
"Cup... cup... jangan sedih yah Yen, ntar muka kamu jadi jelek. Sekarang aja jelek apalagi kalau nangis." Kata Rindi yang awalnya mencoba menenangkan Yeni dengan mengelus rambut Yeni. Namun, di akhir kalimat nya. Yeni pun langsung menepis tangan Rindi dari rambutnya.
"Ais... ko di tepis gini sih tangan aku. Kamu nggak ada terimakasih, terimakasih nya sama aku. Padahal aku berniat baik loh tenangin kamu." Kata Rindi yang tak terima mendapatkan perlakukan seperti barusan dari Yeni. Sehingga ia pun memprotesnya.
"Oh ya, aku kira awalnya sih iya kaya gitu. Tapi, kamu sadar nggak sih kalimat terakhir kamu itu. Nggak ada baik nya sama sekali. Sehingga secara otomatis niat baik kamu berubah jadi sebaliknya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi sambil melipatkan tangan di dada.
"Hem... kamu terlalu di bawa hati. Seharusnya kamu bisa bedain artinya. Ya, aku akui kalau aku memang sengaja bilang kaya gitu ke kamu. Tapi maksudnya bukan meledek kamu melainkan ingin menghibur kamu biar tidak sedih. Eh... malah kamu berpikiran yang bukan, bukan." Kata Rindi membalas ucapan Yeni cukup panjang.
"Jadi kaya gitu ya. Hem... itu artinya aku salah artiin." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Ya, sepertinya kaya gitu." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Belum pasti dong kalau seperti nya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Em... nggak gitu juga." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Lah terus apa?" Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Ya intinya aku nggak bermaksud jelekin kamu." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
Sementara Ryan yang sedari tadi hanya mengarah ke Rindi dan Yeni secara bergantian. Kini mulai mengeluhkan pusing.
"Aduh... kakak sama auty udah belum bicaranya. Ryan pusing nih." Kata Ryan sambil memegang kepalanya. Begitu sangat lucu di padukan dengan ekspresi wajah yang begitu meyakinkan seperti orang yang benar - benar merasa pusing.
"Ya ampun Ryan, kamu pusing kenapa?" Kata Yeni yang kini khawatir melihat Ryan mengeluh rasa pusing.
"Iya Ryan, kamu kenapa bisa pusing?" Kata Rindi membalas ucapan Ryan juga.
Sebelum menjawab Yeni ataupun Rindi. Kini Ryan mulai menatap mereka satu persatu. Membuat Yeni dan Rindi kebingungan karena mendapatkan tatapan dari Ryan.
"Ini Ryan kenapa natap aku sama Yeni seperti itu ya. Jangan - jangan dia lagi... argh... kamu nih suka berpikiran negatif sih. Jadinya kaya gini." Kata Rindi di dalam hatinya ketika ia mendapatkan tatapan dari Ryan yang seperti mengintimidasinya. Bahkan sepertinya lebih dari itu.
__ADS_1
"Aduh ko di tatap Ryan seperti ini jadi takut. Em... Ryan nggak keras..." Kata Yeni yang tak melanjutkan bicara di dalam hatinya.
Karena tiba - tiba mereka semua langsung mengalihkan pandangannya ke arah yang sama. Setelah mendengar suara dari arah tersebut.
"Ya ampun, kalian bertiga masih di sini. Kenapa nggak ikutin kakak sih. Kakak sampai Kebingungan mencari kalian. Eh, malah masih duduk di sini." Kata Haikal yang kini sedang protes pada mereka bertiga.
Mereka yang mendapatkan protes dari Haikal malah kompakan melihat Haikal tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Membuat Haikal menjadi serba salah karena di tatap seperti itu oleh mereka.
"Lah, ini ketiganya ko pada tatap gue seperti itu sih. Nggak akan ada yang bicara atau apa gitu? masa hanya liatin aja. Apa terpesona kali ya liat wajah gue yang ganteng. Em... gue rasa seperti itu. Mereka semua kayanya baru sadar kalau gue memang ganteng. Hehehe..." Kata Haikal berbicara pada dirinya sendiri. Bahkan ia pun memuji dirinya sendiri saat berbicara di dalam hati.
"Sengaja, Ryan berubah pikiran nggak jadi pergi." Kata Ryan membalas ucapan Haikal setelah cukup lama terdiam bahkan ucapannya begitu datar dan dingin.
Sangat mendominasi bahwa ia malas untuk menjelaskan lebih pada Haikal.
"Lah ko sengaja sih. Terus kalau sengaja Kenapa nggak ada yang susulin kakak." Kata Haikal membalas ucapan Ryan sambil menatap Yeni dan Rindi secara bergantian.
Namun, bukannya mereka berdua yang menjawab. Melainkn Ryan kembali yang menjawab nya.
"Karena percuma juga kak, nanti juga kakak pasti balik lagi ke sini. Dan ternyata terbukti kakak sekarang ada di sini." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.
"Nih bocah ya bicaranya bikin gue emosi aja. Kalau dia bukan bocah udah gue pitakin kepalanya. Biar botak sekalin." Kata Haikal berbicara asal di dalam hatinya sebelum menjawab ucapan Ryan.
"Hem... setidaknya kan kalau diantara kalian bertiga ada yang susul kakak. Kakak nggak akan jalan terlalu jauh." Kata Haikal membalas ucapan Ryan.
"Ya sudah lah kak, nggak papa biar kakak olahraga. Selama ini kan kakak jarang olahraga. Jadi karena barusan kakak udah jalan jauh. Bukannya itu juga bisa di bilang olahraga. Jadi, Ryan rasa kakak nggak akan menyesali hal itu." Kata Ryan membalas ucapan Haikal layaknya seperti orang dewasa yang menasehati adiknya.
"Ya, ya terserah mu saja." Kata Haikal memilih tak ingin melanjutkan lagi ucapannya dengan Ryan.
"Oke deh kalau itu maunya kakak." Kata Ryan membalas ucapan Haikal.
__ADS_1
Rindi dan Yeni yang sudah tak tahan dengan semua yang mereka lihat dan dengar. Kini secara kompakan langsung tertawa.
"Hahahaha... hahahaha..." Suara tawa yang mereka keluarkan secara bersamaan.
"Aduh... duh... perut aku udah nggak kuat banget nih ketawa terus. Tapi, sayang kalau di hentiin. Hahahaha..." Kata Rindi sambil memegangi perutnya.
"Bener banget Rindi, aku juga sama sih perut nya udah mulai sakit. Tapi masih pengen ketawa. Hahahaha..." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
Sementara Haikal dan Ryan mereka berdua kini saling pandang.
Lalu dengan rasa penasaran yang sudah menumpuk, akhirnya Haikal pun bertanya pada Yeni dan Rindi.
"Em... kalian berdua ko pada ketawa. Memangnya ada yang lucu ya." Kata Haikal bertanya pada mereka berdua.
"Tentu saja kak, kalau nggak ada yang lucu kita berdua nih nggak akan ketawa. Iya kan Yen." Kata Rindi yang langsung membalas ucapan Haikal.
"Iya Rindi bener banget." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Lalu sumber lucunya berasal dari mana?" Kata Haikql kembali bertanya lagi pada mereka berdua. Karena mereka belum menjelaskan secara detail mengap mereka tertawa.
"Em... kasih tau nggak ya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan seolah - olah ia bimbang dengan pilihannya saat membalas ucapan Haikal tersebut.
"Gimana menurut kamu Yen, kasih tau jangan?" Kata Rindi melanjutkan kembali ucapannya dengan bertanya pada Yeni.
"Sepertinya kasih tau aja deh." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Em... yang yakin dong jawabannya. Jangan sepertinya kaya gitu." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Em... ya sudah deh aku ganti jawabannya. Kamu kasih tau aja kak Haikal kenapa kita ketawa seperti ini. Dan seperti nya Ryan juga pengen tau penyebab kita ketawa. Jadi kamu kasih tau aja." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
Bersambung...
__ADS_1