
"Kalau kakak gak mau gimana?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil menaik turunkan alisnya di ujung kalimat yang telah ia ucapkan.
"Ya udah, terserah kakak. Kalau bibir kakak gak bisa di gerakan lagi. Karena terlalu banyak ketawa. Jangan salahin Rindi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan kata - kata yang luar biasa.
"Tega banget kamu sama kakak Rindi. Jangan bicara sembarangan, kalau beneran gimana?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Ya, kalau beneran, itu artinya bibir kakak gak akan bergerak. Apalagi coba kalau bukan itu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan juteknya.
"Udahlah bicara sama kamu malah bikin pusing. Ayo cepat jalan, jangan kaya keong lama bener." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dan meminta Rindi untuk jalan secepat mungkin.
"Yang bikin lama tuh siapa? Rindi jalannya kaya gini ko. Kalau kakak mau Rindi jalan cepat ada caranya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
Karena rasa penasaran mengenai cara yang di ucapkan Rindi tersebut. Haikal pun kemudian mulai bertanya mengenai cara yang Rindi bilang itu.
"Apa caranya? biar kamu gak jalan kaya keong." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan sebuah pertanyaan.
"Bentar." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan meminta Haikal untuk menunggu.
"Iya, tapi jangan lama." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Hem... iya gak akan lama." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
Setelah menjawab ucapan Haikal. Rindi pun mulai membungkukkan tubuhnya. Lalu ia mulai mencopot satu persatu sepatu tinggi yang ia kenakan tersebut.
"Itu kenapa sepatunya di copot?" Kata Haikal yang melihat Rindi mencopot kedua sepatunya.
"Ya, ini caranya kak. Rindi harus copot sepatu ini. Baru jalannya Rindi bisa cepat." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dan kembali berdiri tegak sambil memegang seperti tersebut di tangan kanannya.
"Oh jadi gitu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Iya, sekarang ini pegang sepatunya sama kakak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal. Kemudian memberikan kedua sepatu yang di pegangnya itu pada Haikal.
"Lah ko jadi kakak yang harus pegang." Kata Haikal yang aneh saat Rindi memberikan sepatu miliknya tersebut pada dirinya.
__ADS_1
"Kakak yang suruh Rindi jalan cepat kan." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
Kemudian Haikal menjawab ucapan Rindi dengan menganggukan kepalanya sebagai jawaban dari ucapan Rindi.
"Jadi yang harus bawa sepatu Rindi juga ya kakak. Itu kan kakak yang mau. Iya gak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Lah gak bisa gitu dong Rindi. Kakak juga gak suruh kamu buat copot sepatunya. Hanya bilang jalan kamu kaya keong." Kata Haikal menjelaskan ucapannya pada Rindi.
"Justru itu kak, berhubung kakak suruh Rindi seperti itu. Ya, cara terbaik, Rindi harus copot sepatunya. Udah lah kak, jangan banyak protes, sekarang ayo jalan lagi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil melangkahkan kaki dengan cepat. Sehingga Haikal yang memegang baju belakang Rindi dan sepatunya Rindi. Ikut tertarik saat Rindi berjalan.
"Pelan, pelan jalannya. Kakak kesulitan ini." Kata Haikal yang lagi dan lagi protes pada Rindi.
Mendengar ucapan Haikal tersebut membuat Rindi mulai menghentikan langkahnya dan kemudian berbalikan tubuh nya menghadap Haikal. Tak lama setelah berbalik, ia pun mulai mengeluarkan suaranya.
"Kakak nih sebenernya mau Rindi kaya gimana sih? tadi suruh Rindi jalan cepat sekarang malah suruh Rindi jalannya pelan. Kakak mau Rindi kaya gimana? capek lama - lama Rindi kalau terus penuhi keinginan kakak." Kata Rindi yang mulai geram dengan permintaan Haikal.
"Ya, kamu jalannya jangan terlalu cepat sama jangan terlalu pelan. Standar lah, kurang lebih kaya gitu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Kalau gitu sekarang terserah Rindi mau jalan kaya gimana. Kakak jangan buat Rindi makin emosi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
Baru saja Rindi akan menjawab ucapan Haikal. Tiba - tiba terdengar suara yang memanggilnya.
"Rindi" kata seseorang yang memanggilnya itu.
Rindi yang mendengar seseorang memanggilnya. Kemudian mulai mencari ada di sebelah mana suara tersebut berasal. Sampai pada akhirnya ia pun menemukan siapa orang yang memanggilnya.
"Hai udah sampai." Kata Rindi membalas ucapan seseorang itu.
"Iya nih, makannya aku ada di hadapan kamu juga." Kata seseorang itu membalas ucapan Rindi sambil melangkahkan kakinya menuju tempat Rindi saat ini.
"Ya udah sini." Kata Rindi membalas ucapan seseorang itu dengan meminta ia untuk datang ke tempatnya saat ini.
"Oke" kata seseorang itu membalas ucapan Rindi.
__ADS_1
Sementara Haikal yang melihat percakapan antara Rindi dan seseorang itu pun hanya bisa melihat dan mendengarkan saja ucapan mereka.
"Ya ampun Rindi, hati aku deg - degan gini." Kata seseorang itu berbisik pada Rindi saat ia telah berada di tempat Rindi saat ini.
"Ko bisa" kata Rindi membalas ucapan seseorang itu dengan sebuah pertanyaan.
"Ah... kamu nih, suka pura - pura lupa. Liat dong di sebelah aku ada siapa? itu yang membuat aku deg - degan. Keliatan gak sih aku ini gugup." Kata seseorang itu membalas ucapan Rindi.
Saat seseorang itu memberitahu Rindi kenapa ia bisa deg - degan. Saat itulah Rindi mulai paham kenapa temannya ini bisa deg - degan.
"Lebay banget sih kamu. Lagi pula itu hanya kak Haikal. Apanya yang bisa buat deg - degan." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Kamu gak akan ngerti Rindi sampai saat nya nanti ada yang kamu sukai juga. Rasanya itu bener - bener deg - dengan bahkan seperti akan copot." Kata seseorang itu membalas ucapan Rindi.
"Ah... lebay kamu. Udah yuk kita ke sana." Kata Rindi membalas ucapan seseorang itu dan meminta ia untuk ikut bersama dirinya.
"Bentar dong Rindi, aku kan belum sapa kak Haikal. Kamu mah gak perhatian banget sih sama aku." Kata seseorang itu membalas ucapan Rindi.
"Sapanya bisa ntar, lagi pula kamu pulang juga masih lama kan. Jadi, nanti aja sapa nya." Kata Rindi membalas ucapan seseorang itu.
"Ah... kamu gak asyik. Ya udah deh, nanti aku sapa kak Haikal nya." Kata seseorang itu akhirnya menyetujui keinginan Rindi.
"Nah, gini dong dari tadi kek." Kata Rindi membalas ucapan seseorang itu.
"Hem" kata seseorang itu hanya membalas ucapan Rindi dengan satu kata saja.
"Kak Haikal, ayo jalan." Kata Rindi pada Haikal yang malah terdiam.
Haikal yang mendengar suara Rindi. Kemudian langsung menjawab ucapan Rindi.
"Iya, kalian berdua aja dulu yang jalannya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Oke" kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan satu kata aja.
__ADS_1
Sementara seseorang yang berada di samping Rindi kini malah memegang hatinya sambil bersiap untuk membisikkan sesuatu pada Rindi. Membuat Rindi yang melihat hal tersebut langsung mendahulukan seseorang itu berbicara.
Bersambung...