
"Kenapa jadi saya tuan yang harus jawab telponnya?" Kata Gani membalas ucapan Aldiano dengan sebuah pertanyaan.
"Karena kamu yang saranin nya. Jadi, nih kamu jawab." Kata Aldiano membalas ucapan Gani sambil memberikan hanphone miliknya.
"Saya... saya..." Kata Gani yang mencoba untuk menolak permintaan Aldiano. Namun, malah kebingungan harus meneruskan ucapannya seperti apa. Sehingga kata saya terus ia ulang - ulang.
Hal ini membuat Aldiano memotong ucapan Gani.
"Udah jawab aja saya nggak mau ada penolakan. Ayo jawab." Kata Aldiano yang memotong ucapan Gani.
"Tapi tuan saya..." Kata Gani yang lagi dan lagi di potong oleh Aldiano.
"Kamu mau jawab telponnya atau saya suruh keluar dari ruangan saya." Kata Aldiano yang memotong ucapan Gani untuk yang kedua kalinya sambil mengancam Gani juga. Jika Gani tak mau menjawab telpon yang menghubungi handphone nya.
Gani yang tak punya pilihan lagi pun dengan terpaksa menerima permintaan Aldiano untuk menjawab telpon yang ada di hanphone Aldiano.
"Baik tuan, saya jawab telponnya. Maaf saya ambil hanphone tuan." Kata Gani membalas ucapan Aldiano sambil mengambil Handphone Aldiano.
"Dari tadi juga saya udah kasih ini hanphone saya ke kamu. Tapi, malah kamu biarin gak di ambil - ambil. Ayo cepat kamu jawab." Kata Aldiano membalas ucapan Gani.
"Baik tuan." Kata Gani membalas ucapan Aldiano.
Kemudian di dekatkanlah hanphone Aldiano tersebut di dekat telinga Gani. Setelah Gani menerima telpon tersebut.
Tak lama setelah itu, terdengar suara dari orang yang menghubungi Aldiano.
"Hallo, pak Aldiano. Saya sebelumnya minta maaf harus menghubungi pak Aldiano. Karena asisten bapak tidak menjawab telpon saya." Kata seseorang yang menelpon Aldiano.
Gani yang mendengar ucapan orang tersebut pun mulai mengerutkan alisnya. Karena menurut Gani kata yang di ucapkan orang tersebut tidak benar.
__ADS_1
Karena ia bahkan tak menerima telpon dari siapa pun setelah asisten pak Bisma.
"Kenapa ekspresi wajah kamu seperti itu Gani." Kata Aldiano yang melihat perubahan ekspresi wajah Gani yang tiba - tiba mengerutkan alisnya.
"Aneh aja tuan, saya bahkan tak menerima telpon dari siapa pun tapi kata orang yang telpon tuan ini. Dia tak menerima jawaban dari saya sehingga menghubungi tuan langsung." Kata Gani memberitahu kan Aldiano mengenai perubahan ekspresi wajah nya.
"Bentar deh Gani, ko ucapannya hampir sama ya sama ucapan asisten pak Bisma tadi. Masa iya hal tersebut bisa kebetulan." Kata Aldiano yang aneh juga dengan orang yang menghubungi nya itu.
Sementara seseorang yang menelpon Aldiano kembali melanjutkan ucapannya.
"Tujuan saya telpon pak Aldiano untuk memutus kontrak kerja sama dengan perusahaan sejahtera pak. Karena kami mendengar bahwa perusahaan bapak sedang tidak stabil. Maka dari itu, kami takut perusahan kami pun ikut tak stabil, jika terus kerja sama dengan perusahaan bapak. Untuk dokumen pembantalan kontraknya akan saya kirim besok. Maaf telah mengganggu waktu nya bapak. Terimakasih." Kata seseorang yang menelpon Aldiano tersebut.
"Boleh saya tau kenapa perusahan bapak memutus sepihak seperti ini. Bukannya dalam kontrak tidak di perbolehkan memutus kontrak kerja sama setelah kerjasama kita berjalan." Kata Gani pada seseorang yang menelpon Aldiano.
"Bukannya saya sudah memberitahu bapak mengenai pembantalan kerjasama, karena kami takut perusahan kamu ikut tak stabil. Jadi kami memutuskan kontrak." Kata seseorang tersebut membalas ucapan Gani.
"Bukannya untung dan rugi itu hal biasa. Mengapa bapak tidak mempertimbangkannya lagi. Perusahaan kami hanya sedang tak stabil untuk sekarang. Tetapi untuk beberapa hari ke depan perusahaan kami pun akan kembali stabil. Apa bapak tak akan mengubah keputusan bapak." Kata Gani membalas ucapan seseorang yang menelpon Aldiano.
Baru saja Gani akan menjawab lagi ucapan seseorang tersebut. Namun, seseorang itu malah sudah menutup telpon nya.
"Nih orang bikin kesel aja tuan. Langsung tutup gitu aja telpon nya. Kalau saya ketemu sama orang nya udah saya buat perkedel, terus nanti saya kasih ke ayam biar di makan sama ayam." Kata Gani pada Aldiano yang meluapkan emosi nya saat seseorang yang menelpon Aldiano menutup telpon, sebelum ia menjawab ucapan dari nya itu.
"Apa yang dia bilang?" Kata Aldiano membalas ucapan Gani dengan sebuah pertanyaan.
"Dia mau memutuskan kontrak kerja sama tuan. Dokumen pembatalan nya besok di kirim ke sini." Kata Gani membalas ucapan Aldiano.
"Dengan perusahan mana lagi?" Kata Aldiano kemudian bertanya lagi pada Gani.
"Sejahtera tuan." Kata Gani membalas ucapan Aldiano.
__ADS_1
"Huh, alasan nya apa?" Kata Aldiano setelah ia menghela napas.
"Takut perusahaan nya ikut tidak stabil sehingga langsung memutuskan kontrak kerja sama." Kata Gani membalas ucapan Aldiano.
"Selain itu apakah ada lagi alasannya?" Kata Aldiano membalas ucapan Aldiano.
Gani pun kemudian menggelengkan kepala nya sambil berucap "tidak ada tuan, hanya itu saja."
"Jawabannya persis seperti asisten pak Bisma yang dengan alasannya tak begitu jelas." Kata Aldiano membalas ucapan Gani.
"Iya tuan, mereka hanya ingin untung saja tanpa mau mengalami kerugian. Seharusnya mereka juga bisa menerima kerugian. Jika tak mau seperti itu untuk apa mereka melakukan kerjasama. Bukankah begitu seharusnya tuan." Kata Gani membalas ucapan Aldiano.
"Hem... tapi mau gimana lagi. Itu keputusan mereka. Lalu sekarang, adakah perkembangan dari rencana yang kamu buat." Kata Aldiano membalas ucapan Gani sambil bertanya juga pada Gani.
"Belum ada tuan." Kata Gani membalas ucapan Aldiano.
"Seperti itu ya, apa mungkin saya harus menyetujui keinginan papah saya agar perusahaan saya tidak mengalami hal ini lagi." Kata Aldiano membalas ucapan Gani sambil meminta saran pada Gani.
"Saya kurang tau tuan. Tapi kalau boleh saya kasih saran, tuan tunggu beberapa hari lagi aja. Bukannya tuan bilang kalau tuan belum mau menikah. Apa bisa menjamin nanti tuan bisa bahagia dan perusahaan tuan kembali stabil. Setelah tuan memutuskan untuk menikah. Maaf tuan jika ucapan saya kurang baik. Tuan bisa lupakan ucapan saya tersebut." Kata Gani membalas ucapan Aldiano.
"Hem... apa yang kamu bilang barusan juga bisa saya pertimbangkan. Ya sudah, kamu bisa kembali ke ruangan kamu." Kata Aldiano membalas ucapan Gani sambil meminta Gani untuk kembali keruangannya.
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi." Kata Gani membalas ucapan Aldiano. Kemudian ia pun mulai melangkahkan kaki untuk keluar dari ruang Aldiano.
"Hem..." Kata Aldiano membalas ucapan Gani dengan deheman saja.
Tak lama setelah itu, kini Gani pun sudah tak terlihat lagi. Karena pintu ruangan Aldiano sudah di tutup oleh Gani saat Gani keluar dari ruangannya.
Setelah kepergian Gani, Aldiano pun kini hanya bisa terdiam dan dalam diam nya tersebut tak ada yang tau ia sedang memikirkan hal apa, kecuali dirinya sendiri.
__ADS_1
Bersambung...