
Tak lama setelah itu, Haikal dan Rindi pun mengulurkan salah satu tangannya mereka untuk memberika minum yang mereka bawa tersebut pada ibu dan tante Ratna.
"Mah, ini minumnya." Kata Haikal saat tangannya telah terulur berkata pada tante Ratna.
Rindi pun tak jauh berbeda dengan Haikal. Ia kemudian berucap pada ibu setelah tangannya terulur.
"Bu, ini minum buat ibu." Kata Rindi pada ibu diiringi dengan senyum manis saat memberikan minum tersebut pada ibu.
Setelah itu, baik ibu maupun tante Ratna mereka berdua hanya menerima minum tersebut. Lalu meneguk minumnya sampai tak tersisa.
Barulah setelah itu, tante Ratna pun mulai menjawab ucapan Haikal dan Rindi untuk mewakili ucapan ibu.
"Lama banget sih kalian bawa minumnya. Ke pasar dulu apa gimana? atau mau liat kita berdua pingsang karena ke hausan." Kata tante Ratna tanpa peduli dengan Rindi dan Haikal yang telah membawa minum untuk mereka.
"Maaf mah, kami berdua bukan ke pasar dulu. Tapi..." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna. Namun, harus di potong oleh tante Ratna.
"Udah lah, nggak perlu di jelasin. Ntar yang ada gak akan kelar - kelar pembahasannya. Ayo kita langsung pemotretan. Udah sangat sore banget nih. Bentar lagi juga malem. Jadi, biar gak kemaleman sekarang aja kita pemotretannya." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal sambil mengalihkan pembicaraan.
"Sekarang tante." Kata Rindi dengan polos nya malah bertanya lagi pada tante Ratna.
"Nggak, besok aja. Kamu nih, gimana sih tante kan udah bilang se-ka-rang itu artinya sekarang masa bisa berubah jadi besok. Bukannya itu bisa jadi aneh. Ckckck... lain kali di simak ucapan tante biar gak loading tanya kaya barusan." Kata tante Ratna membalas ucapan Rindi cukup panjang.
"Maaf tante, Rindi salah. Ya udah, kita pemotretannya di mana tante?" Kata Rindi membalas ucapan tante Ratna dengan merasa sangat bersalah. Sehingga ia pun meminta maaf pada tante Ratna dan bertanya juga pada tante Ratna.
"Ayo, ikut tante." Kata tante Ratna membalas ucapan Rindi tanpa menjelaskan mereka akan pergi kemana.
"Ikut kemana tante?" Kata Rindi membalas ucapan tante Ratna dengan pertanyaan.
"Udah ikut aja, ntar juga kamu tau." Kata tante Ratna membalas ucapan Rindi.
__ADS_1
"Baiklah tante. Ayo." Kata Rindi membalas ucapan tante Ratna.
"Ayo" kata tante Ratna membalas ucapan Rindi.
Kemudian tante Ratna pun mulai berkata pada ibu.
"Mbak mau ikut atau mau di sini." Kata tante Ratna pada ibu.
"Em... sepertinya ikut aja Ratna. Kalau nunggu di sini ntar di kira jomblo lagi karena sendiri nunggunya." Kata ibu membalas ucapan tante Ratna dengan sedikit bercanda.
"Hahaha... mbak bisa aja. Ya udah, kalau gitu mbak, mari kita ke sana." Kata ibu membalas ucapan tante Ratna dengan tertawa.
"Iya Ratna." Kata ibu membalas ucapan tante Ratna.
Sementara Rindi, ia pun sempat berbicara juga pada Haikal. Namun, bedanya ia berbisik saat berbicara pada Haikal nya.
"Kak, kakak tau nggak ini kita akan pergi kemana. Em... maksudnya Rindi tante Ratna mau bawa kita kemana." Kata Rindi berbisik di dekat telinga Haikal.
"Kurang tau kakak." Kata Haikal pada Rindi.
"Kirain Rindi kakak tau. Ya udah deh, aku susul ibu sama tante aja ya kak. Kakak nggak akan ikut kita bertiga kan atau ikut juga." Kata Rindi dengan aneh nya malah berkata seperti ini pada Haikal.
"Kamu nih giman sih Rindi. Tadi katanya kita, masa kakak nggak ikut kalau kamu bilang kita. Dan lagi yang akan foto kamu juga kan kakak. Kalau kakak nggak ikut. Siapa yang foto kamu coba." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Oh iya lupa, maaf kak Rindi lupa. Hehehehe..." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan tersenyum di ujung kalimat yang ia ucapkan.
"Kalau kaya gini ntar bisa - bisa kamu cepet tua loh. Karena kan orang yang tua itu kadang suka pelupa. Itu artinya kamu juga udah tua dong. Iya nggak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil menaik turunkan alisnya di ujung kalimat yang ia ucapkan.
"Apaan sih kak, Rindi tuh masih muda. Yang tua tuh kakak. Harusnya..." Kata Rindi yang belum sempat mengucapkan ucapannya saat membalas ucapan Haikal. Tiba- tiba di potong oleh Haikal secara cepat.
__ADS_1
"Udah jangan berpikiran yang aneh - aneh tentang kakak. Liat tuh mamah sama bunda udah jauh. Masih tetep mau di lanjutin bicaranya tapi kita akan kehilangan jejak atau mau di sudahi dan secepatnya susul mamah sama bunda." Kata Haikal yang memotong ucapan Rindi sambil menunjuk ke arah tante Ratna dan ibu yang sudah berada jauh dari tempat mereka saat ini.
Di lihatlah telunjuk Haikal tersebut oleh Rindi. Setelah di lihat ternyata memang benar adanya bahwa saat ini tante Ratna dan ibu memang sudah berada jauh dari mereka.
Kemudian Rindi pun mulai melihat ke arah Haikal lagi. Tak lama setelah itu ia mulai berucap pada Haikal.
"Susul tante sama ibu aja kak. Ayo." Kata Rindi pada Haikal sambil menarik tangan Haikal.
"Baiklah kalau kamu maunya kaya gitu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
Mereka berdua pun kini berjalan dengan cepat. Namun, walau dengan cepat tetap saja pergerakan jalan Rindi masih tak bisa di anggap cepat. Karena baju yang ia gunakan saat ini membuat ia kesulitan untuk berjalan cepat atau bahkan berlari jika di perlukan.
"Aduh kak, pake baju kaya gini ternyata ribet banget ya. Mana susah lagi jalan cepat. Padahal nih ya kak, Rindi rasa jalannya Rindi itu udah cepat. Eh, ternyata biasa aja. Buktinya kita gak sampai setengahnya bisa susul ibu sama tante." Kata Rindi saat di perjalanan berbicara pada Haikal.
"Kamu juga sih, kakak kan sebelumnya pernah bilang. Ganti dulu, tapi kamu malah gak mau. Sekarang ya, di bisa - bisain aja berjalan cepat walau harus ribet seperti ini." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Hem... iya deh iya ini salah Rindi. Oh iya kak, bantu Rindi dong." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil meminta bantuan pada Haikal.
"Kakak harus bantu apa?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Bentar." kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan meminta Haikal untuk menunggu.
"Di ambillah bagian belakang baju pengantin yang menjuntai tersebut oleh Rindi. Lalu setelah itu ia berikan pada Haikal.
"Ini kak pegangin ya. Biar Rindi gak kesusahan saat berjalannya." Kata Rindi memberikan juntaian baju tersebut pada Haikal.
"Hem... iya deh iya kakak pegang." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Makasih kakaknya Rindi yang baik." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan tersenyum manis.
__ADS_1
Bersambung...