
"Kenapa harus gak enak Yen, pesen aja." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Gak mau ah, lagian kamu gak ikut makan. Masa aku, kak Haikal, kak Bagas makan, sementara kamu nggak. Kan gak enak rasanya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Ya gapapa kaya gitu juga. Ayo sana pesen." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Gak mau." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Ko gitu sih, yakin gak mau." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Iya, kecuali kalau kamu ikut. Baru aku pesen." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Hem... tapi aku udah kenyang." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Ya udah kalau gitu jangan paksa aku buat pesen." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Iya deh aku gak paksa kamu lagi." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Ternyata Rindi tetep gak terpengaruh. Pake cara apa lagi ya, biar Rindi tunjukin kebohongan nya itu." Kata Yeni di dalam hatinya.
Beberapa detik kemudian Yeni pun terdiam. Tak lama setelah terdiam, ia kemudian mulai menemukan cara untuk membongkar kebohongan Rindi.
"Apa aku pake cara ini aja ya. Bukannya nanti juga ada kemungkinan Rindi langsung jujur. Ah... sepertinya cara ini baik." Kata Yeni mulai menemukan cara untuk membongkar kebohongan Rindi.
Bangkitlah Yeni dari duduknya itu. Lalu ia yang berniat akan mengeluarkan suara. Tetapi Rindi sudah lebih dulu mengeluarkan suaranya.
"Mau kemana Yeni?" Kata Rindi bertanya pada Yeni.
"Oh, ini aku mau ke toilet dulu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
__ADS_1
"Sendiri ke sananya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Iya sendiri memangnya mau sama siapa." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Siapa tau mau sama kak Haikal." kata Rindi membalas ucapan Yeni.
Ucapan Rindi yang memanggil Haikal. Membuat Haikal tersedak secara tiba - tiba saat telah memasukan makanannya.
"Uhuk... uhuk..." Suara yang Haikal keluarkan ketika ia tersedak.
"Ya ampun kak, makannya pelan - pelan kak. Lagi pula Yeni mau pergi sendiri ko bukan sama kakak. Jadi gak usah buru - buru, santai dan slow aja kak." Kata Rindi pada Haikal.
"Kamu gak sadar hah... ini kakak tersedak juga karena kamu. Tapi aneh nya kamu gak minta maaf sama sekali. Malah bilang kaya gitu ke kakak. Ckckck... ckckck..." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Hehehe... maaf kak Rindi lupa minta maaf. Tapi, seperti nya setelah Rindi pikir - pikir lagi. Kenapa Rindi harus minta maaf, ini kan bukan salah Rindi. Kalau kakak fokus, gak mungkin tersedak. Iya gak, harusnya sih Rindi gak perlu minta maaf." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Mana ada kaya gitu. Semua ini penyebabnya adalah kamu. Jadi, ya kamu harus minta maaf. Gak boleh sampai gak minta maaf." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Pergi kemana yank? jangan pergi yank, kalau kamu pergi ntar kakak sendiri dong. Gak ada yang nemenin." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Wah Haikal, kamu parah nih. Masa gue sama Rindi gak lo anggap. Kalau Yeni pergi kan otomatis kita berdua, gue sama Rindi masih ada di sini. Kenap lo bilang sendiri. Parah nih lo." Kata Bagas yang langsung ikut dalam pembicaraan mereka.
"Nah, iya kak Bagas bener banget. Masa kita gak di anggap." Kata Rindi membenarkan ucapan Bagas.
"Yang di bilang kak Bagas ada benernya juga. Kak Haikal ko bisa bilang kaya gitu." Kata Yeni ikut membenarkan juga ucapan Bagas.
"Tuh lo denger sendiri kan Rindi bahkan Yeni pun bilang setuju sama yang gue ucapkan barusan. Masa lo milih tetep gak mau akui." Kata Bagas pada Haikal.
"Kalian semua nih kenapa harus di buat ribet. Lagian apa yang gue bilang barusan hanya asal bicara aja. Agar Yeni gak pergi. Masa gak pada paham sih." Kata Haikal membalas ucapan Bagas dan berkata pada yeni dan Rindi juga.
__ADS_1
"Bukan di buat ribet bro, tapi ini kenyatannya. Lo sendiri yang malah seperti tak agap gue dan Rindi ada. Gue kan gak terima, makannya gue langsung protes." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Hem... iya deh gue salah, lagian yank kamu mau kemana sih. Ko mau pergi." Kata Haikal membalas ucapan Bagas dan berbicara juga pada Yeni.
"Yeni mau ke toilet kak, makannya Yeni bilang pergi dulu." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Oh, kakak kita mau pulang. Makannya tadi kakak bilang kaya gitu. Tapi, mau kakak temenin gak ke toilet nya." Kata Haikal membalas ucapan Yeni sambil menawarkan diri untuk menemani Yeni.
"Gak usah kak, Yeni pergi sendiri aja. Kakak lebih baik lanjutin makannya." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Yakin gak mau kakak temenin." Kata Haikal memastikan lagi ucapan Yeni dengan bertanya kembali pada Yeni.
"Iya kak yakin." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Kenapa sih bro, lagian kalau lo temeni juga lo gak akan bisa masuk ke toilet. Jadi lebih baik lo duduk aja di sini. Kaya yang gak ada kerjaan aja atau jangan - jangan lo mau..." Kata Bagas ikut dalam pembicaraan mereka. Namun, belum sempat ia meneruskan ucapan nya. Tiba - tiba harus terpotong oleh ucapan Haikal.
"Jangan berpikiran aneh - aneh bro, gue hanya ingin antar Yeni aja. Kalau pun harus nunggu di luar toilet. Gue gak masalah ko. Tapi, sayang nya nggak di izinin." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Hem... siapa juga yang berpikiran aneh - aneh. Lo aja yang salah paham, makannya bilang kaya gitu ke gue. Lagian gue kan belum selesai bicara. Eh... udah lo potong. Jadi lo malah mikir gue mau bicara aneh. Haikal... Haikal..." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Tapi ucapan gue bener kan, lo pasti berpikiran aneh. Mana mungkin gak kaya gitu." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Lah kenapa gak mungkin, lagian gue beneran gak akan bilang yang aneh - aneh ko." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Gak percaya gue. Lo mana ada nggak akan berpikiran aneh. Setiap hari aja gue yakin, lo pasti berpikiran aneh. Walau konsep pemikiran aneh nya ada pada orang lain atau pada apapun. Tapi pastinya ada hal yang lo pikirkan dengan aneh." Kata Haikal membalas asal ucapan Bagas.
"Terserah lo aja, percuma juga gue jelasin panjang lebar kalau lo tetep berpikiran kaya gitu. Sekarang gue serahin lagi ke lo. Lo mau berpikiran gue kaya gitu silahkan, nggak juga gak masalah. Tapi yang jelas gue gak seperti yang lo bilang itu." Kata bagas membalas ucapan Haikal.
"Bentar deh ucapan lo yang terakhir ko berbanding terbalik dari ucapan lo yang sebelumnya. Bukannya itu artinya lo tetep ingin gue berpikiran yang sama dengan apa yang lo ucapkan itu. Iya kan, ucapan gue itu." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
__ADS_1
Bersambung...