Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 130 Gak Bisa Menghindar


__ADS_3

Bergegaslah Yeni melihat pada kaca spion di sebelah kanannya. Namun, setelah ia melihat pada kaca spion, ternyata tak ada motor sport apapun di belakang sana.


"Mana, gak ada ko." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Iya kan aku udah bilang aku mendengar suara motor nya bukan motornya. Selain itu, aku juga sangat yakin kalau suara motor tersebut berasal dari motor kak Haikal. Jadi lebih baik kamu naikin kecepatan motornya. Biar gak ke susul. Ayo cepat." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil menggoyang - goyangkan bahu belakang Yeni saat ia telah selesai bicara.


"Itukan baru dugaan belum kenyataannya. Sudah lah kalaupun harus ke susul apa boleh buat. Kita gak bisa menghindar lagi bukan." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Kamu nih gak bisa di ajak kerjasama. Sekarang coba berhenti dulu." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Kenapa harus berhenti?" Kata Yeni yang aneh dengan permintaan Rindi. Sehingga ia bertanya pada Rindi.


"Udah berhenti aja dulu nanti juga tau. Ayo berhenti." Kata Rindi membalas ucapan Yeni tanpa menjelaskan pertanyaan Yeni.


"Tadi katanya di suruh naikin kecepatan motor, sekarang malah di suruh berhenti. Gak sesuai banget sih." Kata Yeni membalas ucapan Rindi dengan mengomel.


"Udah jangan banyak di pertanyakan, lagian bukan orang yang di wawancara juga. Jadi gak usah banyak pertanyaan. Sekarang hentiin dulu motornya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Bawel banget sih suruh henti - hentiin terus. Iya nih aku hentiin." Kata Yeni membalas ucapan Rindi kemudian langsung menghentikan motornya.


"Nah, dari tadi kek kaya gini. Ini malah di lama - lamain kamu nih Yen, Yen." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Suka - suka aku dong. Terus sekarang kamu mau apa." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Sekarang kamu turun." Kata Rindi meminta Yeni untuk turun.


"Buat apa aku turun." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Udah jangan banyak tanya, kamu turun aja." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


Yeni yang tak ingin ribet kemudian dengan cepat bergegas turun dari motor.


"Udah sekarang aku harus apa." Kata Yeni setelah ia turun dari motor.


"Bentar." Kata Rindi meminta Yeni untuk menunggu.

__ADS_1


"Hem... jangan lama." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Iya bawel, ini gak akan lama ko. Udah, ayo naik." Kata Rindi setelah ia berada di tempat Yeni sebelum nya.


"Naik kemana? kamu nya aja ada di tempat aku duduk tadi." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hadeh... masa gak tau naik kemana. Kalau aku ada di tempat kamu, harusnya kamu tuh udah tau. Kalau kamu di suruh naik kemudian duduk di tempat aku sebelumnya. Bukan malah tanya lagi." Kata Rindi membalas ucapan Yeni dengan cukup panjang.


"Hehehe... maaf lagian kamu gak kasih tau aku sih sebelumnya kalau mau tukar tempat. Jadi, aku malah tanya kaya gitu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi dengan tersenyum.


"Hem... iya aku maafin, sekarang cepat kamu naik." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Siap." Kata Yeni sambil memberikan hormat pada Rindi.


Setelah itu, ia pun mulai menaiki motor. Ketika Yeni telah duduk di motor. Rindi kemudian berbicara lagi pada Yeni.


"Udah duduknya." Kata Rindi bertanya pada Yeni.


"Udah, ayo jalan." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Sip... pegangan jangan sampai nggak." Kata Rindi meminta Yeni untuk memegang tubuhnya. Entah itu di bahu, pinggang, atau bahkan di bagian baju yang ia kenakan.


"Aku mau ngebut, jadi kalau kamu berani sih gak papa gak pegangan juga. Tapi kalau sebaliknya lebih baik pegangan sama tubuh aku." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Hem... iya deh aku pegangan ke tubuh kamu. Kalau gak pegangan yang ada aku bisa terbang. Entah nanti tubuh aku akan mendarat dimana." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Gak sampai kaya gitu juga kali. Tubuh kamu berat dan besar kaya gini. Mana bisa terbang." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Bisa lah, apalagi kalau kamu yang kebut. Udah pasti bisa. Kebutnya kamu kan buat orang shock karena terlalu kencang. Kalau aku kaya kerupuk udah pasti bisa terbang." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Lagian bukan kerupuk juga kan. Jadi kamu gak akan terbang. Udah sekarang pegangan. Aku mau langsung kebut." Kata Rindi membalas ucapan Yeni dan meminta Yeni untuk cepat menegang tubuhnya karena ia akan mulai mengebut.


"Hem... iya aku pengang tubuh kamu." Kata Yeni kemudian memeluk Rindi dari belakang dengan kencang dan erat. Hal ini membuat Rindi merasakan sesak.


"Yen, jangan kaya gini juga kali pegang tubuh aku nya. Ini sesek banget tau. Longgarkan dikit coba." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.

__ADS_1


"Maaf, maaf aku peluk nya kekecengan ya." Kata Yeni kemudian mulai melonggarkan pelukannya.


"Hem... iya keceng banget. Sekarang udah lebih baik." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Aku langsung kebut ya. Siap Yen." Kata Rindi melanjutkan lagi ucapannya.


"Siap, siap. Let's go." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Oke." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


Sementara Haikal yang menyusul Rindi dan Yeni kini masih berjarak cukup jauh. Walau suara motor miliknya telah terdengar.


"Cepet banget ilangnya. Mereka pergi ke arah mana ya. Apalagi kan bentar lagi ada arah kiri kanan kalau gak ke susul bisa - bisa salah jalan. Ayo Haikal kebil cepat lagi lajuin motornya." Kata Haikal di dalam hatinya.


"Iya bener banget aku harus cepat. Bisa - bisa nanti aku malah kesasar lagi." Kata Haikal melanjutkan lagi ucapannya.


Namun, di tempat lain tepatnya di ruangan kerja Aldiano. Kini ia malah semakin geram karena lagi dan lagi penelpon terus ada.


Sampai membuat tangan dan telinga nya kelelahan karena terlalu banyaknya yang menghubungi ia.


"Argh... ini mau sampai kapan sih. Dari tadi perasaan banyak banget yang telpon. Apalagi telponnya buat mutusin kontrak kerja sama. Makin geram dan emosi jadi nya." Kata Aldiano pada dirinya sendiri.


"Sabar Aldiano, jangan marah - marah. Kamu harus sabar ini hal yang harus kamu lewati dengan sabar." Kata Aldiano menenangkan dirinya sendiri.


"Ini udah sabar terus dari tadi. Mana aus lagi terus bicara. Minum dulu aja kali ya." Kata Aldiano membalas ucapan nya sendiri dan ia jawab sendiri juga.


"Iya kaya nya aku minum aja dulu. Biar gak kering nih tenggorokan." Kata Aldiano membalas ucapannya.


Diambilah gelas yang berisi air minum di mejanya itu. Lalu ia teguk perlahan demi perlahan sampai air itu habis tak tersisa.


Gleg... gleg... gleg...


Suara air yang di minum Aldiano.


"Akhirnya lega juga nih tenggorokan. Awas aja kalau setelah ini ada yang telpon lagi. Aku gak akan angkat telponnya." Kata Aldiano mengancam siapapun yang akan menelpon ia selanjutnya.

__ADS_1


Namun, ternyata setelah ia selesai berbicara tiba - tiba terdengarlah nada dering panggilan dari hanphone miliknya. Walau awalnya ia berniat dan bertekad untuk tak menjawab telpon tersebut. Pada akhirnya ia pun tak punya pilihan lagi. Sehingga ia menerima lagi telpon dari hanphone miliknya.


Bersambung...


__ADS_2