Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 78 Gak Boleh Lemah


__ADS_3

Selang beberapa waktu, Rindi yang masih sibuk mencari. Akhirnya memilih asal baju pengantin. Lalu membawa baju tersebut ke ibu dan tante Ratna yang masih berbicara.


Tap... Tap...


Suara langakah kaki Rindi pun terdengar. Sampai langkah itu terhenti tepat di dekat ibu dan tante Ratna.


"Tante, Rindi pilih yang ini ya." Kata Rindi ketika ia telah berada di dekat ibu dan tante Ratna.


"Oh, hanya satu aja Rindi. Gak mau pilih lagi." Kata tante Ratna membalas ucapan Rindi.


"Gak Tante, Rindi pilih ini aja." Kata Rindi membalas ucapan tante Ratna dengan mengelengkan kepala.


"Em... baiklah, kalau gitu kamu coba dulu sana." Kata tante Ratna membalas ucapan Rindi.


"Iya tante, kalau gitu Rindi ke sana dulu ya." Kata Rindi membalas ucapan tante Ratna.


"Iya Rindi." Kata tante Ratna membalas ucapan Rindi.


Setelah mendengar ucapan tante Ratna. Rindi pun bergegas ke ruang ganti untuk mencoba baju tersebut.


Sesampainya di ruang ganti, Rindi pun hanya terdiam lemas. Tiba - tiba air mata menetes tanpa di minta.


Cukup lama Rindi menangis. Akhirnya ia pun mencoba menghapus air matanya.


"Hiks... hiks... Rindi, kamu gak boleh lemah kau gini. Kamu harus kuat. Nanti malam bukannya kamu akan pergi dari rumah. Itu artinya kamu gak akan nikah secepat ini. Jadi, hapus lah air mata mu ini Rindi. Kamu bersikaplah biasa agar tak ada orang yang tau mengenai rencanamu itu." Kata Rindi menyemangati dirinya sendiri.


Lalu Rindi pun menghapus air matanya itu. Setelah air matanya tak ada lagi. Ia kemudian dengan cepat menggunakan baju tersebut. Agar tak ada yang tau bahwa setelah ia mengenakan baju ini. Ia tak akan mengenakan baju ini lagi. Karena ia akan pergi jauh dari rumah untuk menghindari pernikahan ini.


Dengan cepta baju pengantin yang Rindi pegang barusan. Kini telah melekat pada tubuhnya.


Ketika baju tersebut telah Rindi kenakan. Begitu cantik dan anggun saat ia mengenakan baju tersebut.

__ADS_1


Namun, sayang kecantikan dan keanggunan nya ini. Membuat ia muak melihat dirinya sendiri.


"Argh... kenapa harus secepat ini sih. Gue... gak mau nikah secepat ini dan liat wajah gue. Ya ampun, ini jelek sekali. Baju nya memang cantik tapi sayang gue gak suka dengan waktu. Waktu saat gue mengenakan baju ini nanti. Argh... argh..." Kata Rindi sambil menarik - narik rambutnya.


Tante Ratna dan ibu yang menunggu Rindi keluar dari ruang ganti pun mulai tak sabar lagi. Karena Rindi seperti menghilang tanpa jejak, tak terlihat sama sekali. Bahkan suaranya pun tak terdengar oleh mereka.


Ya, suara Rindi yang teriak tadi memang tak bisa mereka dengar karena Rindi teriak di dalam hatinya.


Tak lama setelah itu, tante Ratna pun mulai berucap pada ibu.


"Mbak, ini Rindi ko gak keluar - keluar ya. Apa kesusahan saat mengenakan bajunya atau karena ada hal lain." Kata tante Ratna pada ibu.


"Mungkin bentar lagi Ratna. Rindi memang kaya gini kalau ganti baju. Suka lama dan gak bisa dengan waktu sedikit." Kata ibu membalas ucapan tante Ratna.


Selain itu, ibu ternyata berbicara juga di dalam hatinya.


"Maaf Ratna, saya gak bisa kasih tau kamu yang sebenarnya. Karena saya yakin Rindi saat ini lagi nangis dan kecewa. Tapi, saya gak bisa berbuat banyak. Ayah nya Rindi memang susah kalau sudah memutuskan sesuatu. Ingin rasanya saya bantu Rindi untuk pergi dari rumah. Tapi, saya gak tau caranya. Sementara bodyguard ayahnya udah di siapkan untuk menjaga rumah dari arah depan, belakang, kiri dan kanan. Bagaimana bisa Rindi tak terlihat dari pengamanan ketat mereka. Rasanya saya sebagai ibu sangat tak..." Kata ibu saat berbicara di dalam hatinya. Namun, ketika ibu masih sibuk berbicara di dalam hatinya. Ia pun kemudian mendengar suara tante Ratna yang menjawab ucapan nya.


"Iya kaya nya mbak seperti itu. Kalau gitu kita tunggu beberapa menit aja mbak. Siapa tau nanti Rindi keluar." Kata tante Ratna membalas ucapan ibu.


"Iya Ratna." Kata ibu membalas singkat ucapan tante Ratna.


Tiga menit kemudian, Rindi yang telah merasa tenang dan sudah membuat dirinya tak terlihat habis menangis. Kini mulai menarik napas sebelum keluar dari ruang ganti.


"Huh... huh... tenang Rindi. Kamu pasti bisa ko. Ayo semangat." Kata Rindi menenangkan dirinya sendiri dengan kata - kata semangat.


Setela itu, ia mulai melangkah kan kaki keluar dari ruang ganti dengan masih mengenakan baju pengantin.


Ibu dan tante Ratna yang sedang sibuk berbicara tak menyadari kedatangan Rindi yang saat ini telah berada di dekat mereka.


"Tante, ibu gimana penampilan Rindi?" Kata Rindi pada tante Ratna dan ibu.

__ADS_1


Secara otomatis ucapan Rindi ini pun membuat ibu dan tante Ratna mengalihkan pandangan mereka ke arah Rindi.


Di lihatlah dari ujung kaki sampai ujung kepala penampilan Rindi yang mengenakan baju pengantin ini oleh ibu dan tante Ratna.


Kemudian mereka berdua mengucapkan kata yang sama.


"Cantik" kata mereka berdua secara bersamaan.


"Masa sih, Rindi jadi malu." Kata Rindi membalas ucapan mereka berdua dengan kepura - puraan.


Karena dalam hati ia masih sibuk berbicara.


"Tapi, sayang saya gak suka mengenakan baju ini." Kata Rindi di dalam hatinya.


"Beneran Rindi, kamu ini cantik bahkan tante sampai gak mengenali kamu loh. Saking bedanya kamu saat mengenakan baju ini." Kata tante Ratna membalas ucapan Rindi.


"Tante bisa aja. Rindi jadi makin malu nih. Hehehehe..." Kata Rindi membalas ucapan tante Ratna dengan tersenyum ke pura - puraan.


Ibu yang melihat senyum Rindi tersebut. Sangat tahu bahwa Rindi hanya berpura - pura.


"Walau kamu senyum seperti ini sayang. Ibu tau ko, ini hanya pura - pura. Kamu menghargai ucapan tante kamu. Tapi dalam hati, kamu gak menyukai baju yang kamu kenakan itu." Kata ibu berbicara di dalam hatinya saat ia melihat senyum Rindi.


"Yang paling membuat ibu sakit. Ibu gak bisa bantu kamu. Rasanya ibu bener - bener bukan ibu yang baik buat kamu. Maaf kan ibu." Kata ibu melanjutkan lagi ucapan nya.


"Bentar deh tante. Tante kan udah bilang kaya gitu ke Rindi. Tapi, ko Rindi gak denger suara ibu ya. Ibu nya Rindi kemana tante, ko gak ada suaranya lagi. Apa Rindi gak cantik ya. Sedih nya Rindi tante." Kata Rindi sengaja berkata seperti ini pada tante Ratna. Walau sebenernya ibu masih berada di dekat mereka, bahkan tepat di hadapan Rindi. Tapi Rindi malah sengaja berkata seperti ini pada tante Ratna.


"Ibu mu lagi takjub sepertinya liat putri nya ini yang terlihat cantik. Bukannya begitu mbak." Kata tante Ratna membalas ucapan Rindi dan bertanya juga pada ibu.


"Em... bener banget Ratna. Saya nih lagi takjub. Putri saya ini kelihatan cantik banget." Kata ibu membalas ucapan tante Ratna dengan kepura - puraan juga.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2