Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 80 Jika Ada Kesempatan


__ADS_3

"Beneran, kamu gak bohongi mamah kan. Awas aja kalau sampai bohong lagi." Kata tante Ratna dengan wajah yang senang. Namun di balik wajah senang itu ada sebuah ancaman yang ia berikan pada Haikal.


"Iya mamah ku yang cantik. Nanti, Haikal kenalin mamah sama calon mantu." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.


"Besok ya kenalin nya. Mamah udah gak sabar." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal.


"Gak besok juga dong mah." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.


"Terus kapan? kalau bukan besok." Kata tante Ratna yang kini merasa kecewa karena keinginannya tak langsung di setujui oleh Haikal.


"Lain waktu aja mah. Lagi pula kalau baru kenal. Gak enak kalau langsung di kenalin ke mamah. Jadi, lain waktu aja ya." Kata Haikal mencoba menghibur tante Ratna agar tak kecewa lagi.


"Hem... baik lah, tapi calon mantu nya cewe kan." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal. Namun, jawaban nya ini sontak membuat Haikal kaget.


"Iya dong mah, masa cowo. Memangnya Haikal cowo apaan suka sama cowo." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.


"Ya takutnya kamu malah kaya gitu." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal.


"Gak mah, Haikal pasti bawa mantu cewe lah. Masa cowo." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.


"Em... bun, Rindi kenapa lama ya bun? apa dia tidur di ruang ganti nya atau lagi bertelur, lama bener." Kata Haikal pada ibu.


Di saat Haikal menyelesaikan ucapannya itu, terdengar lah suara.


"Apa? ko Rindi di bilang bertelur sih. Memangnya Rindi ayam apa? kak Haikal ini jahat banget sama Rindi." Kata Rindi pada Haikal.


"Ya ampun bun, ko tiba - tiba anak bunda yang bawel bisa ada di sini." Kata Haikal yang malah mengabaikan ucapan Rindi. Karena saat ini ia malah berbicara pada ibu.


"Kak Haikal..., Rindi lagi bicara sama kakak. Ih... bikin kesel tau gak. Bukan nya jawab malah tanya ke ibu. Nyebelin banget sih kak." Kata Rindi yang mulai emosi.


"Bun, ini anak bunda ko malah ngomel - ngomel ya. Eh... tapi, bentar, bentar. Ko anak bunda pake baju kaya gini. Bunda mau..." Kata Haikal yang masih tak menjawab ucapan Rindi. Tetapi, ia masih melanjutkan bicara pada ibu.

__ADS_1


"Stop ya kak Haikal. Aku tanya ke kakak. Jawab dong ucapan aku. Bukan terus tanya ke ibu." Kata Rindi yang semakin emosi dengan tingkah Haikal.


"Apa sih Rindi, kakak kan lagi bicara sama bunda. Kamu ganggu aja tau gak sih." Kata Haikal akhirnya membalas ucapan Rindi.


"Gitu ya kak Haikal. Terus aku harus diem gitu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Iya lah kamu harus diem. Kakak kan lagi bicara sama bunda. Nanti kalau kakak udah selesai bicara sama bunda. Kamu bisa bicara." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Auah... gelap. Rindi ke sana dulu aja ya tan, bu. Males kalau terus di sini kaya yang dianggap nyamuk." Kata Rindi menbalas ucapan Haikal dan berpamitan pada ibu dan tante Ratna.


"Kalau nyamuk bisa gigit dong. Em... takut juga deket sama kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Iya Rindi bisa gigit. Bahkan bikin orang mati juga bisa." Kata Rindi membalas asal ucapan Haikal.


"Uh... sadis nya, kamu mau jadi psikopat. Ngeri juga ya deket sama kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Ya begitulah, kalau kakak mau jadi salah satu percobaan, boleh tuh." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Gak deh, kakak gak mau ikut - ikutan." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan cepat sambil melambai - lambaikan salah satu tangannya.


"Karena kakak belum nikah. Kalau harus mati konyol karena jadi percobaan. Lebih baik gak ikutan kali." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


Lalu Rindi yang mendengar ucapan Haikal, kini mulai terdiam untuk beberapa saat. Setelah itu, ia pun mulai berbicara lagi pada Haikal.


"Jadi, alasannya karena itu. Gimana kalau kakak nikah dulu. Setelah itu, kakak jadi percobaan nya. Gimana kalau gitu? kakak mau." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil memberikan saran.


"No, No, No kakak gak mau juga kaya gitu. Ntar istri kakak jadi janda dong. Terus kalau kakak udah punya anak. Anak nya kakak ntar terlantar. Gak mau kakak kalau kaya gitu. Lebih baik kamu cari orang lain aja buat jadi percobaan. Semut mungkin." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Hahaha... hahaha... ko semut sih kak. Gak ada darah nya dong kalau semut jadi percobaan. Kakak ini gimana coba?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan tertawa cukup keras.


"Ya gak papa, lebih baik kaya gitu kan." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.

__ADS_1


"Terserah kakak aja lah. Aku mau ke sana dulu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal kemudian bergegas meninggalkan Haikal.


Namun, saat langkah kaki itu berjalan lima langkah. Haikal pun langsung berbicara pada Rindi.


"Mau kemana? jangan kabur gitu aja dong. Kita kan belum selesai bicara nya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Mau ke ujung Afrika. Buat cari orang yang bisa jadi percobaan. Setelah itu, di bawa ke sini. Biar kakak jadi saksi percobaan itu." Kata Rindi tanpa membalikan tubuhnya saat membalas ucapan Haikal.


"Ya ampun Rindi, kamu beneran mau jadi psikopat." Kata Haikal yang kaget mendengar ucapan Rindi.


"Menurut kakak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Ya kamu beneran jadi psikopat." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Baiklah kalau itu menurut kakak. Maka anggap lah aku memang seperti itu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Eh, ko gitu sih Rindi. Kakak kan hanya jawab asal aja. Memangnya kamu beneran mau jadi psikopat." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil bertanya juga pada Rindi.


"Mungkin di lain waktu jika ada kesempatan bisa aja seperti itu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Loh, ko jawabannya kaya gitu. Kamu jangan jadi psikopat Rindi. Gak baik tau gak sih. Apalagi kamu anak cewe masa mau bunuh orang." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Rindi juga kan udah bilang kak. Mungkin, jadi masih antara jadi psikopat atau gak sama sekali. Udah kak, Rindi capek." Kata Rindi menbalas ucapan Haikal.


"Bentar Rindi, kakak belum selesai." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil meminta Rindi untuk terus melanjutkan percakapan antar ia dan Rindi.


"Mau bicara apa lagi sih kak?" Kata Rindi menbalas ucapan Haikal dengan sebuah pertanyaan.


"Ya banyak Rindi, kakak kan udah lama gak ketemu kamu. Waktu ketemu eh malah denger kamu mau jadi psikopat. Makin khawatir kakak sama pergaulan kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Tenang kak, pergaulan aku aman - aman aja ko." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.

__ADS_1


"Aman - aman aja tapi ko malah berniat jadi psikopat sih." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


Bersambung...


__ADS_2