindi kan bilangnya pengen muntah. Bukan minta muntah." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Bukannya sama aja ya, pengen sama minta itu. Jadi, harusnya kamu bilang itu yang bener." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Beda dong kak, dari mana bisa dibilang sama. Udah kak sekarang ini Rindi harus ngapain. Pegel tau berdiri terus, mana pake sepatu kaya gini lagi. Kakak nih, nggak ngertiin Rindi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Lagi pula buat apa kakak ngertiin kamu. Mending ngertiin Yeni, iya gak yank. Eh, maaf lupa lagi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil melihat Yeni dan memanggil Yeni dengan yank lagi.

__ADS_1


"Jangan mau di bohongi Yeni. Kak Haikal memang kaya gitu ke setiap cewe bilangnya lupa padahal nih aslinya itu memang sengaja biar kamu salting." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan berbicara pada Yeni.


"Rindi kamu ya, jangan di bilang - bilang dong. Itu kan rahasia kakak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Em... gitu ya, tapi tak apa lah kak, biar Yeni tau kalau kakak itu seperti itu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Tapi kamu nya ya, jangan kaya gitu dong. Nggak baik tau." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Iya deh iya Rindi salah. Yeni, kamu jangan percaya ya sama ucapan kak Haikal. Eh... maksudnya ucapan aku tadi. Itu hanya candaan ko. Kak Haikal itu gak pernah seperti itu ke cewe dan asal kamu tau ya. Ini pertama kalinya deh kak Haikal bilang yank ke cewe. Iya nggak kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil berbicara pada Yeni juga.


"Udah tuh kak, Rindi udah bilang ke Yeni. Jangan lupa uang tutup mulutnya ya kak. Apalagi udah Rindi kasih nilai plus tuh. Puji kakak juga. Jadi uang tutup mulutnya juga harus besar ya." Kata Rindi pada Haikal setelah ia selesai berbicara pada Yeni.


"Ya ampun Rindi, kamu nih sampai minta uang tutup mulut segala lagi. Udah, udah kamu jangan jawab lagi. Sekarang lebih baik kamu duduk coba, kakak akan mulai foto kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil mengalihkan pembicaraan agar Rindi tak terus - terusan bicara.


"Hem... lagi seru juga. Kakak nih suka gitu deh." Kata Rindi membalas ucapan Haikal kemudian ia pun mulai duduk.


"Hem... Iya nih Rindi senyum." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil menujukkan senyum yang di paksakan.


"Senyumnya juga kaya yang gak ikhlas gitu yang bener dong senyum itu. Liat nih, Yeni diem kaya gini aja masih terlihat cantik. Tapi, kamu yang senyum kaya gitu malah jelek. Kenapa ya?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan membandingkan Rindi dan Yeni.


"Ya iya lah akan seperti itu. Kakak nya juga lagi bucin. semua orang kan di bilang jelek tapi Yeni tentu di bilang cantik. Mau dia nangis, marah, atau yang lain nya juga. Kak Haikal pasti bilang Yeni cantik." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Apa iya ya kaya gitu. Tapi, kakak rasa ucapan kamu itu memang ada benar nya sih. Wajah Yeni itu memang cantik lalu mau berekspresi dengan apapun juga." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.

__ADS_1


"Bahkan sampai membuat orang sebel apalagi Rindi yang terus dibilang jelek sama kakak. Tau nggak apa yang kakak bilang itu. Sakit... tau." Kata Rindi membalas ucapan Haikal bahkan saat kata sakit ia ucapkan begitu sangat mendalam.


"Kalau sakit ya di kasih obat biar cepet sembuh." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Kalau gitu kakak harus tanggung jawab kasih Rindi obat. Rindi kan sakit karena kakak juga. Jadi, tanggung jawab lah kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Mana ada kaya gitu. Kakak bukan penyebab kamu sakit. Itu kan kamu nya aja yang baperan. Jadi, kamu sendiri lah yang harus obatin." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Kalau kakak gak bilang kaya gitu ke Rindi. Rindi juga gak akan baper terus sakit. Pokok nya Rindi gak mau tau. Kakak harus tanggung jawab." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan memaksa Haikal untuk menyetujui ucapannya.


Tante Ratna yang melihat Rindi dan Haikal terus berdebat seperti itu pun, mulai terbawa emosi. Karena mereka berdua lagi dan lagi terus berdebat.


"Kalian berdua mau terus - terusan seperti itu. Gak mau berhenti." Kata tante Ratna pada Rindi dan Haikal.


Suara tante Ratna pun membuat mereka berdua terdiam dalam berdebatnya.


"Nggak gitu juga mah, ini nih Rindi suka banget buat Haikal terus bicara. Jadi nya gak mau berhenti deh. Maaf ya mah." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna sambil menyalahkan Rindi.


Rindi yang di salahkan oleh Haikal pun tak terima, sehingga ia mulai menjawab juga ucapan tante Ratna.


"Bukan salah Rindi aja tante. Ini juga salah kak Haikal. Kakak jangan sepenuhnya salahin Rindi dong. Ini kan ada kesalahan kakak juga. Kalau kakak salahin Rindi aja nggak adil dong buat Rindi." Kata Rindi membalas ucapan tante Ratna dan protes juga pada Haikal.


"Lagi pula kakak kan salahnya hanya sedikit. Jadi, ya tetep kamu yang harus di salahin." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.

__ADS_1


"Ih... kesel deh kakak nggak mau akui kesalahan kakak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


Bersambung...


__ADS_2