Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 173 Tak Membawa Uang


__ADS_3

"Hehehe... ayo kak, tunggu apa lagi. Langsung beli ice cream nya yuk." Kata Ryan kemudian langsung menarik tangan Haikal.


Selain itu, ia pun tak lupa menarik juga tangan Yeni. Sehingga saat ini kedua tangannya menarik tangan Yeni dan Haikal.


"Kakak gak bawa uang." Kata Haikal sengaja ingin tahu reaksi apa yang akan Ryan berikan saat ia memberitahu Ryan bahwa ia saat ini tak membawa uang sepeser pun.


"Jangan bohong lah kak, Ryan tau ko kakak bawa uang." Kata Ryan membalas ucapan Haikal dengan masih menarik tangan Haikal dan terus berjalan.


"Ko bisa yakin kaya gitu. Kakak beneran gak bawa uang." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.


"Kalau kakak gak bawa uang, terus itu yang Ryan liat apa, di saku celana yang kakak pakai. Ada warna merah terlihat sedikit." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.


Haikal yang mendengar ucapan Ryan, kini refleks langsung melihat ke arah saku celananya.


Setelah di lihat ternyata memang benar bahwa saat ini di saku celana bagian depannya terdapat uang yang terlihat.


"Gue ko gak kepikiran ya, liat dulu ke arah saku celana gue. Kalau kaya gini ya Ryan pasti gak akan percaya. Lagian nih uang kenapa harus keliatan sih. Gak bisa di ajak kerja sama banget nih uang. Jadi sekarang ketahuan bohong." Kata Haikal di dalam hatinya.


"Bener kan kak, di saku celana kakak itu memang uang." Kata Ryan kemudian bertanya pada Haikal saat ia melihat Haikal telah selesai melihat ke arah saku celananya.


"Hem... tapi ini hanya ada sedikit uangnya. Gak akan cukup buat beli ice cream." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.


"Masa sih kak." Kata Ryan yang tak percaya dengan ucapan Haikal.


Kemudian ia pun mulai mengambil uang yang ada di saku celana Haikal secara tiba - tiba. Setelah ia mengambilnya ternyata terdapat tiga lembar uang berwarna merah bernominal seratus ribu.


"Ini udah lebih dari cukup kak buat beli ice cream. Kenapa harus bohong lagi coba. Kakak nih, kaya perhitungan gitu sama Ryan." Kata Ryan membalas ucapan Haikal sambil menunjukan tiga lembar uang yang ia ambil dari saku celana Haikal.


Haikal yang lagi dan lagi di buat terkejut karena ulah Ryan ini. Hanya bisa menghela napas.

__ADS_1


"Hem... kakak sebenernya bukan perhitungan tapi sengaja. Biar kamu gak terus - terusan makan ice cream." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.


"Terus - terusan gimana coba kak, Ryan kan belum beli ice cream nya. Masa kakak udah bilang kaya gitu duluan. Aneh bukan, iya gak kakak cantik." Kata Ryan membalas ucapan Haikal sambil bertanya pada Yeni.


"Hem... iya Ryan." Kata Yeni sengaja langsung menyetujui ucapan Ryan.


"Tuh kan kakak juga bisa denger kata kakak cantik juga kakak nih aneh. Udah yuk kak, kita langsung beli ice cream saja. Kakak gak minta maaf sama Ryan juga gak papa yang terpenting kakak jangan lupa buat beliin Ryan ice cream, oke." Kata Ryan membalas ucapan Haikal setelah ia mendengar jawaban dari Yeni.


"Jangan Ice cream belinya Ryan. Ntar kamu..." Kata Haikal yang belum sempat melanjutkan ucapannya. Namun, harus terpotong oleh Ryan.


"Gak akan kenapa - kenapa ko kak. Ayolah kak, liat di depan udah dekat penjual ice cream nya. Beli ya, please." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.


"Nggak ya nggak Ryan. Kamu ntar di marahin sama mamah karena makan ice cream." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.


"Kalau mamah gak di kasih tau, Ryan gak akan di marahin kak. Jadi boleh ya kak, please. Satu aja Ryan janji gak akan minta lagi. Boleh kan." Kata Ryan membalas ucapan Haikal dengan memelas.


"Hem... baiklah tapi janji beneran hanya satu." Kata Haikal akhirnya menyetujui keinginan Ryan.


"Oke deal." Kata Haikal setelah jari kelingking nya terkunci dengan jari kelingking Ryan.


"Em... tapi kak, kakak cantik juga kakak beliin kan. Ryan gak bisa berikan ice cream Ryan ke kakak cantik. Karena Ryan minta kakak beliin nya hanya satu." Kata Ryan yang baru teringat bahw ia lupa kalau dia beli satu ice cream. Kemungkinan Yeni tak akan dapat ice cream dari dirinya. Sehinggal hal itu ia tanyakan pada Haikal.


"Tenang aja kakak juga pasti beliin ko buat pacar kakak. Jadi kamu gak perlu khawatir ice cream kamu akan di ambil." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.


"Lega nya Ryan, ya udah kak ayo beli. Ryan sama kakak cantik tunggu di sini aja. Ryan mau ice cream rasa coklat aja. Kalau kakak cantik mau ice cream rasa apa?" Kata Ryan membalas ucapan Haikal sambil bertanya pada Yeni.


"Lah ko jadi kakak yang beli. Kita bareng - bareng aja kesana nya. Jangan nunggu - nunggu seperti ini." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.


"Kakak aja lah kak, di sana masih ngantri kak. Terus gak ada tempat duduk ntar kan kaki Ryan bisa pegal. Jadi, kakak aja yang beli." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.

__ADS_1


"Mana bisa kaya gitu, kalau kamu masih mau ice cream sekarang kita ke sana. Tapi kalau kamu masih tetep mau nunggu. Ya sudah kita gak perlu beli ice cream." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.


"Kakak ko gini amat, em... ya udah deh kita ke sana. Ayo kakak cantik kita ke sana." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.


"Em... iya Ryan ayo." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.


Bergegaslah mereka bertiga pergi menuju tempat penjual ice cream yang antriannya cukup panjang. Sekarang mereka sudah berada di antrian.


"Yah, kita paling akhir. Akan lama dong Ryan dapet ice cream nya." Kata Ryan yang merasa kecewa.


"Sabar ya Ryan, nanti juga kan dapet ice cream nya." Kata Yeni membalas ucapan Ryan dengan sedikit menghibur Ryan agar tak terlalu kecewa.


"Iya kakak cantik." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.


"Denger tuh apa kata pacar kakak. Jangan ngeluh." Kata Haikal pada Ryan.


"Iya kak." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.


Beberapa menit kemudian antrian itu pun tersisa dua antrian lagi. Membuat Ryan yang tak sabar ingin mendapatkan ice cream yang ia inginkan mulai merubah ekspresi wajah nya menjadi gembira.


"Hore... bentar lagi Ryan dapet ice cream nya. Ayo cepet kak, beliin Ryan ice cream nya." Kata Ryan pada Haikal.


"Tunggu dulu dong ini kan masih ngantri." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.


"Hem... maksudnya Ryan kakak siapin dulu aja uangnya. Takunya lupa." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.


"Nanti aja, masih ngantri ko." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.


"Ya sudah terserah kakak." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2