Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 93 Mulai Tertarik


__ADS_3

"Males banget kalau kakak harus tanya kaya gitu ke setiap orang. Lebih baik nggak di tanyai aja." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Kalau terus - terusan males kapan maju nya kak." Kata Rindi membalas asal ucapan Haikal.


"Besok - besok pasti sukses." Kata Haikal membalas asal juga ucapan Rindi.


"Darimananya bisa sukses kalau tiap hari bawaannya males. Pekerjaan kalau awalnya udah males ya nggak akan baik. Kecuali kalau dalam keadaan males nya itu masih konsisten melakukan pekerjaan dengan baik. Tapi, sepertinya ada sedikit orang yang kaya gitu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan cukup panjang.


Dengan menggaruk kepala, Haikal pun kemudian menjawab ucapan Rindi.


"Nggak tau kakak, udah lah jangan di bahas lagi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil mengalihkan pembicaraan.


"Ko gitu sih kak, lanjutin aja. Lagi seru nih." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Seru apa nya yang ada malah buat orang emosi. Udah jangan di bahas lagi. Kalau kamu setuju nggak di bahas lagi. Ntar kakak kasih hadiah." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan memberikan iming - iming hadiah agar Rindi tidak melanjutkan lagi pembahasan mereka saat ini.


"Waw... bagus tuh kak, boleh, boleh. Tapi, kalau Rindi boleh tau hadiah nya apa nih kak. Kalau Rindi nggak terusin pembahasannya." Kata Rindi yang mulai tertarik dengan ucapan Haikal.


"Kamu mau nya apa?" Kata Haikal bertanya keinginan Rindi mengenai hadiah yang akan ia berikan.


"Kalau Rindi sih mau nya kakak beliin Rindi motor sport keluaran terbaru. Wah... kayanya keren tuh kak. Kalau Rindi pake motor itu." Kata Rindi dengan santai memberitahukan keinginan hadiah yang akan Haikal berikan pada dirinya.


"What motor? kamu gak salah Rindi. Mana minta motor sport keluaran terbaru lagi. Kekuras dong uang kakak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Nggak papa kak kalau kekuras sedikit. Lagi pula jarang banget kakak kasih hadiah. Jadi ya Rindi buat kesempatan aja minta motor. Soalnya Rindi udah bosen pake motor Rindi yang biasa di gunain itu. Jadi, bisa kan kak hadiah nya motor." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.

__ADS_1


"Bisa apanya. Jangan ngada - ngada deh. Itu uang buat persiapan nikah. Kalau dibeliin motor buat kamu. Uangnya bisa - bisa kurang buat nikah. Yang lain coba minta hadiahnya." Kata Haikal protes dengan permintaan Rindi.


"Ah... payah, nikah nya juga masih lama kan. Bisa lah nabung lagi. Lagi pula Rindi juga nggak pernah liat tuh kak Haikal bawa cewe atau bahkan kenal sama cewe." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Et... dah itu mulut nggak bisa di jaga banget. Sedikit di manipulasi juga bisa kan. Jangan bilang belum punya cewe. Kamu nih malu - maluin kakak aja." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Hehehehe... itu kan kenyataannya kak. Bahkan waktu itu aku juga pernah liat hanphone kakak. Tapi, nggak ada tuh foto cewe di hanphone kakak satu pun. Makannya Rindi bilang kaya gitu barusan." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan tersenyum tanpa rasa bersalah. Selain itu juga ia sempat memberitahukan Haikal mengenai ucapannya tersebut sesuai pakta yang ada.


"Kapan kamu liat hanphone kakak? ko kakak baru tau." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan sebuah pertanyaan.


"Em... Rindi lupa lagi kak. Tapi yang jelas waktu itu Rindi liat galeri di hanphone kakak nggak ada foto cewe sama sekali selain foto tante Ratna." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Itu artinya udah lama. Sekarang kamu belum liat isi hanphone kakak kan. Di sini tuh asal kamu tau banyak foto cewe. Jadi, jangan coba - coba liat hanphone kakak tanpa izin." Kata Haikal menunjukan hanphone miliknya tersebut pada Rindi.


"Mana coba Rindi mau liat, ko Rindi masih ragu ya kak. Masa iya banyak foto cewe. Apa jangan - jangan foto cowo yang di dandanin kaya cewe." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan menduga - duga isi di galeri hanphone Haikal saat ini.


Rindi kemudian melihat tubuh Haikal dari atas sampai ujung kaki sebanyak tiga kali. Barulah setelah itu ia pun mulai mengeluarkan suaranya.


"Apa iya kaya gitu kak? tapi ko setelah di liat - liat seperti..." Kata Rindi yang baru saja akan melanjutkan ucapannya. Namun, harus di potong oleh Haikal.


"Jangan aneh - aneh kamu. Kakak bilang kakak suka cewe bukan cowo itu artinya ya kaya gitu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Hem... kakak beneran cowo kan." Kata Rindi dengan berkata seperti ini pada Haikal.


"Kamu kira kakak apa. Apa perlu kakak buktiin kalau kakak ini cowo dengan cara seperti ini." Kata Haikal yang mulai geram dengan ucapan Rindi sampai ia pun berniat membuka resleting celananya.

__ADS_1


"Eh... tunggu, tunggu kak. Jangan gitu lah, masa iya Rindi harus liat itu nya kakak. Nggak perlu kak, Rindi hanya bercanda ko." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Makannya kalau bercanda itu jangan keterlaluan. Jadi kena mental kan, baru juga kakak mau tunjukin. Udah kaya gitu sikapnya. Hahaha... Hahaha..." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil tertawa di ujung kalimat yang ia ucapkan.


"Maksudnya kakak, barusan kakak juga pura - pura, biar Rindi ngelarang kakak. Gitu maksud kakak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan mencoba memastikan kembali bahwa ucapan Haikal itu sesuai dengan yang ia ucapkan saat ini.


"Hem... bisa di bilang kaya gitu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Tau kaya gitu Rindi nggak akan ngelarang kali kak. Kakak nih, kalau mau bercanda itu nggak bilang - bilang." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Ya kali kakak bilang - bilang. Bukan bercada namanya kalau harus bilang - bilang. Kamu nih ada - ada aja." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Hehehehe... gak papa kak, biar Rindi bisa persiapan aja." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Aneh kamu ini Rindi. Dan kalau di terusin nih bicaranya kakak bisa - bisa ikut aneh juga sama kaya kamu. Jadi untuk menghindari itu semua kakak gak akan bicara lagi sama kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


Dengan terkejut Rindi pun kemudian menjawab ucapan Haikal.


"Ya ampun kak, nggak gitu juga kali. Kakak kalau berpikiran kaya gitu. Ya nggak mungkin terjadi juga. Sebentar lagi nih, Rindi yakin kakak pasti bicara lagi sama Rindi."kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Pede banget kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


Secara otomatis ucapan Haikal ini pun membuktikan ucapan Rindi barusan.


"Tuh kan Rindi juga bilang apa. Kakak pasti bicara lagi sama Rindi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2