Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 193 Membuatnya Kebingungan


__ADS_3

"Udah jawab aja." Kata Bagas tak ingin memberitahu Haikal melainkan ia tetap mendesak Haikal menjawab ucapannya.


"Gue harus jawab apa, sementara gue nggak tau apa yang lo maksud itu." Kata Haikal hampir habis kesabarannya karena Bagas terus saja membuatnya kebingungan.


"Hadeh lo nih, oke deh gue kasih tau." Kata Bagas hampir saja mengacak - acak rambutnya sendiri saking kesalnya dengan Haikal yang tak mengerti sama sekali.


Beruntung di detik terakhir ia menyadari. Jika sampai ia benar - benar mengacak rambutnya. Ia pasti akan melihat tampilan rambutnya yang berantakan.


Hal itu yang akan membuat ia frustasi. Karena penampilannya tak rapih lagi. Bukannya itu bisa membuat kadar kegantengannya itu sampai berkurang.


Not, ia tak mau hal itu terjadi. Membayangkan saja sudah ngeri apapagi sampai terjadi.


"Jadi gini bro maksud gue tuh. Lo nggak sadar di sekeliling kita nih saat ini. Sudah tak ada tiga orang bersama kita sebelumnya. Sampai sini lo udah paham kan." Kata Bagas menjelaskan pada Haikal tentang ucapannya yang katanya membuat Haikal bingung.


"Tiga orang, maksud lo siapa sih. Jangan buat gue berpikir keras deh. Langsung lo sebutin namanya bisa kan. Jangan bertele - tele kaya gini." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Pikirin aja sendiri jangan terus maunya di suapin. Coba deh lo ingat - ingat dulu. Capek gue kalau harus jelasin ke lo." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Baru aja di suruh sebutin namanya. Udah bilang kaya gitu. Apalagi kalau gue suruh lo kasih tau semua riwayat hidup mereka. Makin nggak mau deh lo pasti." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


Kemudian ia pun mulai terdiam dan langsung mengingat - ingat siapa yang di maksud Bagas tersebut.


"Lo aja malas mengingat kenapa gue nggak boleh jelasin banyak ke lo. Dasar Lo maunya di suapin terus tak mau usaha." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Hey... bro jaga ucapan. Gue gak seperti yang lo katakan ya. Ntar, kalau di dengar orang - orang bisa gawat. Lo memangnya mau tanggung jawab, hah..." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Ngapain gue harus tanggung jawab. Lo aja nggak gue buat bunting. Kenapa harus tanggung jawab coba." Kata Bagas membalas ucapan Haikal dengan asal.


"Somplak lo, gue cowok mana bisa bunting." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.

__ADS_1


"Gue kira lo cowok setengah cewek." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Jangan ngada - ngada lo. Gue tuh cowok asli bukan setengah kaya gitu." Kata Haikal yang tak terima dengan ucapan Bagas.


"Coba buktiin, gue pengen ada bukti. Bisa aja kan lo bohong." Kata Bagas meminta bukti pada Haikal.


"Gue harus buktiin apa ke lo." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Ya lo pikirin aja sendiri bukti apa yang bisa menjamin kalau lo tuh beneran cowok." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Lo gila atau apa hah. Masa ia gue tunjukin milik gue ke lo. Em... gue jadi takut nih. Jangan - jangan lo sebenarnya..." Kata Haikal yang mulai curiga dengan tingkah Bagas.


"Apaan sih lo, gue bukan cowok yang kaya gitu." Kata Bagas langsung membalas ucapan Haikal tanpa menunggu Haikal selesai berbicara.


"Cowok apa yang lo maksud? gue aja belum selesai bicara ko lo udah jawab." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Gay kan, lo mau bilang kalau gue tuh cowok yang kaya gitu." Kaya Bagas tanpa basa - basi lagi. Ia pun langsung membalas ucapan Haikal pada intinya.


" Bukanlah gue masih normal kali. Suka nya sama cewek, bahkan gue masih ingin adik lo. Masa iya gue cowok kaya gitu." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


Haikal bukannya berhenti tak membahas hal itu lagi. Ia malah semakin ingin membahas itu lagi.


"Bentar deh maksud lo adik gue Ryan. Lo mau sama Ryan. Setau gue adik gue Ryan kan cowok. Lo parah nih, katanya bukan cowok yang kaya gitu. Tapi, bilang kaya gitu ke gue. Yang benernya yang mana?" Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Hadeh lo nih, maksud gue Rindi bukan Ryan. Masa iya gue suka sama adik kecil cowok lo itu. Gue kan udah bilang gue tuh cowok normal." Kata Bagas membalas ucapan Haikal dengan sedikit mengeraskan suaranya.


"Nggak perlu ngegas juga kali. Mentang - mentang nama lo Bagas bicara aja sampai ngegas." Kata Haikal membalas ucapan Bagas sampai ngelantur.


"Apa hubunganya. Aneh bicara sama lo nih." Kata Bagas yang tak habis pikir dengan jawaban yang dikeluarkan Haikal untuknya barusan.

__ADS_1


"Ya itu, lo suka ngegas saat bicara karena nama lo Bagas. Em... kalau lo nggak paham juga, ya sudah lah tak perlu di bahas lagi." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Nggak ada hubungannya kali. Udah sekarang lo tau belum tiga orang itu." Kata Bagas membalas ucapan Haikal sambil mengalihkan pembicaraan dengan bertanya lagi ke pembahasan mereka sebelumnya.


"Belum." Kata Haikal dengan santainya hanya membalas satu kata ucapan Bagas.


"What? gue nggak salah denger." Kata Bagas yang terkejut karena mendengar ucapan Haikal yang satu kata itu.


"Ya nggak lah, gue memang belum tau." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Padahal nih ya, barusan lo sebutin salah satu nama ketiga orang yang gue maksud itu. Tapi, sayangnya lo nggak sadar." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Bentar deh, maksud lo itu Ryan." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Hem... siapa lagi kalau bukan itu. Rindi kan udah pamit sebelumnya. Jadi nggak termasuk ke dalam tiga orang yang gue maksud." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Bener juga ya, em... gue baru ingat." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Makannya jangan jadi orang pelupa. Lo kan bukan lansia yang sering lupa." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Ingat ya, lansia nggak semuanya pelupa. Begitu pun orang dewasa dan anak - anak mereka juga tak selamanya selaku ingat. Ada kalanya mereka juga lupa. Memangnya lo nggak pernah merasa lupa apa." Kata Haikal membalas ucapan Bagas cukup panjang.


"Hem... iya deh gue salah. Tapi, ngomong - ngomong lo udah tau kan siapa ketiga orang yang gue maksud?" Kata Bagas membalas ucapan Haikal dan bertanya juga pada Haikal.


"Ryan ya, em... itu arti nya mamah sama Yeni. Iya kan jawaban gue itu benar." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Hem... iya akhir nya lo sadar dan ingat juga." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Bukannya mereka bertiga tadi ada disin..." Kata Haikal yang langsung menghentikan ucapan nya.

__ADS_1


"Eh... ko mereka nggak ada." Kata Haikal kemudian melanjutkan ucapan nya.


Bersambung...


__ADS_2