
Beberapa menit kemudian mereka semua pun telah sampai di tempat pemotretan.
"Akhirnya sampai juga." Kata Rindi saat telah sampai di tempat pemotretan.
"Iya Rindi akhirnya sampai juga." Kata Yeni berbicara hal yang sama dengan yang Rindi ucapkan.
"Berhubung sudah sampai, sekarang kita mulai pemotretan nya ya." Kata tante Ratna pada semua orang yang ada.
Orang pertama yang menjawab ucapan tante Ratna adalah Rindi.
"Tunggu bentar tante. Rindi mau duduk dulu ya. Bolehkan." Kata Rindi membalas ucapan tante Ratna.
"Kamu nih, baru juga jalan sebentar udah minta duduk aja." Kata tante Ratna membalas ucapan Rindi.
"Hehehehe... tapi beneran tante. Kaki Rindi pegel, apalagi pake sepatu tinggi kaya gini. Boleh duduk sebentar kan tante. Atau gak Yeni dulu aja yang di foto. Nanti setelah Yeni baru Rindi. Gimana kalau seperti itu?" Kata Rindi membalas ucapan tante Ratna sambil memberikan solusi agar Yeni terlebih dulu yang melakukan foto.
"Kalau kaya gitu gak enak di Yeni dong. Kamu duduk sementara Yeni harus di foto - foto seperti itu. Bukannya itu tak adil. Jadi, lebih baik istirahat dulu aja. Tante kasih sepuluh menit. Setelah itu langsung pemotretan." Kata tante Ratna membalas ucapan Yeni.
"Bilang aja takut calon mantunya ngerasa di pilih kasih. Nggak perlu muter - muter." Kata Rindi berbicara dengan bergumam.
"Apa yang kamu bilang barusan Rindi." Kata tante Ratna yang sedikit mendengar ucapan Rindi yang bergumam tersebut.
"Nggak ada tante, sepertinya tante salah dengar." Kata Rindi membalas ucapan tante Ratna.
"Kamu gak lagi bohongin tante kan. Jelas - jelas barusan tante denger suara kamu. Walau samar - samar." Kata tante Ratna yang tak percaya dengan ucapan Rindi. Sehingga rasa curiga pun mulai muncul.
"Buat apa Rindi bohong tante. Rindi beneran gak bicara ko." Kaya Rindi membalas ucapan tante Ratna dengan begitu tenang. Walau sebenarnya di dalam hati Rindi merasakan kepanikan.
"Aduh tante Jangan buat Rindi terpojok dong. Please tante percaya ya ucapan Rindi. Kalau sampai gak percaya, Rindi ga tau harus ngapain lagi biar tante percaya." Kata Rindi di dalam hatinya.
"Mbak, menurut mbak Rindi lagi bohong atau nggak ya. Karena saya rasa Rindi sedang bohong. Tapi, wajahnya itu terlihat tenang. Apa saya yang salah." Kata tante Ratna berbisik pada ibu.
__ADS_1
Ibu yang mendapat bisikan dari tante Ratna mulai menjawab ucapan tante Ratna.
"Udah gak perlu dipikirkan, Rindi memang lagi berbohong. Tapi, kamu percaya aja ucapan dia. Soalnya saya yakin dia gak akan jujur. Percuma buang - buang waktu kamu." Kata ibu membalas ucapan tante Ratna.
"Jadi, seperti itu ya mbak. Baiklah jika itu yang harus saya lakukan." Kata tante Ratna membalas ucapan ibu.
"Hem... iya deh iya tante percaya. Ya udah sana kamu duduk dulu. Abis duduk gak boleh undur - undur waktu lagi." Kata tante Ratna membalas ucapan Rindi.
"Selamat, selamat akhirnya tante percaya juga." Kata Rindi di dalam hatinya sebelum menjawab ucapan tante Ratna.
"Baik tante, makasih. Tapi tante boleh minta tambahan waktu gak. Jangan sepuluh menit gitu. Tambah sepuluh menit lagi ya tante biar jadi dua puluh menit. Boleh kan ya tan, please." Kata Rindi membalas ucapan tante Ratna sambil meminta tambahan waktu.
"Di kasih hati malah minta jantung. Kamu nih, udah jangan banyak minta. Kalau mau sepuluh menit. Tapi, kalau kamu gak mau tante kurangi jadi lima menit. Kamu mau seperti itu." Kata tante Ratna membalas ucapan Rindi dengn geram.
"Hem... ya udah deh tante sepuluh menit aja." Kata Rindi membalas ucapan tante Ratna.
"Kamu juga Yeni bukannya bantu aku bujuk tante biar di kasih waktu banyak. Ini malah diem aja. Jadi, gak dikasih kan tambahan waktunya." Kata Rindi yang malah menyalahkan Yeni.
"Ya, kan memang karena kamu. Kalau kamu bantu aku bicara barusan ya, aku jamin pasti akan di kasih tambahan waktunya. Tapi, kamu malah diem kaya patung." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Kenapa sampai yakin kaya gitu? kalau aku ikutan bicara terus ternyata sama aja. Gimana, bukannya percuma juga ya bicara." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Ya jelas dong yakin. Kamu kan sekarang jadi kesayangan. Pasti langsung di turutin. Ya udah lah, lagi pula tante Ratna nya juga gak akan kasih tambahan waktu. Jadi, percuma juga aku jelasin panjang lebar ke kamu." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Hem... lagian kamu juga. Udah tau jawabannya gak akan berubah, masih tetep aja minta." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Tapi kan siapa tau aja malah berubah." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Tapi, buktinya gak berubah sama sekali kan." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Hem... iya deh aku salah." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
__ADS_1
"Ko jadi mudah baper sih kamu Rindi. Lagi ada tamu ya atau akan ada tamu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Nggak ke dua - dua nya. Lagian tamu yang mana?" Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Masa gak tau tamu yang mana yang aku maksud." Kata Yeni yang tak percaya dengan ucapan Rindi.
"Masa aku gak tau bilangnya tau. Aneh nih, bicara sama kamu." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Hem... aku kira kamu tau. Maaf aku salah bicara." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Nggak tau lah, kalau tau aku gak akan tanya. Iya gak." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Hem... iya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Kalau gitu, kasih tau dong. Masa harus di minta juga biar kamu kasih tau." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Iya deh iya aku kasih tau. Yang aku maksud tamu itu tamu yang tiap bulan selalu datang. Makannya kamu jadi mudah baper." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Oh, tamu yang itu. Aku kira tamu yang mana." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Iya tamu yang itu. Soal nya kan kamu suka baper kalau lagi kedatangan tamu. Jadi, aku kira kamu lagi kedatangan tamu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Gak lah Yeni orang baper itu gak selalu karena kedatangan tamu. Tapi, masa iya aku seperti itu." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Memang bener loh Rindi selama ini kamu kalau lagi baper pasti lagi kedatangan tamu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Bentar, aku ingat - ingat dulu." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Jangan di inget - inget ntar bisa lama kalau kamu harus inget. Apalagi kamu kan..." Kata Yeni yang sengaja diam tak meneruskan ucapannya tersebut.
Membuat Rindi yang menunggu kelanjutan ucapan Yeni mulai bertanya pada Yeni.
__ADS_1
Bersambung...