Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 216 Momen Langka


__ADS_3

Momen pernikahan adalah hal yang pastinya sangat di idam - idam kan bagi setiap mempelai, baik laki - laki maupun perempuan.


Namun, berbeda hal dengan kedua mempelai di Pernikahan ini. Ke duanya tak mengharapkan terjadi pernikahan, namun harus di paksa oleh keadaan.


Senyum memang terbit di bibir mereka sepanjang acara. Namun, hati tak ada yang tahu bahwa baik Rindi ataupun Aldiano mereka berdua kini saling menjelekkan satu sama lainnya di dalam hati.


"Kenapa aku harus nikahin gadis jelek plus nyebelin ini sih. Em... takdir apa yang sedang aku terima ini. Apa yang akan terjadi jika dia setiap hari aku liat. Argh... menyebalkan." Kata Aldiano di dalam hatinya.


"Sumpah demi apapun, gue pengen tonjok wajah cowok ini. Sebagai pelampiasan dan balasan gue karena waktu itu dia malah pergi tanpa bantu gue sedikit pun. Argh... Yen, sekarang cowok itu ada dalam bagian hidup gue. Huh... sedih banget gue Yen, harus tinggal seatap dengan cowok ini." Kata Rindi di dalam hatinya.


Di saat mereka sibuk berbicara di dalam hati. Tante Ratna, Ryan, Haikal dan Yeni datang menemui Rindi dan Aldiano.


Ya, awalnya Yeni dan Haikal tak di izinkan ayah untuk hadir. Tapi, karena tante Ratna dan ibu meminta agar mereka bisa hadir. Ayah pun akhirnya menyetujui. Namun dengan satu syarat. Mereka berdua harus datang setelah acara ijab dan tidak di izinkan datang sebelum acara ijab selesai.


Mungkin ayah ingin berjaga - jaga agar Rindi tak merencanakan untuk kabur kembali. Jika mereka berdua datang sebelum ijab. Maka dari itu ayah memberikan syarat seperti itu pada mereka berdua.


Terdapat kesedihan yang terpancar dari wajah Yeni. Saat ia tepat berada di hadapan Rindi. Dari tatapan tersebut Rindi dapat melihat rasa bersalah karena mungkin rencana mereka untuk membantu kabur gagal dan berantakan, saat Rindi harus kembali ke rumah dan bahkan beberapa hari ini Yeni tak di izinkan bertemu Rindi walau hanya sebentar.


"Hiks... hiks... maaf aku nggak bisa bantu kamu. Hiks... hiks..." Kata Yeni saat ia memeluk tubuh Rindi dengan berderai air mata.


"Nggak papa Yen, kamu dan kak Haikal udah berusaha bantu aku. Itu sudah merupakan hal yang tak bisa dinilai dengan apapun. Walau rencana nya tak sesuai dengan yang di harapkan. Tapi, aku sangat berterimakasih karena kalian udah mau bantu aku. Hiks... hiks..." Kata Rindi membalas ucapan Yeni. Dan tanpa di minta ia pun kemudian menangis juga seperti Yeni.


Momen yang mengharukan, mungkin orang - orang yang melihat bisa saja meneteskan air mata. Karena sebagian orang sudah mengenal kedekatan mereka yang hampir tiap hari tak pernah terpisah. Sekarang di antara mereka sudah punya kehidupan baru.


Tentunya pertemuan mereka pun akan terbatas. Apalagi Yeni nggak tahu setelah menikah, apakah Rindi akan tetap melanjutkan sekolahnya atau berhenti.


Hal ini akan sangat sedih, apalagi rasa kehilangan. Pastinya akan sering Yeni rasakan.

__ADS_1


"Gue, jadi kesepian dong. Nanti di sekolah nggak ada yang ajakin gue buat ulah. Hiks... hiks... kabur bareng dari sekolah. Lo nggak akan lupain gue kan Rindi. Abis ini lo mau tinggal dimana. Jangan lupa kasih tau gue ya. Gue nanti mampir ke rumah lo." Kata Yeni melanjutkan lagi ucapannya.


"Hahahaha... lo bicara apa sih. Gue nggak akan kemana - kemana. Masih di sini, memangnya gue mau kemana. Udah lah nanti gue cerita ke lo. Udah lepas pelukan lo. Pengap gue di peluk terus sama lo." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil meminta Yeni untuk melepas pelukannya.


"Ye... lo ya gue lagi nyaman juga meluk lo. Malah di suruh lepas." Kata Yeni protes pada Rindi. Namun, walau Yeni protes ia masih tetap melepas pelukannya.


"Gue kasian ke kak Haikal yang sedari tadi pengen bicara sama gue." Kata Rindi dengan asal berbicara pada Yeni.


"Em... memangnya bener gitu kak. Kakak mau bicara sama Rindi." Kata Yeni yang berenggut lalu bicara pada Haikal.


"Em... iya yank, sebentar sih. Kamu masih pengen bicara sama Rindi." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Iya, boleh kan Yeni bicara sama Rindi lagi. Terus kakak bicaranya nanti." Kata Yeni membalas ucapan Haikal dengan penuh harap Haikal bisa memenuhi keinginannya.


"Ya sudah bicara lah, kakak bisa nanti. Apalagi jika kamu senang kakak nggak akan melarang kesenangan kamu." Kata Haikal membalas ucapan Yeni dengan senyuman.


"Makasih ya kak. Kakak baik deh." Kata Yeni lalu melepas lagi tangan Haikal tak lupa dengan senyum manisnya Yeni berikan pada Haikal.


Hal itu, membuat jantung Haikal berdetak tak karuan. Bahkan nyaris melompat dari tempatnya.


Haikal nih memang ada - ada aja. Mana ada hati bisa lompat. Iya bukan. Tapi, ya sudah lah namanya juga sedang jatuh cinta. Kita maklumi saja.


"Ya ampun yank, kakak jadi lemes nih. Tolong obatin dong dengan ciuman kamu. Eh... ini pikiran kenapa mengarah ke sana sih. Ayo lah Haikal kamu harus bisa mengontrol diri.


Di saat Haikal sibuk berbicara pada dirinya sendiri. Rindi dan Yeni pun sibuk berbicara. Ntahlah banyak hal yang mereka bicarakan. Sampai lupa bahwa antrian untuk mengucapkan selamat dan doa untuk kedua mempelai sudah cukup panjang.


Aldiano yang melihat itu pun kini mulai memberitahu Rindi agar secepatnya selesai berbicara.

__ADS_1


Dengan mendekatkan bibir di telinga Rindi, ia pun lalu berbisik.


"Hey gadis nyebelin, kamu nggak bisa liat. Antrian sudah cukup panjang. Mau sampai kapan bicara, mereka semua juga udah pada bosen menunggu." Kata Aldiano berbisik di dekat telinga Rindi.


Rindi yang masih asyik berbicara dengan Yeni seketika membalikan wajahnya.


Sontak karena terlalu cepat dan Aldiano belum menjauhkan bibirnya di telinga Rindi. Sehingga saat Rindi membalikan wajahnya menghadap ke sumber suara yang ia dengar.


Pipi ia pun bertemu dengan bibir Aldiano. Sehingga saat ini mereka berdua terlihat romantis. Momen tersebut tak di sia - siakan oleh sang fotografer. Karena mereka yang sudah melakukan pekerjaannya sedari tadi. Terus fokus pada acara. Sampai momen itu pun tak tertinggal. Mereka langsung mengambil beberapa foto.


Hasilnya sangat memuaskan, ada sekitar tiga foto yang berhasil mereka abadikan.


"Wow... sangat menakjubkan, lihatlah Glen ini indah sekali." Kata Willi salah satu fotografer yang berhasil mendapatkan momen dari ciuman singkat itu.


"Liat apa?" Kata Glen menghampiri Willi.


Tanpa menjawab ucapan Glen, Willi pun memperlihatkan kamera nya pada Glen.


"Wow... benar - bener menakjubkan." Kata Glen yang takjub setelah melihat hasil foto temannya tersebut.


"Momen langka kan bro." Kata Willi membalas ucapan Glen.


"Ya, benar - benar momen langka." Kata Glen membalas ucapan Willi.


"Gue saat liat adegan itu langsung tertarik bro buat foto. Dan ternyata hasilnya wow... banget bahkan gue juga yang foto nya nggak nyangka hasilnya akan seperti ini." Kata Willi melanjutkan lagi ucapannya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2